Senin, 04 Januari 2016

Haki 覇気



Pengertian Haki
Haki 覇気 (yang berarti "Ambisi") adalah sebuah kekuatan misterius yang ditemukan di setiap makhluk hidup di dunia One Piece. Hal ini tidak jauh berbeda dari indera normal. Namun, kebanyakan orang tidak menyadari atau gagal untuk membangkitkannya. Secara umum, ada dua jenis Haki bagi semua orang, diberikan dengan pelatihan yang tepat. Namun, ada jenis haki yang ketiga dan hanya kelompok tertentu "yang terpilih" yang bisa memiliki haki ini. Dalam istilah sederhana, Haki adalah kemampuan untuk merasakan energi spiritual dan mengalahkan musuh.



Jenis-jenis Haki

Haki Kenbunshoku

Haki Kenbunshoku (yang berarti "Warna Pengamatan"), juga dikenal sebagai Mantra di Skypiea, adalah bentuk Haki yang memungkinkan pengguna untuk merasakan kehadiran orang lain, bahkan jika mereka tersembunyi dari pandangan atau terlalu jauh untuk dilihat secara alami. Bila menggunakan jenis Haki ini, seseorang dapat memprediksi gerakan lawan, lama sebelum mereka mengeluarkannya, sehingga membuat serangan lebih mudah untuk dihindari. Prediksi ini muncul kepada pengguna sebagai sebuah gambar atau firasat tentang apa yang akan lawan lakukan dalam mata pikiran pengguna. Pengguna dapat memprediksikan gerakan musuh.

Pengguna Haki jenis ini:

*      Aisa
*      Boa Sandersonia
*      Coby
*      Edward Newgate
*      Enel
*      Gedatsu
*      Monkey D. Luffy
*      Ohm
*      Otohime
*      Roronoa Zoro
*      Rebecca
*      Sanji
*      Satori
*      Syura
*      Silvers Rayleigh
*      Usopp



Haki Busoshoku

Haki Busoshoku (yang berarti "Warna Persenjataan") memungkinkan pengguna untuk menciptakan kekuatan mirip dengan armor tak terlihat di sekitar mereka, yang mirip dengan Tekkai1. Ini memungkinkan pengguna untuk mempertahankan terhadap serangan yang membahayakan. Hanya kekuatan fisik yang signifikan yang dapat mengatasi pertahanan ini, misalnya, Luffy memukul Boa Marigold cukup keras dengan teknik Gear dua untuk membuat dia terguncang. Armor yang tidak dapat terlihat dapat berubah menjadi banyak wujud, seperti Luffy ketika mengeraskan tinjunya ke titik di mana ia merubahnya menjadi warna hitam.

Pengguna haki jenis ini:


*      Boa Hancock
*      Boa Marigold
*      Boa Sandersonia

*      Borsalino
*      Boo
*      Donquixote Doflamingo
*      Edward Newgate
*      Jesus Burgess
*      Jozu
*      Kuzan
*      Marco
*      Monkey D. Garp
*      Monkey D. Luffy
*      Pekoms
*      Roronoa Zoro
*      Sabo
*      Sai
*      Sanji
*      Sakazuki
*      Sentomaru
*      Shanks
*      Smoker
*      Silvers Rayleigh
*      Tashigi
*      Trafalgar Law
*      Vergo
*      Vista




Haki Haoshoku

Haki Haoshoku (yang berarti "Warna Raja Penakluk") adalah bentuk Haki yang jarang. Yang tidak dapat dicapai melalui pelatihan dan hanya satu dari satu juta orang yang memilikinya. Jenis Haki ini memungkinkan pengguna untuk mendesak kemauan mereka atas orang lain. Dikatakan bahwa siapa pun yang memiliki jenis Haki ini memiliki kualitas seorang raja.

Pengguna haki jenis ini:

*      Monkey D. Luffy

*      Shanks
*      Portgas D. Ace
*      Boa Hancock
*      Donquixote Doflamingo
*      Edward Newgate
*      Silvers Rayleigh
*      Chinjao
*      Naguri
*      Kemungkinan semua Yonko





1Tekkai adalah teknik yang digunakan dengan mengeraskan otot para pengguna untuk setingkat dengan besi, yang berguna untuk menghilangkan efek kerusakan dari serangan lawan.


Source: wikipedia

--D Ark R Ain Bow--

Rabu, 23 Desember 2015

Pulau Harapan

Ceritanya liburan kuliah. Selepas UTS, dapet libur seminggu dan ngambil 2 hari untuk dihabiskan di pulau Harapan.

Kita ber-dua belas setuju untuk ketemu di kereta Jurusan Jakarta Kota yang pertama. Beberapa temen gue ada yang start dari stasiun UI, Tebet, dan Depok. Sedangkan gue dan 2 lainnya start dari Pasar Minggu. Meskipun saat itu keadaan lagi ujan ringan, akhirnya kami sampe Stasiun Kota. Untuk sampe ke pelabuhan Muara Angke ternyata kita harus naek angkot lagi. Dan perjalanan via angkot ini bener-bener makan hati. Kira-kira 1 km ke dalam pelabuhan, kami disambut dengan banjir dan bebauan yang luar biasa menyengat. Belum lagi macet yang bikin laju angkot tersendat. Okay forget it. Yang penting ngga semua dari kita muntah-muntah setelah turun angkot. Wkwkwk.

Karena kami menyewa Travel, jadi setelah sampe di pelabuhan, kami udah ditungguin orang travel-nya. Beli Tiket dan masuk kapal. Sekitar jam lapan kapal pun mulai meninggalkan dermaga. Perjalanan dari Muara Angke ke Pulau Harapan memakan waktu sekitar 3 jam.

Menjejakkan kaki di dermaga pulau Harapan jam setengah 11an. Ternyata lebih cepet dari perkiraan. Dan kami langsung diantar ke Homestay untuk siap-siap Snorkeling di jam 1.








Kegiatan kami dilanjutkan dengan snorkeling dan mantai (Main-main di pantai). Dan sekitar jam 4 ke 5, kita diantar lagi untuk menikmati sunset di pulau bulat.





Setelah sunset-an, kami balik ke homestay, mandi dan makan malam. Sekitar jam 8 kami dipanggil untuk ke taman deket dermaga untuk acara barberque ikan.


Kenyang makan ikan-ikanan, kami balik ke homestay untuk acara bebas yaitu istirahat dan tidur.

Besoknya kami ditawarin untuk lihat sunrise. Tapi karena terlalu ngantuk karna tidur agak larut, maka tidak ada satu pun dari kami yang bangun pagi sebelum matahari terbit.

Jam setengah lapan kami harus udah rapi untuk ikut jadwal lagi yaitu ke tempat penangkaran penyu dan pulau Bira Besar. Setelah lama foto-foto, jam setengah 11 kami balik ke homestay untuk packing akhir sebelum pulang.


Jam setengah 12 naik kapal dan setengah jam kemudian kapal meninggalkan dermaga pulau harapan menuju Muara Angke.

Sekitar jam setengah tiga, kapal berlabuh di Muara Angke dan kami pun kembali nyari angkot yang akan membawa kami ke stasiun kota.

Perjalanan berakhir dan gue sampe rumah dengan selamat. Meskipun ada beberapa luka goresan karang, selebihnya bisa dibilang gapapa. Kalo ditanya mau balik lagi ke pulau apa ngga? Mungkin gue akan ragu dan lebih memilih ngga. Air mandi disana rasanya asin dan bikin ngga betah banget. Suasananya juga udah kayak perkampungan dan masyarakat disana juga udah banyak. Bikin kangen rumah. Hihihi


--D Ark R Ain Bow--

Delmora The Ocean's Princess: Bab 12 (Dewi Athena)

Delmora The Ocean’s Princess







Created By:
Safitri Tsa’niyah






 Bab 12
Dewi Athena

“Etiam.” Jawab Oliver yang artinya ya
“Oliver kah itu?” Tanya suara wanita itu lagi.
“Ya, Bu.” Jawab Oliver lagi. “Kau ada di seberang sana?”
“Ya. Masih beberapa meter dari jaring.” Jawab Dewi Athena.
“Bagaimana cara kami bisa menembus jaring ini?” Tanya Oliver.
“Letakan batu atau apapun untuk menghalangi petirnya.” Jawab Athena.
“Baiklah, ibu tunggu sebentar. Aku akan cari caranya.” Ucap Oliver.
Oliver berbalik menghadapiku. Di wajahnya terpeta sangat jelas ia kebingungan.
“Sekarang gimana?” Tanyaku.
Oliver memberi pandangan aneh padaku. “Aku punya satu rencana. Tapi aku masih ragu.” Ucapnya.
“Apa? Bilang aja.” Ucapku mendesak.
“Sekarang jam lima. Sebentar lagi kamu kembali jadi patung batu. Kalau perhitunganku ngga meleset, seengganya kamu akan bisa menghalangi petirnya dan memberi celah untukku lewat.” Oliver berkata panjang lebar dengan keraguan masih jelas di wajahnya.
“Baiklah, ayo kita cari tahu apakah rencanamu itu akan berhasil atau ngga.” Jawabku tenang. Walaupun jujur, aku juga ragu dan takut.
“Tapi kalau gagal?” Tanya Oliver.
“Kita ngga akan tahu kalau kita ngga coba, sayang.” Ucapku.
Oliver menengok beberapa kali arloji di pergelangan tangan kirinya dengan cemas.
Kakiku mulai kaku. Aku tahu, matahari sudah tidak sabar untuk terbit menandakan hari akan mulai lagi.
“Oliver, kakiku mulai kaku.” Ucapku seraya berjalan lebih dekat ke jaring.
Oliver merentangkan tangannya menghalangiku. “Tunggu. Kita tunggu sampai seluruh tubuhmu berubah dulu. Aku ngga mau kamu kesetrum.”
Baiklah, aku mulai merasakan lagi sensasi tidak nyaman itu.
“Kalau leher kamu sudah membatu, baru aku akan mengangkatmu maju.” Ucap Oliver.
Beku baru mencapai betisku.
“Aku selalu sayang sama kamu, Delmora.” Ucap Oliver dengan nada rendah dan sedih.
Beku mulai merajahi pinggangku. Aku ngga boleh nangis di depan Oliver. Athena berada tinggal beberapa meter lagi.
“Kita pasti ketemu ngga lama lagi, sayang.” Ucap Oliver lagi.
Beku mulai membatukan leherku. Oliver memegang pinggangku dan melekatkan bibirnya padaku. Sedetik, ia mengangkat tubuhku dan meletakkannya di tengah jaring petir dan langsung membuat celah bebas petir di sisi lainnya.
“Aku akan segera kembali, sayang.” Aku masih mendengar Oliver berkata sebelum pergi. “Theoí na mas voíthísei.” Oliver berlari.
Aku masih bisa melihat Oliver menjauh. Dan aku baru sadar, ternyata kami telah mencapai ujung gua ini. Karena Oliver berjalan tidak terlalu jauh dariku. Kira-kira hanya berjarak enam meter dari kakiku.
“Ibu?” Panggil Oliver ke dinding ujung gua.
“Oliver.” Balas Athena.
“Kau dimana, Bu?” Tanya Oliver.
“Aku tepat berada di depanmu.” Ucap Athena.
Oliver meneliti tiap senti dinding ujung gua itu. Aku juga merasa aneh. Athena seperti bersuara dari dalam dinding. Karena jelas-jelas disana tidak ada ruang lagi untuk menampung apa pun, dan siapa pun.
Theoí na mas voíthísei.” Gumam Oliver.
Oliver kembali kepadaku. Ia mengambil pedangku yang kini sudah berubah menjadi batu juga seperti aku.
Oliver mencoba memukul-mukul dinding gua dengan pedang. Dan tidak ada yang terjadi kecuali lengannya kelelahan.
Aku melihat Oliver mendekatkan mata pedang batu itu ke telapak tangannya. Apa yang akan ia lakukan? Tak usah menunggu lama, pertanyaanku langsung terjawab. Oliver menggores telapak tangannya sendiri. Ih, aku ngga kuat ngeliatnya. Tapi aku ngga bisa berkedip.
Darah mengucur cukup deras dan langsung mengenai dinding dan lantai gua yang sudah sangat kotor tanpa ditambah darah dari Oliver.
Theoí na mas voíthísei.” Gumam Oliver sambil menyebarkan darahnya ke segala sudut dinding gua.
Oliver merintih kesakitan. Tangannya tergolek lemah ke arahku. Ugh, sebuah sayatan yang cukup lebar membuat hatiku merinding—kalau aku ngga jadi batu, mungkin seluruh rambut di tubuhku berdiri. Tapi ada hal aneh yang terjadi selanjutnya.
Dinding gua perlahan mulai luntur. Seperti lilin yang dibakar api. Walaupun lelehannya tidak memadat lagi melainkan berubah menjadi uap yang sepertinya baunya lebih busuk dari kotoran kelelawar. Aku bisa melihat uapnya berwarna kuning kehijauan.
Oliver masih terduduk lemah di lantai gua. Ternyata dia lupa kalau lantai gua itu sangat amat kotor sekali. Pada situasi lain, mungkin aku akan menganggapnya jorok. Tapi untuk saat ini, aku akan memaklumi.
Tiba-tiba jaring petir yang sejak tadi menerangi seluruh lubang gua padam seketika. Yang bisa kulihat hanyalah satu warna yang membuatku sakit kepala. Hitam. Tapi tak lama kok. Karena detik berikutnya aku melihat cahaya yang lebih terang dari jaring petir tadi. Datangnya tepat dari dinding yang baru saja meleleh. Itukah Athena?
Cantik. Mungkin itu adalah satu kata simpel yang bisa menggambarkan bagaimana rupa Athena. Walaupun sebenarnya, kata luar biasa, menakjubkan, atau spektakuler lebih cocok untuknya. Dari ujung rambut hingga jempol kaki tampak sangat sempurna dan bercahaya.
“Gratias tibi, Oliver.” Ucap Athena sambil membantu Oliver berdiri, dan mengayunkan tangannya dengan lembut ke telapak tangan Oliver yang kemudian terbalut perban dengan rapi.
“Duis te, mater.” Ucap Oliver.
Aku baru sadar Oliver sangat mahir berbicara bahasa Latin. Tapi aku tidak iri padanya, sebab, sulit sekali belajar bahasa latin. Belum lagi tulisannya. Aku lebih memilih bahasa Arab daripada Latin.
Athena berjalan ke arahku dengan langkahnya yang ringan dan anggun. Athena pasti akan membuat semua wanita ingin menjadi seperti dirinya. Cantik, ramah, berani, pintar dan kuat. Uuhhhh...
Sang Dewi berhenti tepat di depan wajahku. Ia meneliti wajahku dengan seksama dan mengacungkan tangannya ke hidungku. Lalu aku tidak ingat lagi apa yang ia lakukan kepadaku. Karena aku tiba-tiba saja tak sadarkan diri.


 Previous: 

Senin, 23 November 2015

Mockingjay Part 2 (2015)

Aaaawww!!!!! Finally we met the end of Trilogy The Hunger Games.

Di part 2 film Mockingjay ini, film dibuka dengan adegan Katniss yang baru dibuka gips lehernya dan mencoba suaranya. –diambil dari ending Mockingjay part 1 Peeta mencekik Katniss.

Pikiran Peeta Mellark (Josh Hutcherson) telah dimanipulasi. Capitol telah menanamkan di pikiran Peeta bahwa Katniss Everdeen (Jennifer Lawrence) adalah orang yang menyebabkan kekacauan di Panem. Bahwa Katniss adalah seorang mutan yang jahat. Sementara Peeta yang sedang diterapi untuk dikembalikan lagi ingatannya dibantu oleh Primrose Everdeen (Willow Shields) yang kini telah menjadi tenaga medis profesional di usianya yang masih sangat muda. Namun Prim masih belum bisa membantu Peeta mengingat memorinya dengan baik. Kebencian Peeta pada Katniss sangat dalam.

Di samping itu, keadaan di distrik 13 sudah semakin baik. Perkembangan pemberontakan berjalan maju. Sekarang semua distrik bersatu. Mereka di bawah pimpinan presiden Alma Coin (Julianne Moore) berencana untuk menyerang Capitol. Namun sebelum bisa menyerang Capitol, mereka harus menaklukan distrik 2 yang terkenal sangat patuh dan setia pada Capitol dan presiden Snow (Donald Sutherland). Juga untuk mengambil alih gudang senjata yang ada di distrik 2.

Pada saat penaklukan pabrik senjata, Katniss tertembak dan langsung saja propo tersebut tersebar di capitol. Presiden Snow bangga. Mockingjay telah tewas.

Kini setelah pabrik senjata dikuasai oleh para pemberontak, mereka telah siap untuk melakukan serangan perang ke Capitol. Awalnya Katniss tidak diijinkan bertempur di garis depan. Tapi berkat bantuan Johanna Mason (Jena Malone)—saat mereka mengobrol di tengah acara pernikahan Finnick Odair (Sam Claflin) dan Annie Cresta (Stef Dawson)—akhirnya Katniss menemukan cara untuk menyusul pasukan para pemberontak ke Capitol.


Setelah tiba di markas para pemberontak, Katniss ditempatkan di skuad 451 pimpinan Letnan Boggs (Mahershala Ali) dan Commander Paylor (Patina Miller). Bersama dengan Gale Hawthorne (Liam Hemsworth), Finnick, Cressida (Natalie Dormer)    , Messalla (Evan Ross), Pollux (Elden Henson), Castor (Wes Chatham) dan empat prajurit pemberontak lainnya Katniss bergerak menyusup ke dalam Capitol dan harus menghindari Pod Blok yang dipasang Snow dan para Peacekeeper.

Satu persatu prajurit skuad 451 gugur. Dan masalah pun seakan ditambahkan dengan datangnya Peeta dalam tim itu. Peeta masih sering menggila saat melihat Katniss. Dan ia masih berusaha untuk membunuhnya.


Para pemberontak memulai peperangan. Penduduk Capitol dipersilakan masuk ke mansion presiden Snow untuk berlindung. Katniss dan Gale menyamar sebagai penduduk Capitol yang dievakuasi. Namun saat mencapai gerbang luar mansion, para pemberontak melakukan serangan tembakan ke para peacekeeper. Anak-anak capitol dipersilakan masuk terlebih dahulu. Dikumpulkan ke dalam gerbang mansion. Beberapa detik berikutnya datang sebuah pesawat ringan berlambang capitol yang menjatuhkan—semacam bantuan seperti di Hunger Games—yang ketika tersentuh tangan-tangan mungil anak-anak ternyata BOOOMMMM!!

Medis maju dan membantu mengevakuasi anak-anak. Katniss cukup dekat dengan mereka untuk bisa mengenali seorang medis bertubuh kecil. Serangan bom kedua jatuh diatas para medis. Prim tidak selamat.

Perang berhenti. Capitol telah runtuh. Presiden Coin telah menjadi presiden panem sementara. Lalu Katniss mendapat kesempatan untuk mengeksekusi Snow. Namun bom-bom itu bukan berasal dari Capitol.

Dengan seragam mockingjay karya Cinna dan sentuhan make up Effie Trinket (Elizabeth Banks) dan anak panahnya, Katniss membidik Snow yang terikat di pasak. Lalu ia melepaskan panahnya. Dan Coin pun tewas. Tawa keras terdengar dari Snow. Para pemberontak marah dan menghabisi Snow sendiri. Katniss diamankan.

Dilakukan pemilu darurat untuk memilih presiden Panem.  Kegiatan politik Panem selanjutnya diurus oleh Plutarch Heavensbee (Philip Seymour Hoffman). Katniss dan Haymitch Abernathy (Woody Harrelson) akhirnya dipersilakan pulang ke rumahnya di Victor’s Village di distrik 12.

Setelah berminggu-minggu kembali, Katniss kembali memulai rutinitasnya berburu di hutan. Lalu ia terkejut saat melihat Peeta juga sudah pulang.

Pikiran Peeta sudah lebih baik sekarang. Ia sudah mengingat kembali memorinya yang hilang. Ia sudah bisa membedakan mana yang nyata dan tidak nyata. Lalu ia bertanya pada Katniss. “Kau  mencintaiku nyata atau tidak nyata?” lalu Katniss menjawab “Nyata.”


Film ditutup dengan adegan dimana Peeta sedang bermain dengan anak lelakinya yang kira-kira berumur 3 tahun. Dengan Katniss yang sedang menggendong bayi perempuannya.



--D Ark R Ain Bow--
This entry was posted in