Kamis, 10 Juli 2014

Delmora The Ocean's Princess -- Bab 1 (Salam Trisula)

Delmora The Ocean’s Princess







Created By:
Safitri Tsa’niyah






Bab 1
Salam Trisula
Hai. Namaku Delmora. Aku adalah seorang cewek biasa hingga usiaku menginjak tujuh belas. Entah aku harus senang atau kesal, aku sedang berusaha untuk menerima kenyataan bahwa aku ini keturunan salah satu dewa. Sebenarnya dia telah melakukan sesuatu yang gawat terhadap pria yang selama enam belas tahun terakhir masih kuanggap sebagian darinya adalah milikku. Sampai dewa itu mengunjungi rumahku dan berkata bahwa aku ini anaknya. Bersenjatakan trisula, dia kelihatannya sangat serius dengan apa yang dikatakannya, walaupun hal itu masih tidak masuk akal.
Awalnya kukira ia adalah pemeran opera yang ingin mengerjaiku. Tapi mana ada manusia yang bisa bercahaya hijau seperti itu? Pemain opera terbaik sekalipun tak akan mampu melakukannya.
Dia duduk di ruang tamu keluarga kami dan menceritakan persisnya apa yang ia lakukan hingga aku lahir.
Tujuh belas tahun yang lalu..
Sudah tujuh tahun menikah dengan Bapak Dylan, ia tetap tidak dikaruniai seorang anak. Dokter memvonis ibuku tidak akan memiliki keturunan.
Tapi beberapa bulan berlalu ketika ia menyadari berat badannya naik secara drastis. Saat diperiksakan ke dokter, ternyata ada seorang bayi mungil (aku) yang tinggal di rahim bu Sonya—ibuku. Dan bayi itu sudah lima bulan berada dalam rahimnya.
Setelah lahir, bayi perempuan itu di beri nama Delmora. Tapi ada yang aneh dariku. Saat aku mendapati diri menghirup oksigen ke paru-paru kecilku, aku tidak menangis dan masih tenang mengemut jempol sambil tertidur pulas. Bu Sonya sangat ketakutan aku mungkin mati. Akhirnya aku di ceburkan ke dalam kolam berisi air untuk dimandikan. Aku mulai menangis. Pada saat itulah akhirnya mereka tahu bahwa aku mendapat kekuatan dari air. Mataku yang hitam pekat tiba-tiba saja berubah menjadi biru laut. Padahal aku orang Indonesia asli.
 “Kau bilang namamu siapa, Pak?” Tanyaku pada seorang pria dewasa di depanku.
“Panggil aku Ayah.” Ucap pria yang mengaku Dewa Poseidon masih dengan tenang.
“Tapi bagaimana aku bisa percaya kau tidak sedang menipuku?” Gumamku. “Maksudku, bagaimana aku bisa percaya kau Ayahku? Dan Dewa?”
“Aku tidak bisa membuktikannya disini, Delmora.” Ucap Poseidon. “Tapi aku benar-benar membutuhkan bantuanmu.”
“Untuk apa aku harus membantu orang yang bahkan tidak kukenal?”
“Aku Ayahmu.”
“Jangan mempermainkanku!” Aku menjerit.
“Aku tidak mempermainkanmu!” Pria Poseidon itu menghentakkan kakinya. Tiba-tiba lantai rumah itu bergetar seperti sedang terkena gempa bumi dengan pusatnya adalah pria yang mengaku Dewa itu.
Aku dan orang tuaku terdiam. Sunyi beberapa saat.
“Maafkan aku.” Ucap Poseidon dengan nada tidak enak. “Tapi sedang ada masalah. Dan aku tidak bisa membereskannya sendiri.”
“Tapi kalau benar kau dewa, seharusnya kau bisa melakukannya sendiri.” Ucapku.
“Sayangnya aku tidak bisa ke wilayah dewa lain.”
“Apa maksudmu?” Tanya Ibu.
Sang Dewa Laut menceritakan kepada kami tentang dewa lain yang ingin mengambil wilayahnya. Secara harfiah, aku tidak mengerti sama sekali alur pembicaraan ini. Semakin didengarkan, orang ini semakin terdengar mengada-ada.
“Kau masih tidak percaya aku Dewa?” Tanya Poseidon setelah memandangiku cukup lama.
“Aku masih tidak percaya kau Ayahku.” Jawabku dengan berani. Entah mengapa orang ini begitu menakutkan, tapi aku sama sekali tidak ketakutan padanya.
“Aku meniupkan dirimu ke rahim Sonya tujuh belas tahun lalu. Aku iba melihat ibumu sangat menginginkan kehadiran seorang anak untuk menemani hidup bersama laki-laki brengsek ini.” Poseidon menunjuk Ayah Dylan. “Sebenarnya ibumu normal seperti umumnya wanita sempurna. Tapi laki-laki yang kau panggil Ayah ini meracuninya setiap hari. Ia memberikan ramuan agar ibumu tidak akan pernah memiliki keturunan. Ia tidak menginginkan kehadiranmu, Delmora.”
“Kau jangan dengarkan orang ini, Delmora. Dia berbohong. Tentang segalanya.” Ucap Ayah Dylan panik. Aku bisa merasakan seluruh darahnya membeku. Aneh memang, tapi aku benar-benar merasakan darahnya tidak mengalir normal.
“Aku tak tahu Ayah.” Ucapku pada Ayah Dylan. “Tapi itu terasa begitu ganjil. Aku mempercayaimu. Tapi mengapa aku merasa kau bohong padaku? Darahmu tidak mengalir normal. Kau gugup, Yah.” Kataku, mencoba memberitahu apa yang aku rasakan walaupun sedikit aneh.
“Kau pasti berimaginasi lagi. Hal yang selalu kau lakukan tiap waktu.” Ucap Ayah Dylan semakin panik.
Poseidon memecah pertengkaran hangatku dengan Ayah Dylan. Ia menjentikan jarinya di udara dan sesuatu terjadi. Di udara yang tadinya kosong dan hampa, kini muncul sebuah bayangan berwarna hijau seperti semacam hologram. Bayangan itu mulai membentuk tubuh dan wajah seseorang yang aku kenal. Ayahku, Pak Dylan.
Ayah Dylan dalam hologram sedang membuat sesuatu seperti kopi yang berwarna seperti susu. Maksudku, warnanya putih seperti susu, tapi jelas, teksturnya seperti kopi yang akan meninggalkan ampas seduhan di dasar gelas.
Ia memberikan gelas itu kepada ibuku yang sedang tertidur. Entah apa yang dipikirkannya. Tapi ia benar-benar mengalirkan minuman itu saat ibuku sedang terlelap. Dan anehnya, ibuku tidak merasakan gangguan dalam tidurnya.
Bayangan hologram Ayah Dylan dan ibuku mulai memudar. Lalu sedetik berikutnya bayangan lain muncul. Sekarang Ayah Dylan sedang berada di sebuah kafe bersama beberapa teman lelakinya yang sedang mabuk dan merokok.
“Sudah tiga tahun menikah dan kau masih belum punya anak!” Ledek salah satu temannya dengan suara kasar dan berteriak.
“Aku sudah bilang seribu kali pada kalian. Anak hanya akan membuatku menyisihkan uang liburan yang kudapatkan dari istriku tersayang.” Jawab Ayah Dylan dengan nada orang mabuk.
“Syukurlah orang sepertimu mendapatkan gadis mandul seperti Sonya.” Sahut temannya yang lain.
“Ini semua berkat ramuan yang aku berikan padanya. Seumur hidup ia tak akan pernah mengandung anak.” Ucap Ayah Dylan.
Lalu sekali lagi bayangan di hologram itu memudar. Tapi kini benar-benar pudar tanpa membentuk bayangan baru.
“Dia bohong. Aku tidak pernah begitu. Aku tidak punya ramuan apapun untukmu Sonya. Aku mencintaimu. Kau tau kita sama-sama menginginkan seorang anak.” Ucap Ayah Dylan dengan sangat panik.
Lalu Poseidon kembali menjentikan jarinya. Dan sebuah plastik meluncur keluar dari saku celana Ayah Dylan. “Apa itu terlihat seperti ramuan di hologram tadi?” Tanyaku polos.
“Persis.” Jawab Ibuku dengan tatapan marah yang belum pernah kulihat sebelumnya.
“Kau tidak mungkin mempercayai orang asing ini kan sayang?” Ayah Dylan merajuk di kaki Ibuku.
Ibuku mengalihkan wajahnya dari Ayah Dylan. “Poseidon, jika kau berkehendak, maukah kau ubah dia menjadi ikan badut? Kami butuh hiburan setelah semua kejadian menjijikkan ini.” Ucap Ibuku dengan lantang langsung ke wajah Poseidon.
“Tentu saja sayang.” Jawab Poseidon penuh cinta.
Ia mengangkat trisulanya. Lalu dengan satu gerakan kecil, di tempat tadi Ayah Dylan duduk, kini ditempati oleh seekor ikan badut berwarna orange yang melompat-lompat karna tidak bisa bernapas. Ikan badut itu mengingatkanku pada ikan nemo di film. Tapi lalu aku menyadari bahwa itu tadinya Ayahku.
Aku mengambil sebuah toples dari rak piring dan mengisinya dengan air. Kembali ke sofa dan memungut ikan badut itu. Ayah Dylan berenang cemas mengelilingi rumah barunya itu. Bahkan setelah ia menjadi ikan, aku masih bisa merasakan ia panik dan pucat.
“Jadi Delmora, apa kau menerima permohonanku?” Tanya Poseidon.
==
Begitulah cara pertemuanku dengan Ayahku, Poseidon. Secara harfiah aku harusnya marah karena ia telah merubah Ayah selama enam belas tahunku menjadi seekor ikan badut. Tapi nyatanya aku justru berterima kasih padanya karena telah menunjukan kebenaran padaku dan Ibu. Ya, aku menerima permohonannya. Walaupun aku tidak yakin tentang apa yang ia ingin aku lakukan untuknya.
Hari ini aku tidak masuk sekolah. Setelah mengambil raport, kita semua liburan selama tiga minggu. Sulitnya mencari liburan di kota Jakarta yang padat membuat aku dan Ibuku memilih tempat lain untuk berlibur. Awalnya kami ingin menikmati dinginnya pegunungan di Bogor atau daerah Jawa Barat lainnya. Tapi Poseidon ingin aku berada di dekat laut agar ia dapat dengan mudah mengunjungiku. Jadi selama dua minggu kami menyewa vila di salah satu pulau di kepulauan seribu.
Aku masih belum terlalu mengerti mengenai Dewa Yunani. Karena aku tinggal di Jakarta, dan tidak ada pendidikan yang mengajariku tentang sejarah bangsa Yunani, Latin, Romawi maupun Dewa-Dewa mereka. Aku merasa sangat bodoh karna tidak mengenal Ayahku sendiri.
Hari ini aku akan diajak oleh Ayah Poseidon melihat ke dasar laut. Ia akan mengenalkanku pada istananya. Aku sangat bersemangat mengingat laut adalah tempat yang indah, setidaknya dalam benakku. Tapi aku punya sedikit masalah yang cukup serius. Aku bernafas dengan paru-paru. Bagaimana aku bisa menikmati perjalanan bawah lautku kalau setiap beberapa menit aku harus ke daratan untuk bernafas?
“Kau ini anak Dewa Laut, Delmora. Tak usah hiraukan hal seperti itu.” Ucap Poseidon ketika melihat semangat di wajahku berkurang. Padahal aku tidak berbicara sedikitpun mengenai masalahku tadi.
Air kini sudah melewati dagu. Aku masih ragu dengan perkataan Ayah Poseidon tadi.
Sekarang air telah menelan tubuhku sepenuhnya. Aku masih menahan nafas selama yang kubisa.
“Delmora, bernafaslah.” Ucap Poseidon dengan tenang.
“Ta-pi bagaimana?” Tanyaku.
Aku masih ragu dengan yang diperintahkannya. Lalu sesuatu menyadarkanku. Aku ini ada di dalam air. Seharusnya suara manusia tidaklah bisa terdengar di dalam air.
Lalu kemudian hal itu terjadi begitu saja. Aku menarik nafas dan tidak menemukan masalah sedikitpun di bagian paru-paru. Hanya seperti minum air, tapi aku tidak minum. “Bagaimana bisa?” Tanyaku pada Poseidon. Dan aku mendengar dengan jelas apa yang barusan kukatakan.
Poseidon hanya tersenyum.
Tiba-tiba sebuah kereta perang (sepertinya aku pernah melihat yang seperti ini di film-film barat) yang ditarik sepertinya tujuh ekor kuda setengah ikan bersurai panjang menghampiri tempat aku dan Ayah Poseidon tenggelam. Aneh, padahal seperti baru beberapa meter di bawah air, tapi aku tidak bisa melihat daratan lagi dari tempatku berdiri? Beberapa meter di atas kepalaku sudah gelap. Dan apakah laut di kepulauan seribu ini sebegitu dalam?
Aku mengusir semua pertanyaan aneh di kepalaku. Karena mengakui Ayahku seorang Dewa, sudah akan membuat aku dikucilkan dari lingkungan dan dibawa ke rumah sakit Grogol.
“Ayo naik, Delmora. Kita tidak akan berenang sampai ke Istana.” Ucap Poseidon sambil menggandengku naik ke keretanya.
Aku pun naik ke kereta itu dan kontan saja ikan-ikan langsung membelah kerumunan untuk memberi kami lewat. Ada beberapa ubur-ubur juga yang berhenti berdengung untuk melihat dengan siapa Dewa mereka. Aku merasa seperti sedang berada di karpet merah, semua makhluk laut memandangiku dengan tatapan takjub. Campuran antara takut dan sopan. Dan ada ikan hiu? Di kepulauan seribu?
“Kita terus berjalan, Nak. Kita sudah sangat jauh dari kepulauan seribu. Mungkin kita sudah melewati garis benua.” Ucap Poseidon menjawab pertanyaan dalam kepalaku.
Jika dalam keadaan lain aku bertemu dengan para hiu itu, mungkin aku sudah menjadi agar-agar ditamatkan oleh taring besar mereka.
“Kita hanya akan sebentar berada di Istana. Kau harus mulai belajar sedini mungkin.” Ucap Poseidon.
Lalu lamunanku hilang saat itu juga ketika sadar apa yang sedang menantiku. Mungkin dijadikan agar-agar oleh segerombolan hiu tadi adalah cara yang lebih lumayan untuk mati.
Lalu ketakutanku lenyap ketika melihat sebuah gerbang yang tinggi dan megah di hadapanku. Istana Poseidon. Ayahku.
Apakah ini yang dinamakan Atlantis? Semua yang ada disini telah menyilaukan pandanganku. Kalau ini benar Atlantis, kota itu memang baiknya menghilang dari peradaban manusia. Karena jika tidak, pasti banyak hal bodoh dilakukan manusia untuk memperebutkannya.
“Kau bermainlah dengan mereka. Ayah akan memanggilkan guru yang akan melatihmu selama dua hari disini.” Ucap Poseidon sambil menunjuk beberapa gadis setengah ikan yang tersenyum malu-malu ketika melihatku.




Next:
Bab 2 (Pelatihan)

Senin, 07 Juli 2014

Introvert

Tadi baru baca kata-kata 'Introvert' dan gue ngerti beberapa poin penting di dalamnya. Yang paling penting sih satu,
"Gue termasuk orang dengan kepribadian Introvert."

Gue ngga akan ngulang apa yang udah gue baca, tapi gue akan memberikan pendapat seorang Introvert dari diri gue sendiri. Katanya sih, cuma ada sekitar 25% dari seluruh orang di dunia yang memiliki kepribadian Introvert. Dan gue termasuk salah satunya. Bukannya sombong ya, tapi apa yang disebut di artikel tadi emang banyak banget yang mirip sama kepribadian dan pola tingkah laku gue.


Kebanyakan yang paling gampang dikenalin dari pribadi Introvert ini adalah, Si dia itu pendiem. Karena orang yang berkepribadian Introvert itu ngga suka basa basi dan lebih suka berada pada pikiran dan kehidupannya sendiri. Tapi diem nya kami ini bukan berarti kami ngga ramah loh ya. Hanya aja, kami ngga berpengalaman berbasa basi dan memulai obrolan.


Bukan masam juga sih. Kita cuma terlalu asik sama dunia kita sendiri dan udah terbiasa begitu. Untuk orang yang belum kita kenal, rasanya tuh enggan aja untuk berbaur atau ngobrol asik. Karena menurut kita, apa yang kita omongin nanti akan mempengaruhi bagaimana nilai kita dimata orang. Jadi lebih baik kita diam dan menunggu ada yang bener-bener mau berteman sama kita walaupun kita punya tampang masam atau judes. Soalnya kita mencari temen berdasarkan kualitas, bukan kuantitas. Kita ngga peduli seberapa banyak orang yang mengaku jadi temen kita, kalo pribadi mereka ngga cocok. Lebih selektif memilih teman sih. (Jahatnya begitu)


Sampe kadang dibilang antisosial gara-gara keep inside dan cuek. Ya itu, balik lagi. Kita udah terlalu asik sama pikiran sendiri. Soalnya kalo kita lagi sendirian, kita bisa jadi siapa atau apa aja yang kita mau tanpa ada orang yang ganggu. Kekuatan kita itu dari dalam diri sendiri. Imaginasi.


Ini sih udah ngga susah dijelasinnya. Kalo Orang yang berkepribadian Ekstrovert mendapat kekuatan dari lingkungan dan orang-orang di sekitar, orang Introvert justru 'melarikan' diri ke tulisan dan mencurahkan semua yang ada dipikirannya disana. Alasannya simpel aja. Karena kalau ditumpahin ke tulisan, mereka ngga akan komen dan kita bisa nentukan sendiri arah cerita itu. Beda kalau cerita sama orang yang bikin kita berargumen. Tapi bukan berarti kami ngga butuh orang-orang atau temen ya. Kami sangat setia dalam hubungan persahabatan. Pendengar yang baik, dan pemberi nasihat yang baik juga.


Kalau orang-orang kebanyakan lebih memilih hang out bareng temen-temen itu disebut liburan dan refreshing, buat kami, buku bacaan ringan adalah surganya pikiran kami. Kami bisa bertahan berjam-jam dengan sebuah atau dua buah, atau beberapa buah buku dan teh hangat, dan ditemani alunan musik.


Ngga enaknya punya kepribadian Introvert itu, kadang orang-orang suka mikir yang negatif tentang pribadi kita. Ada yang bilang kita sombong lah, egois lah, atau sampe antisosial. Tapi bagi kami, itu ngga terlalu jadi masalah. Karena walaupun kami selalu memikirkan bagaimana nilai kami di mata seseorang, kami tidak terlalu peduli bagaimana nilai itu.


SAFI


Jumat, 04 Juli 2014

Sosialisasi TIK

Seperti yang dijanjikan kemaren (dijanjikan?), kali ini gue akan nge-share pengalaman gue melanjutkan kegiatan pra-kuliah. Setelah PPSPPT Universitas tanggal 1 Juli kemaren, tanggal 3 Juli nya gue kembali dateng ke kampus (rajin amat puasa-puasa) untuk mengikuti acara Sosialisasi TIK (Teknologi Informasi dan Komputer). Narasumber kali ini berjumlah tiga orang yang tiga-tiganya dateng berbarengan. Bu Liana (kalo gak salah namanya), Pak Hengki, dan Bu Deti. Masing-masing dari mereka menjelaskan beberapa layanan online mahasiswa dan cara menggunakannya.

Pada giliran pertama, Bu Liana menjelaskan tentang website kampus dan segala keeksissan kampus serta prestasi-prestasi yang udah dicapai sejak berdiri (agak mirip-mirip sejarah gitu deh) yang malah bikin gue ngantuk. Tapi keren juga kampus ini. Semua kegiatan perkuliahan bisa ditanganin dengan menggunakan internet dan secara online. Just click.

Sesi kedua diisi oleh Bu Deti dengan pengarahan tentang studentsite yang harus dimilikin sama semua mahasiswa. Beliau (ciie) menerangkan cara membuat dan menggunakan layanan studentsite yang punya fitur-fitur seperti: Jadwal Kuliah, Jadwal Ujian, BAAK, Daftar Sidang Online, V-Class, Seminar, dan lainnya deh.

Sesi terakhir diisi oleh narasumber paling ganteng hari itu. Pak Hengki. Dia harusnya bawain materi tentang blog. Karena salah satu media untuk pembelajaran, mahasiswa (ngga tau wajib atau sunnah ya) untuk punya blog sendiri. (gue punya!!). Tapi Pak Hengki ngga cuma membahas Blog. Justru menurut gue dia lebih banyak ngasih masukan dan motivasi daripada pengetahuan tentang blog. Dan kenapa gue lebih banyak menceritakan tentang bapak ini? (bukan karena dia cowok loh) tapi karena dia yang paling enak bawain materi (asik dah). Dan dia juga bilang "Saya ngga mau ngebahas cara bikin blog, soalnya kalian pasti udah lebih bisa beberapa langkah dari kami. Saya cuma mau ngasih tau, apa pun yang kalian posting di blog, pastikan kalian sudah memikirkan (menunjuk dua titik di badannya: Pikiran/otak dan Hati).."

Well, pertemuan gue tanggal 3 itu engga terlalu lama seperti PPSPPT Universitas di tanggal 1 kemaren. Tapi kami para Maba angkatan 14/15 masih harus menuntaskan kegiatan pra-kuliah di bulan September nanti dengan acara terakhir PPSPPT Fakultas.

SAFI^

Rabu, 02 Juli 2014

PPSPPT Universitas

Kali ini gue mau nge-share pengalaman pertama gue masuk Universitas. Di kampus yang gue pilih ini emang ngga diadain yang namanya OSPEK. Tapi sebagai acara sosialisasi dan pengenalan program kampus serta kegiatan akademik dan administrasinya, di kampus ini diadakan PPSPPT, atau kepanjangan dari Pengenalan Program Studi dan Proses Pendidikan Tinggi. Awalnya gue kira setelah mengambil undangan untuk mengikuti PPSPPT pada tanggal 1 Juli 2014, udah. Jadwal PPSPPT nya sehari doang. Tapi ternyata setelah menghadiri acara tanggl 1 Juli itu, kami (Para Mahasiswa Baru) diharuskan mengikuti dua kegiatan lainnya. Sebelum gue lanjut ke acara selanjutnya, gue ceritain dulu PPSPPT hari pertama pada tanggal 1 Juli.

PPSPPT Universitas

Tanggal 1 Juli 2014. Gue adalah satu dari kira-kira tiga ratus orang Maba yang dateng di PPSPPT Universitas pada tanggal 1 Juli 2014. Setelah tiba di Kampus, gue langsung bertanya sama Pak Satpam dimana Gedung Auditorium yang gue tuju, naik beberapa lantai dengan Lift, gue tiba dan langsung (ngikutin orang-orang) absen dan dibagikan selembar kertas kecil berisikan Lirik Lagu Mars Kampus dan gue pun disuruh menulis kelompok (yang entah awalnya untuk apa) dan jadwal yang berupa angka romawi dan huruf.

Acara pertama dibuka dengan sambutan selamat datang dari seorang Ibu Direktorat Diploma 3 (yang belum gue hafal namanya) yang dipanggil Bu Novi. Sebagai Maba yang masih unyu-unyu, kita bertiga ratus masih malu-malu dan diem aja waktu Bu Novi menyapa. Bisa dibayangin kan jangkrik yang bersuara akan seperti apa?

Acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Mars Kampus yang dipimpin sama salah satu anggota Paduan Suara Kampus itu. Awalnya gue kira bakal ada banyak armada anggota Paduan Suara yang ngebimbing buat nyanyi. Tapi ternyata cuma ada dua orang. Dan mereka juga ngga bisa bikin suasana tiga ratus maba jadi hangat. Jangkrik lagi lah yang berbunyi nyaring, bukannya lantunan Mars Kampus—yang ngga tau cuma gue doang yang mikir gini atau semuanya, tapi Mars-nya ngga terdengar semangat.

Selanjutnya, giliran dari anggota Teater yang pamer kebolehan. Dan mulai dari sini lah suasana menjadi hangat karena kakak—mc dari kelompok teater—itu kocak banget. Tapi gue juga ngga ngerasa tersanjung banget sama penampilan teaternya sih. Mereka nampilin musikalisasi puisi yang menurut gue terlalu sedih dan terkesan membosankan. (tau lah ya, yang melow-melow gitu bukan selera gue).

Acara berlanjut dengan mengisi kuisioner tentang minat kita masing-masing. Cuma ngabisin waktu 2 menit kok.

Selanjutnya yang paling penting dan ribet (belum semuanya gue ngerti) adalah penjelasan mengenai BAAK dan PSMA kampus yang kebanyakan dilakukan secara online. Dua orang ibu-ibu dan bapak-bapak menjelaskannya dengan tempo QuickSilver bro. Tapi dikit-dikit gue ngerti lah ya. Seengganya gue nangkep kapan harus bikin KRS (Kartu Rencana Studi), Daftar Ulang, dan bayar kuliah.

Nah, tibalah ke saat puncak acara hari itu. Pengarahan yang disampaikan langsung sama Wakil Rektor Kemahasiswaan yang jadi Bos-nya kegiatan Penerimaan maba di Kampus itu. Cewek Loh Wakil Rektor yang satu ini. Ibu ini menjelaskan kegiatan yang akan kita jalanin selama PPSPPT. Dan saat itulah gue baru tau kalo yang gue jalanin itu (tanggal 1 Juli) adalah PPSPPT Universitas yang masih bersifat global. Ternyata masih ada lagi yang harus kita ikutin. Yaitu Sosialisasi Teknologi Informasi dan Komputer, dan PPSPPT Fakultas. Untuk Sosialisasi TIK gue dapet jadwal pada hari Kamis, 3 Juli 2014. Dan untuk PPSPPT Fakultas gue dapet jadwal hari Jum’at 19 September 2014.


Udah ketebak kan gue menginjakkan kaki di kampus mana?

SAFI^

Sabtu, 28 Juni 2014

The Fault In Our Stars

Waaa akhirnya dapet juga tiket buat nonton The Fault In Our Stars. Bioskop rame sama anak-anak yang mau nonton Transformer (gue belom nonton). Baru masuk kira-kira jarak 3 meter dari pintu, antrian udah menyapa. Shittt.. Untungnya masih bisa dapet di row A dan angka 13 yang gue pilih untuk nonton ini.

Well, dapet jadwal ketiga. Setelah gue beli tiket, gue pun harus nunggu kira-kira satu jam.
Let's see. Katanya film ini bisa bikin nangis bombay. Kita liat seberapa basahkah gue nanti.

Ough, dan sesuatu pun terjadi. Saat gue lagi nunggu pintu studio dibuka, gue sambil bbman sama Kakak gue yg bawel untuk belanja kebutuhan ramadhan.
Entah gue yg gak denger atau emang ngga ada, gue ngga denger suara cewek yg biasa ngumumin klo teater udah dibuka. Jadwal yang tadinya jam 18.05 pun, gue baru masuk di jam 18.10. Duhhh.. Saking ngga maunya kelewatan banyak bagian lagi, (sedikit berharap ada iklan) gue pun menyusuri bangku bioskop dengan setengah berlari. Hasilnya pun gue sedikit tersandung anak tangga. Hufftt jadi sedikit nyesel milih di row A (paling atas broo!!).

Selama menonton, gue masih agak kesel sendiri sama diri gue. Tapi film mulai serius dan gue mulai nanggep jalan ceritanya.
Yang gue tonton dari sini:

Hazel adalah seorang pasien penyakit kanker yang menjalani kehidupannya dengan kesedihan karena takut nantinya dia akan dilupakan setelah meniggal. Hazel ikut kelompok kanker dengan terpaksa karena suruhan orang tuanya. Pada pertemuan berikutnya dia ketemu sama Isaac dan Augustus yang riang dan hidupnya mulai berubah saat dia mulai deket sama Gus.

Hazel penyandang kanker paru-paru, sedangkan Gus sebelah kakinya diamputasi (gue lupa nama penyakitnya).
Hazel dan Gus berteman baik dan saling berbagi hobi. Hazel pun merekomendasikan sebuah novel kesukaannya yang sudah dia baca berkali-kali yang bercerita tentang seorang gadis penyandang kanker leukemia yang bertahan hidup. Tapi sipenulis novel menggantung ending dari cerita di novel itu. Rasa penasaran Hazel dateng, dia mulai ngirim email ke sipenulis atas saran dari Gus karena semua surat pos yang Hazel kirim ke sipenulis ngga pernah ada yang dibales. Akhirnya mereka berdua pun punya satu mimpi yg sama, ke Amsterdam buat ketemu sipenulis dan tau ending dari cerita itu.

Gus menggunakan permintaan terakhirnya untuk menemani Hazel ke Amsterdam. Awalnya rencana mereka ke Amsterdam sempet hampir gagal karena Hazel mendadak kambuh dan keadaannya ngga memungkinkan. Tapi akhirnya ibunya pun mengizinkan Hazel pergi.

Setelah ketemu sama sipenulis (Peter Van Houten), ternyata respon sipenulis ngga seperti apa yang dibayangkan Hazel dan Gus. Mereka kecewa karena ngga bisa dapetin jawaban yang mereka cari. Ternyata penulis favorit mereka berdua cuma seorang pemabuk dan cerita yg ditulisnya cuma fiksi.

Karena merasa ngga enak sama Hazel dan Gus, asisten sipenulis (gue lupa namanya) pun mengajak mereka ke Anne Frank's house (semacam museum gitu). Dan setelah itu, Hazel pun bisa nerima perasaan Gus yang sayang sama dia. Dia jujur kalo dia juga sayang sama Gus.

Setelah pulang dari Amsterdam, Gus sekarat dan kritis. Dia minta Hazel dan Isaac untuk membuatkannya pidato kematian dan membacakannya agar dia bisa menghadiri pidato kematiannya sendiri. Delapan hari kemudian Gus pun meninggal. Tapi dia sudah meninggalkan kenangan yang gak akan pernah dilupain Hazel. Walaupun sedih, Hazel sudah belajar banyak dari Gus yang periang untuk menjalani hidupnya (walaupun singkat) dengan ceria. Gus mengubah Hazel menjadi lebih cewek yang lebih kuat.

Saat pemakaman Gus, Peter Van Houten hadir Dan nemuin Hazel. Dia memberikan secsrik kertas yang katanya jawaban dari semua pertanyaannya dulu. Tapi karena Hazel udah terlalu sakit hati, dia ngga mau baca Dan langsung mengusir sipenulis.

Isaac berkunjung ke rumah Hazel untuk mnyampaikan perasaan turut berduka citanya. Dan dia pun menjelaskan bahwa surat yang dikasih ke hazel dari sipenulis itu sebeernya adalah surat yang ditulis Gus krpada sipenulis berisi pidato kematian dari gus unuuk hazel. Hazel langsung mencari-cari surat itu fan membaca pidato Gus untuk Hazel. Okay.

Gue gak hafal pidatonya sih. Tapi yang Pasti isinya Bikin hazel tambah semangat dalam menjalani hidupnya.

Dan kalian tau?? Gue sama sekali ngga nangis (cuma sempet berkaca-kaca aja sih), gue udah sering dengerin sountrack yang mengiringi jalannya cerita. Dan gue pun udah terlalu biasa sama tokoh yang diperanin Shailene Woodley dan Ansel Elgort di film Divergent. Yaa, tapi lucu juga orang di kanan-kiri gue jadi pada pilek abis nonton ini. Sekarang giliran lo! Hehe ayo tonton film ini. Ngga nyesel deh. Karna walaupun film ini katanya sedih, banyak bagian yang bikin ketawa dan terharu sekaligus.


Cek Trailer:

This entry was posted in

Selasa, 24 Juni 2014

The Vamps

Satu lagi cowok-cowok yang 'keluar' dari jalur Boy Band yang sekarang lagi meledak-ledak kayak petasan. Band bernama THE VAMPS ini awalnya gue kira mereka ada hubungannya sama film Vamps yang tentang vampir-vampir gitu (jadi ilfil kan), ternyata pas coba ditelaah dan ngubek-ngubek google, nemu deh lagu yang mereka nyanyiin ternyata KEREN ABISSS!!! hahaha. Dan pastinya ngga ada hubungannya sama vampir sama sekali.

The Vamps berasal dari British dan dibentuk pada tahun sekitar 2012-an. Terdiri dari tiga orang cowok, Bradley Simpson (lead vocal and guitar), James McVey (lead guitar and vocal), dan Tristan Evans (lead drums and vocal). Konsep mereka mungkin hampir sama seperti 5SOS yang semua personilnya nyanyi, tapi ngga sesering 5SOS. Kebanyakan emang Brad lah yang nyanyi.

Lalu mereka kedatangan satu cowok kece lagi untuk menambah personil mereka untuk melengkapi posisi lead bass. Connor Ball adalah cowok paling muda dan paling baru di The Vamps.

Bradley Simpson


Cowok yang lahir tanggal 28 Juli 1995 ini punya nama asli Bradley Williams Simpson. Kalo diliat-liat, Brad mirip banget ya sama Harry Styles. hehehe.


James McVey

James Daniel McVey lahir pada 30 April 1994. Kalo yang ini menurut gue mirip sama personil 5 Second of Summer yang namanya siapa hayoo?? Yups, Luke Hemmings.
 

Tristan Evans

Tristan Oliver Vance Evans lahir tanggal 15 Agustus 1994. Dia megang instrumen Drum di band ini. Tapi, dia juga bisa main gitar dan piano. Keren yaa. Selain itu, menurut gue, dia itu punya senyum yang gak kalah manis (mirip malah) sama James Franco.

kalo lagi ketawa begini, jadi makin mirip ya sama James Franco
Connor Ball

Connor Samuel John Ball. Paling muda yang lahir pada tahun 1996 di tanggal 15 Maret. Menurut gue, bassist band ini punya muka yang percampuran antara Nial Horan sama Daniel Radcliffe! Hehe. Imut banget walaupun dia ngga tinggi-tinggi amat. 


Kalo dari keempat personil The Vamps diatas, gue paling suka sama Brad. Karena suaranya bikin merinding. Aihh. Cakep banget juga lagi. But over all, they're amazing!!

Nih, tambahan. Gue kasih keempat lagu mereka yang udah di buat Video Clip nya. Dijamin langsung jadi fans-nya The Vamps deh. Favorit gue yang Wild Heart. Kalo lo?

The Vamps - Can We Dance


The Vamps - Wild Heart

The Vamps - Last Night

The Vamps - Somebody To You Feat. Demi Lovato

Rabu, 18 Juni 2014

Grand Final SUCI 4

Udah pada nentuin bakal dukung siapa di Grand Final Stand Up Comedy Indonesia 4???

Oke, setelah Dzawin menyabet juara tiga, sekarang tinggal tersisa Abdur dan David.

                                                  Abdur
           Abdur ini kontestan yang audisi di Kota Malang. Dia berasal dari NTT (kalo ngga salah) pokoknya dari Timur deh. Ciri khas dialek yang dipakainya saat open mc emang keras banget. Tapi materi yang dibawainnya emang menyentuh dan banyak singgungan politik, moral, dan pokoknya keren deh materi yang dibawainnya selalu ngasih pesan yang dalem. asiikk. Dia adalah comic yang paling sering jadi komika favorit setelah Dodit close mc (huhuhu).










David
         Di kenal dengan nyai Lover nya, David ini komika asal Betawi yang sering menjadikan Nyai (Neneknya) sebagai bahan lucu-lucuan saat open mc. Selain lucu, dia juga punya materi yang berbobot dan mendidik dengan gaya khas logat Betawi nya yang kental.








Jadi, pilih mana?
Betawi atau Timur???

Rabu, 11 Juni 2014

Song List: Reading Book

Sebenernya jujur aja nih, gue lagi bingung mau nulis apa disini. Tapi tiba-tiba ada yang nyalain lampu di atas kepala gue--Trriingg!!

Gue mau berbagi aja deh lagu-lagu yang sering gue dengerin sebagai backsound saat baca buku. Song List ini gue contek langsung dari Playlist HP gue. Hope you like it Too.


1. Avril Lavigne - Get Over It

2. Avril Lavigne - I'm With You

3. Ed Sheeran - All of The Stars (OST. TFiOS)

4. Paramore - The Only Exception

5. Evanescene - My Immortal

6. Taylor Swift - You Belong With Me

7. Taylor Swift - Mine

8. Beyonce - If I Were a Boy

9. Vanessa Carlton - A Thousand Miles

10. Avril Lavigne - When You're Gone

11. Zedd - Clarity feat. Foxes

12. Zedd - Find You feat. Matthew Koma & Miriam Bryant

13. The Script - The Man Who Can't Be Moved

Urutan lagu di atas ngga nunjukin peringkat loh ya. Semuanya biasanya gue dengerin secara random.

Jumat, 06 Juni 2014

Tips Menangani Susah Tidur

Susah tidur adalah keadaan dimana seseorang merasa gak nyaman sama tidurnya karena kualitas tidur yang buruk. Dimulai dengan kurang tidur, tempat tidur yang gak nyaman, sampe mimpi buruk. Kali ini gue mau ngasih beberapa tips untuk meningkatkan kualitas tidur.

1. Minum Susu
    Untuk sebagian orang, minum susu adalah kebiasaan wajib sebelum tidur dan bangun tidur. Tapi sebagian sisanya menganggap minum susu hanyalah untuk bayi dan anak kecil. Susu bersifat menenangkan pikiran dan menghangatkan tubuh, Jadi gak ada salahnya kalo lo lagi susah tidur, sebelum tidur lo minum dulu segelas susu hangat.

2. Pisang
    Loh, kok Pisang? Ya, seinget gue sih, pisang itu punya beberapa kandungan yang membuat si pemakan ini lebih cepet ngantuk. Selain itu, pisang juga bersifat mengenyangkan. Jadi, bisa jadi, pisang juga membantu kita tidur dengan nyaman dan lelap.

3. Dengerin Musik
    Dengerin musik kesukaan menjadi salah satu cara untuk kita bisa menuju alam mimpi yang indah. Karena musik kesukaan biasanya bikin kita nyaman dan secara gak sadar, mengantar kita tidur. Musik bisa apa aja, yang penting kita suka dengerinnya dan merasa nyaman begitu ngedengerin.

4. Baca Buku
    Kalo masih belom ngantuk juga, coba deh ambil buku terus lo baca. Gak nuntut mesti buku apa kok. Tapi untuk sebagian orang, baca buku lama-lama akan bikin ngantuk. Terutama buku pelajaran gitu deh. Ayo ngaku yang kalo lagi pelajaran di kelas suka tidur.

Intinya, kalo emang mau cepet tidur atau mendapatkan tidur yang berkualitas, kita harus menyiapkan segala unsur yang kita butuhkan. Ya, paling engga tenangin perut dengan makan, pikiran dengan santai, dan tempat tidur dengan menatanya semenarik dan senyaman mungkin. Poster, gambar, atau tulisan-tulisan kesukaan juga bisa membantu bikin kita nyaman di tempat tidur loh.

Ini lagu kesukaan gue sebelum tidur. Paramore - Brick By Boring Brick


Kamis, 05 Juni 2014

Maleficent

Rabu, 4 Juni kemaren gue kembali silaturahmi ke XXI Kalibata.
Menurut pencarian di situs 21Cineplex, film Maleficent itu film yang ditunggu-tunggu dan wajib ditonton.
Begini cerita yang kira-kira gue tangkep dari nonton kemaren.

Maleficent itu adalah seorang peri pohon di kerajaan Moors, kerajaan yang damai dengan segudang makhluk luar biasa hidup di dalamnya. Kerajaan Moors punya tetangga kerajaan Manusia (yang gue lupa namanya). Saat itu, ada seorang anak laki-laki yang mencuri (kayak semacam batu mulia) dari sungai kerajaan Moors. Akhirnya Maleficent pun berkenalan dengan anak bernama Stefan itu.

Sampai usia 16, Maleficent menjalin hubungan seperti sepasang kekasih dengan Stefan. dan tepat di ulang tahunnya, Stefan memberikannya ciuman cinta sejati. Tapi sampai waktu yang lama, Stefan tidak kembali mengunjungi Moors untuk bertemu dengan Malelficent.

Akhirnya Stefan kembali ke Moors dan menemui Maleficent. Ia mendapat tugas dari kerajaan untuk membunuh Maleficent jika ia ingin menjadi Raja. Akhirnya karena gak tega, Stefan hanya memotong sayap Maleficent dan membawakannya pada Sang Raja. Sang Raja yang telah mengira Maleficent telah terbunuh pun menikahkan putrinya dengan Stefan, lalu setelah Sang Raja meninggal, Stefan lah yang memimpin kerajaan.

Raja Stefan dan Ratunya telah memiliki anak. Dan saat pembaptisan Maleficent datang lalu mengutuk Aurora (Anak Raja Stefan) jika ia tertusuk jarum pintal sebelum mencapai umur 16, ia akan tertidur bagai mati sebelum ia mendapatkan ciuman cinta sejatinya.

Lalu Aurora dibesarkan oleh tiga peri di hutan dan Raja Stefan memerintahkan kerajaan untuk membakar semua jarum pintal yang ada untuk mencegah kutukan itu terjadi.

Tanpa disadari siapa pun, ternyata Maleficent ikut andil dalam merawat Aurora. Ia selalu melindunginya. Maleficent merasa sangat menyesal dengan kutukan yang ia berikan pada Aurora. Ia berusaha mencabutnya, tapi tetap tidak bisa. Sampai akhirnya kutukan itu terjadi saat Aurora tertusuk jarum pintal.

Maleficent mengirim Philip ke kerajaan Raja Stefan untuk mencoba menghapus kutukannya pada Aurora. Namun ternyata Philip (yang pernah ditemui Aurora di hutan) tidak bisa menghapusnya. Dengan amat berat hati dan penyesalan, Maleficent akhirnya yang mencium kening Aurora. Dan kutukan pun terangkat.

Raja Stefan tidak mau mengerti bahwa Maleficent telah berubah pikiran dan menghapuskan kutukannya, akhirnya mereka berduel dan Raja Stefan meninggal.

Setelah peninggalan ayahnya, Aurora pun memimpin dua kerajaan yang akhirnya damai.

Oke. Kalo yang mau nonton sendiri film nya, jangan baca ini SPOILER abis. Hehe Sorry peringatannya belakangan.

SAFI^


Dibintangi oleh dua wanita cantik. Angelina Jolie dan Elle Fanning.



This entry was posted in