Tampilkan postingan dengan label Otaku's Room. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otaku's Room. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 November 2017

There's A Reason - Konomi Suzuki (Soundtrack No Game No Life: Zero | 2017)


Seperti biasa, setelah memposting review ber-spoiler dari film nya (disini), gue sekarang akan membahas lagu soundtrack dari Movie Anime No Game No Life: Zero.

Main song di film ini adalah sebuah lagu dari penyanyi Konomi Suzuki dari album bertajuk Lead, judulnya There's A Reason.



Menurut gue lagu ini fit in banget sama film nya. Gini nih lagunya. Intronya itu loh, membius banget. Ditambah suaranya yang imut-imut gimanaa gitu.



Sekarang coba dengerin pas udah dimasukin ke dalam trailer nya ya.



Kalo nonton filmnya aja udah bikin baper, dengerin lagu ini juga bikin tambah baper loh. Entah kenapa ya akhir-akhir ini soundtrack kok pada bikin baper semua. Kalo di film ini sih jelas menceritakan kisah cinta tragis antara Riku-Schwi.



--D Ark R Ain Bow--

Rabu, 01 November 2017

No Game No Life: Zero | 2017


Masih pada inget duo bersaudara Sora dan Shiro kann??

Yupps bener banget

'Kouhaku--Blank'

Ngga kosong juga sih sebenernya. Dua saudara tidak sedarah Sora dan Shiro yang sudah berhasil mengembalikan kedamaian di Elkia ini sedikit sekali loh muncul di film terbarunya No Game No Life: Zero.


Film ini tayang di Indonesia mulai tanggal 25 Oktober kemarin. Dan gue langsung buru-buru nonton dong. Berhubung belum ada anime yang bertahan lama di bioskop selain Sword Art Online Ordinal Scale bulan Maret kemarin. Apalagi udah ada antrian film Fireworks, jadi harus gercep.

-----

Nah, kenapa gue bilang di film ini Sora dan Shiro cuma sedikit banget munculnya?

Karena film ini bercerita tentang sebuah sejarah Perang Abadi di Elkia 6.000 tahun sebelum era Sora dan Shiro dimulai.

Teto (Rie Kugimiya) dan Izuna (Miyuki Sawashiro) sedang bermain catur. Lebih tepatnya sih Izuna lagi menerima kekalahannya atas Teto. Lalu disitu Teto mulai cerita soal legenda yang sudah dilupakan orang-orang di Elkia namun tak bisa dilupakannya. Cerita tentang perang abadi bangsa Elkia 6.000 tahun lalu.



Dunia sedang dalam keadaan sangat memprihatinkan. Perang terjadi dimana-mana. Dan sebagai ras paling lemah, manusia hanya bisa kabur untuk bertahan hidup dari para ras lain yang saling melemparkan serangan.

Pemimpin bangsa Manusia, Riku (Yoshitsugu Matsuoka-doi juga pengisi suara Kirito) bersama dengan dua temannya sedang mengeksplor bagian dari reruntuhan yang ditinggalkan bangsa Dwarf. Tapi sayangnya salah satu dari mereka harus mati untuk menyelamatkan yang lainnya.

Di pemukiman, Corone (YĆ“ko Hikasa) sedang mengajarkan anak-anak menulis termasuk Nonna (Yuka Iguchi), anak dari Ivan (yang mati di reruntuhan bangsa Dwarf). Nonna emosi ketika Riku kembali ke pemukiman dan mengatakan kalau ayahnya meninggal dunia, telah memicu temperamen Riku yang langsung membuatnya frustasi. Ia merasa kalau perang ini tidak bisa dihentikan dan bangsa manusia hanya bisa menghindar untuk bertahan hidup. Sejak saat itu, Riku berkelana seorang diri.

Sampailah dia pada sebuah bagian yang diyakini adalah milik bangsa Elf. Karena selain tanah lapang itu, tempat sekitarnya telah hancur berantakan. Dan disanalah pertama kalinya Riku bertemu dengan seorang ex-machina.

Seorang ex-machina berbentuk robot perempuan ini menganalisa Riku lalu menciumnya. Ia mengatakan kalau dirinya ingin mempelajari cara kerja hati manusia. Namun Riku menolak, karena ex-machina tidak pernah bekerja sendirian. Kalau salah saja menyerangnya, para ex-machina lain akan datang dan menyerbu. Tapi ex-machina itu mengatakan kalau dirinya sudah tidak terhubung lagi dengan yang lainnya, artinya dirinya merupakan seorang ex-machina yang terbuang. Dengan tantangan permainan catur, ex-machina itu berhasil membuat Riku menyanggupi permintaannya. Riku membawa ex-machina tersebut ke pemukimannya.

Sebelum mengenalkannya pada orang-orang di desa, Riku meminta ex-machina itu menyesuaikan diri dengan kepribadian yang lebih manusiawi. Dia disuruh memilih sebuah nama yang manusiawi pula agar tidak aneh karena namanya berupa deretan angka-angka ordinal. Lalu ex-machina perempuan itu pun memilih nama Schwi (Shuvi--Ai Kayano). Riku sangat terkejut ketika Shuvi mengganti cara bicaranya menjadi sesosok yang sangat kawaii menurutnya.

Singkat cerita, semenjak Shuvi ikut dengan Riku dan mengatakan bahwa dia jatuh cinta pada Riku, mereka selalu berdua kemana pun mereka pergi. Riku sekarang menjadi lebih unggul dengan segala informasi yang diberikan Shuvi mengenai perang dan bagaimana cara menghentikannya.



Sampai akhirnya Riku melamar Shuvi. Saat itu Shuvi tidak menyangka dan menyangkal kalau mereka tidak mungkin bisa bersama selamanya. Shuvi hanyalah sebuah robot yang tidak hidup dan bukanlah manusia, Shuvi tidak bisa memberinya keturunan dan semacamnya. Bahkan Shuvi mengatakan kalau dirinyalah yang menghancurkan kampung halaman Riku, bangsa manusia. Namun secara mengejutkan, Riku berkata bahwa dirinya sudah mengetahui hal itu dan memilih untuk tidak peduli dan tetap mencintai Shuvi, lalu mereka memutuskan untuk menikah di hadapan kakaknya, Corone yang kini telah ditunjuk untuk memimpin bangsa manusia.

Setelah menikah, Riku dan Shuvi melanjutkan rencana mereka. Karena peradaban manusia telah diserang dan pemukiman sudah pindah, Riku memiliki rencana untuk menjadi 'hantu' dan menipu para bangsa lain untuk saling menyerang di benua lain yang jauh dari peradaban manusia yang selamat. Namun perlahan, tubuhnya mulai rusak akibat menelan terlalu banyak asap hitam. Ia terpaksa kehilangan sebelah tangan dan wajahnya pun terluka parah. Ia juga tidak istirahat dengan cukup.

Akhirnya Shuvi menyuruhnya untuk istirahat sehari penuh sementara dirinya menjaga Riku. Riku meminta Shuvi untuk menggenggam tangannya selama dia tertidur. Shuvi melakukan yang diperintahkan Riku. Namun setelah Riku terlelap, Shuvi meninggalkannya dan meneruskan rencana mereka seorang diri dengan mengambil alih senjata milik ex-machina untuk menghancurkan matahari sesaat setelah para bangsa lain saling melemparkan senjata mereka.



Saat itu Shuvi baru saja berhasil mengambil alih 1 unit dari 9 unit yang tersisa. Ketika seorang bangsa Elf Flugel tiba-tiba datang dan menyerang dirinya. Elf Flugel bernama Jibril (Yukari Tamura) itu menyerangnya habis-habisan sampai Shuvi terluka parah dan tidak dapat melawan lagi. Akhirnya terpaksa Shuvi menghubungi ex-machina lain untuk meminta bantuan. Tapi karena dirinya sudah menjadi robot ex-machina yang terbuang, pangkalan pun tidak mau membantu. Namun Shuvi terus mengirimi mereka sinyal bantuan dan mengatakan kalau dirinya telah berhasil memahami cara kerja hati manusia. Akhirnya pemimpin pasukan ex-machina menerima permintaanya dan segera mengirimkan bala bantuan dalam waktu 251 detik. Maka dalam waktu itu, Shuvi harus bisa bertahan dari serangan Jibril sampai mereka tiba.

Akhirnya bantuan dari pangkalan ex-machina tiba dan menyerang Jibril namun sayangnya, Shuvi tidak selamat. Tubuhnya hancur dan sama sekali sudah tidak berfungsi lagi. Sedangkan Jibril tubuhnya menjadi menciut karena serangan yang dilakukannya menghabiskan terlalu banyak energinya. Belum lagi serangan balasan dari bangsa ex-machina lainnya. Tapi dia tidak mati. Dan disini gue berusaha sekuat mungkin untuk ngga nangis di bioskop (karena gue nonton sendiri dan rada malu sih kalo nangis gada temennya) gue ngerasa ngga adil aja, kenapa Shuvi mati sedangkan Jibril ngga, padahal yang bermasalah itu Jibril.

Tepat saat itu Riku terbangun dari tidurnya dan menemukan kalau Shuvi tidak ada lagi disisinya. Ia didatangi oleh sorang ex-machina lain yang membawa pesan dari mendiang Shuvi. Riku sangat sedih karena Shuvi sudah mati. Namun ex-machina itu mengatakan bahwa para bangsa ex-machina yang lainnya akan membantu Riku dalam memenangkan perang ini. Lalu Riku melanjutkan rencananya bersama Shuvi dibantu dengan bangsa ex-machina.

Nah, klimaksnya nih, semua bangsa saling melemparkan senjata. Termasuk bangsa ex-machina. Sampai muncullah, sebuah kotak yang jika seseorang berhasil mendapatkannya, maka ia yang akan menjadi pemimpin Elkia. Riku sudah mempersiapkan diri untuk mengambilnya, namun dia ternyata tidak berhasil dan yang mendapatkannya adalah Teto. Disitulah ia percaya bahwa dewa permainan itu memang ada. Bahwa selama kecil ia tidak hanya membayangkan Teto.

Riku mati. Dunia ditata ulang. Dan Teto menambahkan beberapa peraturan permainan yang telah dibuat oleh Riku.

Latar kembali ke waktu dimana Sora dan Shiro sedang berlari menghampiri Izuna. Dan menurut gue percakapan mereka (sekali lagi) made my day!

Sora: "Izuna-chan, ternyata kau disana. Kau harus berhati-hati terhadap orang-orang jahat yang akan menculikmu." *sambil berlari lalu memeluk Izuna*

Izuna: "Seperti kau misalnya?"

Shiro: *Ikut memeluk Izuna* "Atau orang seperti aku."

Dan yah, Sora dan Shiro cuma muncul di epilog film ini.



Disini keliatan banget kalo si Riku itu mirip banget sama Sora dan Shuvi mirip banget sama Shiro. Pengisi suara untuk mereka berdua pun masih sama. Dan untuk yang lain juga begitu. Jadi semuanya kayak semacam reinkarnasi aja. Kecuali Jibril yang emang itu adalah dia yang sejak 6.000 tahun.

Menurut gue, film ini cukup bagus dan entertaining. Meskipun jujur gue agak kecewa karena emang Sora dan Shiro tidak banyak ambil bagian film ini. Gue pikir mereka akan muncul seengganya Teto ngasih tau ke mereka soal sejarah ini. Tapi ternyata engga.

Untuk kualitas gambar dan animasinya oke banget. Waktu perang dan ledakan-ledakannya juga oke. Tapi lagi-lagi menurut gue perang inti saat semua bangsa saling lempar senjata itu masih kalah dengan pertarungan Shuvi-Jibril yang logikanya itu cuma kecil aja kalo dibandingin perang semua bangsa. Tapi pertarungan Shuvi-Jibril divisualkan lebih baik daripada perang antar bangsa.

Jadi, gue cukup sekali aja deh nonton film ini. Yang penting udah melepas kangen sama Sora dan Shiro. Dan kisah Riku-Shuvi tragis banget. For me, this is around 3.5/5




Jaa ne~


--D Ark R Ain Bow--

Jumat, 15 September 2017

BANKA by illion, Sountrack Tokyo Ghoul Live Action


Moshi-moshi Guru (ghoul) Lovers!!

Di postingan kali ini gue merasa kayak flashback sama postingan gue yang ini Aiko - Koi Wo Shita No Wa | Sountrack Koe No Katachi perasaan dan suasananya sama. Waktu gue nulis Post itu gue juga sambil dengerin lagunya yang bikin hanyut. Jadi makin berasa feel nya.

Nah, sementara untuk lagu sountrack yang satu ini gue sempat salah menerka. Gue pikir lagu berjudul BANKA ini milik RADWIMPS. Ngga sepenuhnya salah sih. Karena ternyata lagu ini memang dinyanyikan oleh vokalis dari band yang membuat kita nangis bombai gara-gara lagu-lagunya di film Kimi No Na Wa itu.



Penyanyi BANKA adalah illion. Yaitu sebuah project solo dari Yojiro Noda, vokalis band RADWIMPS. Buat yang mau ngepoin illion, monggo klik disini. Buat yang kepo sama postingan gue soal Tokyo Ghoul Live Action, silakan mampir ke Tokyo Ghoul Live Action | 2017


Silakan cek dibawah ini untuk ikut hanyut sama lagu kece ini.


Gue cukup lama juga ngubek-ngubek Youtube sampe akhirnya nemuin versi Original dari lagu yang jadi Sountrack film Tokyo Ghoul Live Action ini. Judulnya sendiri berarti 'sajak sedih'. 

Nyontek di sini, kira-kira setelah gue copas ke Google Translate (dengan sedikit penyesuaian) arti dalam bahasa Indonesia nya begini:



Aku dipeluk oleh perasaan seperti itu sehingga aku tidak bisa menyelamatkan sesuatu dengan kata-kata

Seluruh dunia menghubungkan tangan dan melewati jalanku

Daya tarik dari salah satu sejenis kebohongan yang berlangsung saat masih kecil

Apakah itu turun sekarang? Aku tidak mengerti bagaimana agar dimaafkan

Kau mendengar sebuah suara, bukan? Kau seharusnya sudah tahu

Tempat kesedihan datang Ketika kau selalu membelakangimu

Jangan bersandar pada cinta 

Jangan beritahu cinta

Jangan memaksakan diri

Mengapa kamu segera bergantung? Kenapa kamu butuh lebih banyak?

Jangan menghalangi satu mata dengan hal-hal ambigu semacam itu

Aku bisa mengisap oksigen yang sama tapi aku tidak bisa bernapas sama

Jika itu adalah bunga sampai mati maka akan terbakar dengan benar sampai akhir

Ada kalanya kau bisa mengerti bagaimana meraih tangan daripada bertukar

Jadi kami ingin membicarakan tentang melepaskan tangan itu

Jangan bersandar pada cinta 

Jangan beritahu cinta

Jangan memaksakan diri

Mengapa kamu segera bergantung? Kenapa kamu butuh lebih banyak?

Aku tidak bisa menyelesaikannya bahkan jika aku menghabiskan seluruh hidupku

Dengan suara yang lebih keras daripada cinta dimana kau menari dalam cahaya samar daripada mimpi bernyanyi

Sekalipun terang itu bersinar buruk

Kami telah dipilih

Dengan suara yang lebih keras daripada cinta dimana kau menari dalam cahaya samar daripada mimpi bernyanyi

Meskipun baik tubuh maupun dunia ini menolakku

Aku memilih besok


Kirain ngga bakal ada yang fit dengan Tokyo Ghoul selain Unravel loh. And then, there is this song! Walaupun pas pertama kali denger lagu ini gue ngga ngerti liriknya (dan udah denger berkali-kalipun tetep ngga ngerti) tapi lewat syair dan nada demi nada yang main itu udah bisa bikin perasaan hanyut dan baper parah loh.


Jaa Ne~

--D Ark Rain Bow--


Kamis, 14 September 2017

Tokyo Ghoul Live Action | 2017


Based on The Worldwide Best Selling Manga


Juga, animenya yang selalu ditunggu-tunggu para pecinta serial ini. Sang author Sui Ishida sudah menghipnotis para otaku untuk jatuh cinta pada Ken Kaneki, seorang manusia yang hidupnya berubah sejak kencan pertamanya dengan seorang gadis bernama Rize Kamishiro.


Konnichiwa Minna!!

Siapa nih yang belum nonton Live Action dari Tokyo Ghoul?? Mau SPOILER? Mari baca sini.

Film yang udah ditunggu-tunggu sejak berita para cast nya ini pun membuat gue sangat excited banget! Gimana engga coba? Si cupu Kaneki akan menjadi 3D! HUAAAA OMG BRING IT ON PLEAASEEEEE!! #Oke sorry gue mulai fangirling lagi.




Untuk kalian yang udah baca manga dan nonton semua anime season 1 dari Tokyo Ghoul, cerita di film Live Action ini ngga jauh beda. Sama banget malah. Jadi ya udah ngga bisa dibilang Spoiler lagi sih sebetulnya. Toh kalian udah tau gimana ceritanya.

Yang menarik di film ini (menurut gue) adalah:


1. Cast-nya Niaaattt



Kenapa gue bilang kalo para pemain di film ini niat banget? Gue mau ngasih standing applause dulu buat bagian casting yang nyari para pemainnya. Sumpah ya ekspektasi gue terpenuhi sama film LA ini. Pemainnya semuanya mirip banget sama tokoh-tokoh yang ada di manga dan anime. 

Akting sang pemeran utama Ken Kaneki (Masataka Kubota) bagus banget. Dia bisa banget bawain karakter Kaneki yang agak gugup pendiam gitu. Dan pas udah jadi setengah ghoul pun dia bisa membawa imaginasi Ken Kaneki di manga jadi bener-bener hidup dan natural.


Kesan pertama liat YĆ» Aoi si ghoul cewek gila Rize Kamishiro adalah dia cantik banget. Mukanya polos innocent gitu. Tapi begitu menampakkan jati diri ghoul-nya, dia juga expert banget gitu. Masih dengan wajah cantiknya, dia kayak tipe-tipe cewek yandere. Manis tapi ganas mematikan.




Gimana sama Touka Kirishima yang diperanin Fumika Shimizu?? Wahh pertama kali liat poster muka cewek ini meranin Touka, gue agak doubt sama kualitas aktingnya. Oke make up dan hair do bikin dia mirip sama Touka. Tapi ternyata kualitas aktingnya juga bagus banget. Gue suka banget dia meranin Touka yang badass. Bener-bener hidup banget karakter Touka.

Intinya sih ya, semua pemainnya keren banget dan sesuai sama tokoh-tokoh di manga nya. Penyidik Mado (YĆ“ Ɣizumi), Tuan Yoshimura (Kunio Murai), Hide-Hideyoshi Nagachika (Kai Ogasawara), Kotaro Amon (Nobuyuki Suzuki), sampe Hinami Fueguchi (Hiyori Sakurada) semuanya sesuai sama ekspektasi.


2. Visual Effect 'Lumayan'

Salah satu pertanyaan yang terlintas di benak gue pas tau Tokyo Ghoul bakal dibikin Live Action adalah, 'seriously? with all of those blood and gore?'

Serius deh. Gue ragu banget untuk menerima kenyataan bakal ada LA dari cerita thriller macem Tokyo Ghoul. Tapi setelah beberapa waktu berikutnya dikeluarin trailer demi trailer, gue makin ngga sabar untuk nonton keseluruhan filmnya. Untuk efek Kagune para ghoul disini sih menurut gue udah bagus. Ya ala ala CGI Jepang lah ya. Tapi ada yang menurut gue kurang 'sreg' di bagian Rize kejatuhan bahan bangunan. Disitu efek nya keliatan kasar banget. Tapi untuk soal bantai membantai organ tubuh, boleh juga. Darahnya juga oke banget keliatannya.


3. 'niku-niku' Scene

Entah kenapa gue selalu menyebut adegan ini dengan 'niku-niku' atau 'daging-daging' scene. Disini Kaneki lagi kelaperan banget dan keluar dari rumahnya. Semua orang yang dia lewatin membuat rasa laparnya bertambah parah. Sampai akhirnya dia mencium bau makanan enak yang ternyata adalah seorang ghoul sedang menyantap mangsa mereka.




Yang ngga gue suka di 'niku-niku' scene di LA ini adalah, bagian dimana Kaneki tidak berteriak 'niku-niku' XD jadi agak gimanaaa gitu. Padahal ini adegan yang gue tunggu-tunggu.


4. Ending Film ini Ternyata cuma Sampai Kematian Penyidik Mado

Selama hampir 2 jam menonton film ini, gue terus menerka-nerka endingnya akan jadi seperti apa, klimaks yang bakal dipake yang mana, dan apakah Kaneki akan terlihat badass disini. Karena menurut gue alur ceritanya agak lambat. Saat-saat dimana Kaneki mulai menerima dirinya yang menjadi setengah ghoul juga lambat. Dan sampe film hampir setengah jalan Kaneki masih juga belum mengeluarkan Kagune nya. Tapi semua terjawab setelah pertarungan Kaneki vs Nishiki saat itu pertama kalinya dia ngeluarin Kagune.



Dan klimaks yang diambil di film ini adalah bagian Touka yang berencana balas dendam kepada Doves (Para Penyidik Ghoul) yang sudah membunuh orangtua Hinami Fueguchi. Akhirnya penyidik Mado pun mati ditangan Touka dengan sedikit bantuan dari Kagune milik Hinami.


5. Kaneki Masih Cupu




Seperti yang kita lihat di manga maupun animenya, di awal-awal kita dibawa masuk ke dalam dunia Ghoul si karakter utama kita Kaneki emang masih bingung dengan keadaan kehidupannya yang berubah 180 derajat. Di film ini, Kaneki  masih lemah banget walaupun udah mengikuti pelajaran bela diri sama Touka. Dia juga masih agak bingung perihal ghoul-manusia dan lebih bingung lagi karena dia berada diantara keduanya.


6. Pertarungan Kaneki-Amon

Selain akting Masataka Kubota yang bagus banget bawain karakter Kaneki yang punya kepribadian ganda, karakter favorit gue yang kedua adalah Nobuyuki Suzuki yang meranin Kotaro Amon. Walaupun dia ngga segede gambaran di manga maupun anime (karena seharusnya Kaneki keliatan kecil banget kalo disandingin sama Amon), menurut gue dia adalah orang yang pas untuk meranin Amon.



Dan pertarungan di klimaks antara Kaneki dan Amon adalah pertarungan yang juga gue tunggu-tunggu. Apalagi pas Kaneki akhirnya gigit Amon dan berhasil mengeluarkan kagune nya untuk bertarung. Juga gimana dia hampir bunuh Amon sebelum dia melihat bayangannya di darah dan kembali menjadi Kaneki versi manusia yang bermental lemah.



7. Hide Tahu Kaneki seorang Ghoul

Gue lupa pernah baca di forum mana, tapi pokoknya ada funfact yang bilang katanya Hide udah tau Kaneki adalah seorang Ghoul dari awal ya? Nah di film ini, 'udah tau'-nya Hide keliatan banget pas Kaneki bertarung sama Nishiki dia coba mencegah dengan kekuatan yang tersisa (dan disitu mereka udah saling bahas wilayah makan dan segala printilan detail mengenai dunia ghoul). Sepertinya sih sutradaranya ngga mau hal sepenting ini kelewat begitu aja. Tapi, Kaneki ngga tahu kalau Hide udah tau dirinya ghoul.



Nah, udah tau kan bocoran demi bocoran yang ada di Live Action Tokyo Ghoul ini. Selamat nonton ya buat kalian yang berminat untuk nonton film ini. Juga, gue pernah baca satu komen yang bilang katanya film ini akan jadi film pertama yang sukses mengadaptasi manga ke Live Action. Untuk urusan itu gue serahin ke kalian deh untuk penilaiannya sendiri. Buat gue, film ini udah memenuhi ekspektasi gue dan 9.5/10 dari gue.

Jaa ne~

--D Ark R Ain Bow--

Kamis, 10 Agustus 2017

#GJUI23 Gelar Jepang Universitas Indonesia ke-23, 2017



Konnichiwa Mina-san!!

Gelar Jepang Universitas Indonesia kembali lagii!! Calling all of otakus and weaboos around Depok. Festival kebudayaan Jepang kali ini mengambil tema 'Japan In Harmony' dengan menggabungkan unsur kebudayaan, pendidikan dan seni.



Btw tahun ini adalah tahun pertama gue menghadiri acara GJUI. Karena keterbatasan waktu dan informasi, makanya yang sebelumnya gue selalu ketinggalan. Duh.

Ada banyak banget lomba dan workshop yang diadain untuk meramaikan acara ini. Diantaranya ada lomba cosplay, karaoke, komik, dance cover, ada juga seminar nail art, seiyuu, beauty class dan masih banyak banget yang lainnya.

Gue dateng di Day 2 GJUI di Pusat Studi Jepang UI sekitar jam setengah 5 sore. Dan itu setengah jam sebelum acara hari itu tutup. Akhirnya gue cuma muter-muter liat panitia dan penjual merchandise beberes.

Oleh-oleh dari Late Coming GJUI23 Day 2

Besoknya, gue dateng lagi ke GJUI Day 3 yang diadakan di Boulevard UI jam 3 sore (acaranya dari pagi btw). Sebenernya sih gue agak nyesel juga dateng jam segitu. Selain antriannya yang ngga nahan, ngga puas juga kalo gak ngikutin acaranya dari pagi. Tapi ya apa boleh buat ye gak. Yang penting bisa dateng dan liat Yumi perform.

Di hari ketiga, acaranya makin banyak dan seru-seru. Kebanyakan perform dari guest star sih. Jadi dibanjiri band dan penyanyi Anisong gitu.

Gue sempet menyaksikan perform dari band-band dan penyanyi di bawah ini:

Hydra~ 69-II (ViViD cover)


Henohenomoheji - Peace Sign (Kenshi Yonezu/OST Boku no Hero Academia)


YUMI ~and Tanaka band - Rising Hope ( LiSA cover )


REDSHiFT

Sebenernya gue ada disana sampe acara selesai. Tapi karena perform yang gue tunggu cuma sampe Redshift, jadi sisanya gue mulai menjauh dari area stage (karena sudah mulai haus juga sih XD).

Ini pas Enka Girls perform










Hasil berburu Day 3
Well, menurut gue panitia GJUI sudah melaksanakan tugasnya dengan sangat baik. Acaranya bisa dibilang sukses besar. Dan antusias semua orang yang dateng di acara ini juga ngga bisa dianggap biasa. Mereka semua luar biasa. Keren deh pokoknya. Gue ngga nyesel sama sekali ikut acara ini. Dan semoga di tahun berikutnya tambah keren lagi.

Sekian.

Jaa ne~

--D Ark R Ain Bow--



Jumat, 14 Juli 2017

What if you had a Tsundere girlfriend?


Pernah bayangin ngga sih kalo kalian punya seorang pacar yang sifatnya tsundere banget (btw pacar beneran yang gue maksud ya, bukan 2D).



Sebelumnya, apa sih Tsundere itu??


Tsundere (ćƒ„ćƒ³ćƒ‡ćƒ¬?) adalah salah satu bentuk proses pengembangan karakter Jepang yang menggambarkan perubahan sikap seseorang yang awalnya dingin dan bahkan kasar terhadap orang lain sebelum perlahan-lahan menunjukkan sisi hangat kepadanya. Kata ini berasal dari kata tsun tsun (ćƒ„ćƒ³ćƒ„ćƒ³?) yang berarti membuang muka dengan sebal, dingin dan serba acuh.Ditambah dere dere (ćƒ‡ćƒ¬ćƒ‡ćƒ¬?) yang berarti menjadi penuh kasih sayang atau sedang jatuh cinta.[1] Selain itu, kata ini juga dipakai untuk menggambarkan seseorang yang "biasanya menunjukkan sikap dingin, namun di depan orang yang disukainya, sikap tersebut berubah menjadi penuh kasih sayang. Sungguh terasa perbedaan sikap ini." Bagi yang pernah merasakan sikap Tsundere ini, tentu saja merasa sedih, karena kerap menjadi bingung. (wikipedia)

Gak gampang sih buat tahu seseorang itu Tsundere atau ngga. Menurut gue pribadi untuk tahu apakah pacar kalian Tsundere itu butuh pihak ketiga biar pandangannya lebih objektif. Karena sifat Tsundere cenderung bertolak belakang antara sifat yang ditunjukin ke orang yang mereka suka dengan sifat asli orang itu.


Tsundere sendiri tidak berarti selalu cewek ya. Ada juga loh cowok yang bersifat Tsundere. Justru malah kalau di dunia nyata kebanyakan yang Tsundere itu cowok. Yang cuek nya minta ampun tapi so sweet nya juga minta ampun.


Pertama banget kita kenal sama cewek Tsundere dia biasanya kasar banget sama kita. Entah dari sikap maupun omongannya. Seakan-akan dia bener-bener benci sama kita dan bahkan ngga mau kenal kita.



Tapi begitu dia nyerah di depan orang yang disukanya, sifatnya langsung berubah drastis. Walaupun masih berkata kasar atau gengsi, cewek Tsundere bakal nunjukkin dirinya kalau dia suka sama seseorang. Dan hal itu lucu banget karena biasanya sifatnya jadi awkward dan terbalik banget sama sifat dia kesehariannya. Dan hal itu akan terjadi kalau posisinya sudah sangat terdesak keadaan. Karena cewek Tsundere punya cara unik sendiri untuk mengungkapkan perasaannya.

Juga, orang yang sifatnya Tsundere biasanya sangat setia lho sama pasangannya. Jadi walaupun mereka sering kasar sama pasangannya, mereka bukan orang yang mudah berpindah hati gitu <3



Jadi, kira-kira cewek /cowok kalian termasuk orang yang sifatnya Tsundere ngga nih?


--D Ark R Ain Bow--

Selasa, 16 Mei 2017

Ennichisai 2017 | Jakarta, Indonesia



Konnichiwa Mina-san!!

Pastinya udah pada tau dong apa itu Ennichisai??

Ennichisai atau Festival Kebudayaan Jepang yang diadakan di Jakarta tahun 2017 ini bukanlah yang pertama kali digelar. Sebelumnya, acara tahunan ini sudah sukses menjaring banyak Otaku untuk datang ke lokasi di Blok M, Jakarta Selatan sejak 2010 lalu. Tapi baru tahun ini gue bisa berkunjung dan bertemu ribuan orang otaku dari berbagai daerah.

Berhubung gue ngga punya temen sesama Otaku untuk gue ajak ke Festival ini, akhirnya gue pun nekat dateng ke Festival ini sendirian. Agak aneh sih iya. Namanya Festival kan lebih enak kalo kita ada temennya ya. Tapi seru juga kok (menghibur diri sendiri).




Tiba di lokasi, gue langsung semangat banget pengen berburu makanan dan merchandise lucu ala-ala Jepang. Tapi yang gue dapetin malah. What?? Look at those crowd!!

On Frame: Kaki Gori
Ini sih belum seberapa rame.


Salah juga sih gue datengnya pas hari terakhir acara ini berlangsung. Rasanya ya orang-orang itu semuanya pada dateng kesana dan bikin jalan Melawai jadi sesak dan padat. Ngga jarang juga stand-stand yang berjejer di kanan dan kiri jalan tertubruk dan hampir goyah karena masa yang sangat banyak. Makin malem, makin rame.



Ada banyak banget cosplayer yang menampilkan tokoh-tokoh anime yang unik-unik. Dari sesimpel Luffy, sampe cosplay robot-robot. Dan gue pengen banget foto sama cosplayer Kirito-kun. Tapi sayang ngga kesampean duh. Terus juga ada Asuna Princess juga ngga kesampean foto bareng Aaaaaa``

Tapii, gue berkesempatan buat foto sama Aphin.



Sebenernya Aphin bukan salah satu peserta cosplayer. Dia dateng di acara ini karena undangan dari Pixie untuk mendemokan tutorial make up untuk cosplay. Pertama kali gue ketemu dia itu di #MovieMagicIHP2016 | Nonbar Fantastic Beasts and Where To Find Them (with Indo Harry Potter) waktu itu dia cosplay jadi Newt Scamander yang gue pikir dia adalah seorang cowok.

Sorry banget gue ngga terlalu punya banyak cerita selama mengikuti Festival ini. Karena sebagian besar gue habisin untuk muter-muter ngga jelas dan bingung mau ngapain lagi.

Tapi gue sempet menyaksikan penampilan dari Ear Candy Jazz Factory.





Terus ada Yumi Intan juga.




Waktu lagi milih-milih kaos anime ternyata times up guys. Bukan Festival nya yang udah berakhir sih. Gue nya yang udah dijemput. Dan lagi, yang milih baju di tempat gue itu cowok semua, jadi ya ngga bisa berbuat banyak buat bersaing rebutan sama mereka.



Akhirnya gue pun pulang dengan cuma membawa sedikit banget merchand. Beneran deh ini sedikit banget. Gue nyari topi chopper ngga ada yang muat kepala gue, gue nyari bando pita ngga ada yang sesuai keinginan gue, mau permen apel udah sold out. Terpaksa cuma bisa berharap dapet lebih banyak di Ennichisai tahun depan. But after all, gue seneng bisa dateng di Ennichisai tahun ini.

Kalo kalian gimana?


Jaa ne~

--D Ark R Ain Bow--

Senin, 08 Mei 2017

Aiko - Koi Wo Shita No Wa | Soundtrack Koe No Katachi


Berawal dari manga, akhirnya Koe No Katachi mendapatkan adaptasi film di tahun 2016 kemarin. Di Indonesia sendiri film ini ternyata ditayangkan pada Mei 2017 dengan judul English-nya yaitu A Silent Voice. Buat yang udah nonton filmnya, gimana nih komentar kalian? Berapa ember air mata buaya yang udah kalian keluarin?

Yang mau spoiler monggo mampir disini: A Silent Voice (Koe No Katachi) | 2017

Bukan cuma film dan manga nya yang bikin baper, sampe-sampe soundtrack-nya pun bikin suasana jadi melow. Gue ngga bisa temuin lagu asli dan resmi dari penyanyinya Aiko, tapi kira-kira begini lah lagu yang gue denger setelah film berakhir dan layar menampilkan credit tittle.




Dengerin lagu ini jadi mengingatkan gue sama perasaan kalo lagi dengerin Yume Sekai-nya Haruka Tomatsu yang jadi ending song anime Sword Art Online.

Yuk kita baper bareng-bareng.

Jaa ne~

--D Ark R Ain Bow--

Minggu, 07 Mei 2017

A Silent Voice (Koe No Katachi) | 2017



Siapa yang suka nge-bully?

Eh jangan lah ya. Inti dari film ini mengajarkan kita untuk ngga melakukan hal buruk tersebut. 

Hampir aja gue ngga kedapetan jam pertama dari penayangannya di Cibinong Platinum karena ternyata kondisi jalan yang padat. Gue menonton film ini 3 hari setelah tanggal tayangnya di Indonesia dan karena di GI tumbenan belum menjadwalkan film ini tayang disana, akhirnya memaksa gue ke Cibinong daripada harus ke Kelapa Gading yang gue belum pernah jelajahi.

Gue sampe di bioskop kira-kira 3 menit sebelum jadwal tayang jam pertama. Masih ngos-ngosan dan ngga sempet beli snack dan minuman, di dalem bioskop udah gelap dan layar udah menampilkan pembukaan film.

A Silent Voice.

Film bermula dengan adegan Ishida Shoya yang merasa sangat depresi dan menarik diri dari lingkungan sosialnya, ia mencoret kalendernya dengan hitungan lamanya dia bekerja paruh waktu. Lalu menjual semua komik dan koleksinya untuk mendapatkan uang yang diberikannya pada mamanya. Lalu berganti adegan di kelas 6 SD dimana Ishida (Seiyuu Mayu Matsuoka) terkenal populer di kalangan teman-temannya. Kemudian adegan berganti pada saat di kelas Ishida akan ada seorang murid baru.

Perkenalan murid baru kali itu berbeda dengan biasanya. Si murid baru mengabaikan guru ketika ia disuruh menyebutkan namanya dan berkenalan. Kelas menjadi sepi senyap sampai sang guru menyentuh bahu si murid baru dan dia mengeluarkan sebuah buku catatan dari dalam tasnya.

Anak baru bernama Shouko Nishimiya (Seiyuu Saori Hayami) itu membalikkan selembar demi selembar kertas pada buku catatannya yang ternyata isinya adalah kalimat-kalimat perkenalan. Di akhir perkenalannya, ia memberitahu teman-teman sekelasnya kalau dirinya tuli. Disaat yang lain terbengong-bengong karena tahu kenyataan bahwa Nishiyama tuli, Ishida menyeletuk dengan keras dan langsung dinilai tidak sopan.

Mulai saat itu awalnya banyak yang tertarik untuk berteman dengan Nishimiya, namun lama kelamaan banyak yang sulit mengerti perkataan Nishimiya dan menghindar.

Sebenarnya Nishimiya mengajak Ishida berteman. Namun Ishida yang juga tidak mengerti apa yang diucapkannya pun malah membentak Nishimiya dan ikut menjauhinya juga. Sampai akhirnya hal ini berlanjut ke tindakan bully yang dilakukan Ishida. 

Ibu Nishimiya melapor kepada pihak sekolah kalau Nishimiya sudah kehilangan 8 alat bantu dengar dan beranggapan bahwa anaknya telah menjadi korban bully, akhirnya kasus ini berujung pada guru yang langsung tahu bahwa pelakunya adalah Ishida. Ibu Ishida menemui Ibunya Nishimiya untuk meminta maaf sekaligus ganti rugi atas alat bantu dengar Nishimiya yang dihilangkan oleh Ishida. Sejak saat itu, tidak ada lagi seorang pun yang mau berteman dengan Ishida. 

Lalu adegan kembali ke masa Ishida (Seiyuu Miyu Irina) yang telah berhasil mengumpulkan uang lalu memberikannya kepada ibunya. Namun bukannya senang, ibunya malah mengancam akan membakar uang hasil kerja kerasnya karena tahu bahwa Ishida punya kalender aneh yang berakhir hanya sampai bulan April. Dari situ ibu Ishida menyimpulkan bahwa anaknya akan bunuh diri. Ia terus menyudutkan Ishida untuk berjanji tidak akan bunuh diri. Akhirnya Ishida pun berjanji walaupun akhirnya uang yang sudah berhasil dikumpulkannya tetap terbakar karena ibunya terlalu senang mendengar perkataan anaknya.

Ishida yang sudah lebih dewasa kini menjadi anak yang pemurung. Karena di sekolah barunya ada yang menyebarkan berita bahwa dirinya suka melakukan hal-hal mengerikan pada orang lain, akhirnya dia tidak memiliki teman. Ia jadi memiliki kebiasaan takut memandang wajah orang lain dan mendengar perkataan orang lain. Saking merasa bersalahnya atas kejadian di SD itu, dia pun merasa bahwa monster seperti dirinya tidak pantas bahagia dan bahkan tidak pantas untuk hidup.

Ishida SMP kini mengikuti klub bahasa isyarat. Dan saat ia merasa bahwa harapannya untuk hidup telah benar-benar hilang, tiba-tiba saja ia melihat Nishimiya lewat di hadapannya lalu mengejarnya. Saat itu ia melakukan bahasa isyarat mengajak Nishimiya berteman dengannya. Kemudian ia menyadari ternyata itulah yang dikatakan Nishimiya dulu di SD. Ishida makin merasa bersalah dan lari dari hadapan Nishimiya.

Sejak saat itu, Ishida menghindari Nishimiya karena merasa canggung.

Suatu ketika ada seorang anak yang sedang dipaksa meminjamkan sepedanya kepada anak lain. Karena tidak tega melihatnya, Ishida pun merelakan sepeda miliknya dipinjam orang itu (yang ternyaata tidak dikembalikan). Ishida merasa kesal karena saat itu niatnya dia mau menemui Nishimiya. Tapi sewaktu ia di perjalanan pulang, cowok yang tadi ia tolong dari peminjam sepeda itu ternyata sedang berdiri di persimpangan jalan sambil menuntun sepeda Ishida! Lalu mulai saat itulah Ishida dengan cowok bernama Tomohiro Nagatsuka menjadi teman dekat.

Hari-hari selanjutnya dilalui dengan mudah dengan adanya Nagatsuka yang ceria disisi Ishida. Tapi tidak ketika ia ingin menemui Nishimiya yang langsung dihadang oleh orang bertubuh kecil yang mengaku pacar Nishimiya. Tapi berkat bantuan Nagatsuka, akhirnya Ishida bisa mengobrol dengan Nishimiya. Mereka mulai dekat dan tidak canggung. Ishida jujur pada Nishimiya kalau dirinya sedang mencari arti tentang pertemanan belakangan ini sebelum menemuinya kembali. Ia masih merasa bersalah atas apa yang dilakukannya di masa lalu.

Dari jauh, Nagatsuka dan orang yang mengaku pacar Nishimiya itu memperhatikan obrolan Ishida dan Nishimiya. Yang berakhir pada terceburnya Ishida dan Nishimiya ke dalam sungai karena usaha mereka untuk mengambil buku catatan milik Nishimiya yang terjatuh.

Besoknya Ishida disuruh menjemput adiknya Maria di TK. Disitulah ia bertemu dengan orang yang mengaku pacar Nishimiya. Karena keadaannya yang lemas akhirnya orang yang ternyata bernama Yuzuru (Seiyuu Aoi Yuuki) itu diajak pulang ke rumah Ishida dan menginap bersamanya (Ishida masih belum tahu kalau Yuzuru bukan laki-laki).

Di tengah malam, Yuzuru melarikan diri dari rumah Ishida. Setelah dikejar akhirnya Yuzuru mengaku bahwa dia adalah adik perempuan Nishimiya.


Film ini banyak menampilkan adegan yang menurut gue agak bertele-tele. Tapi selama film berlangsung, banyak adegan yang bikin penonton ketawa terus karena tingkah lucu dari tokoh-tokohnya terutama Nagatsuka yang kocak dan penyataan cinta Nishimiya kepada Ishida yang tidak tersampaikan dengan jelas.

Di seperempat film, emosi penonton mulai dibuat melow.

Ternyata Nishimiya juga merasa depresi dan sering kali berniat bunuh diri. Makanya Yuzuru selalu ada didekatnya dan menjaganya sampai dia tidak masuk sekolah.

Saat festival kembang api, Ishida menontonya bersama dengan ibu dan kakak beradik Nishimiya. Saat itu Nishimiya izin pulang lebih dulu. Tapi karena Yuzuru minta tolong diambilkan kameranya, Ishida pun pergi ke rumah Nishimiya dan malah menemukan Nishimiya yang sedang berdiri di pinggir balkon rumahnya.

Ishida sangat ketakutan dan berlari menuju Nishimiya yang kini melompat jatuh. Beruntung tangannya masih sempat menggapai Nishimiya. Namun sialnya, ketika mengangkat naik tubuh Nishimiya, tubuh Ishida malah berbalik jatuh dan mengakibatkan dirinya dirawat di rumah sakit beberapa hari.

Ibu Nishimiya merasa bersalah atas kejadian tersebut dan berlutut minta maaf pada ibu Ishida.

Setelah kesadarannya pulih, Ishida langsung menemui Nishimiya dan berkata bahwa dia akan membantunya untuk tetap hidup. Gue pikir disini mereka akhirnya akan jadian. Tapi ternyata engga genks. Film ini lebih ke arah persahabatan dan arti pertemanan yang sesungguhnya.

Ishida kembali ke sekolah pada saat di sekolah sedang berlangsung festival kebudayaan. Kedatangannya ke kelas langsung disambut oleh tangis haru Nagatsuka yang berkata bahwa ia tetap menjadi sahabatnya. Lalu film berakhir di adegan Ishida akhirnya berani untuk menatap wajah orang lain dan mendengarkan setiap suara yang dikatakan orang lain.



Jujur gue agak kecewa sama ending film ini yang menurut gue nanggung banget. Atau mungkin sang produser emang ngga berniat menghapus air mata penonton setelah selesai menonton. Jadi emosi kita masih sedih dan air mata belum kering eh film udah abis aja. Untuk lebih lengkapnya sih enaknya baca manganya aja. Ada sekitar 32 chapter yang dijamin bakal lebih dalem lagi menyayat hati. Tapi untuk memainkan emosi, film ini patut diacungin jempol deh.
For me this is 3.5/5

Jaa ne~

--D Ark R Ain Bow--