Sabtu, 31 Maret 2018

Ready Player One, 2018 | Kirito Di Dunia Nyata



Memang gue ngga bisa bilang cerita di film garapan sutradara Stephen Spielberg ini sama persis seperti jalan cerita di film Sword Art Online The Movie: Ordinal Scale (ya karena emang beda jauh banget), tapi gue bisa bilang kalo konsep dari kedua film ini sama.

This post contain HARD SPOILER.

Film yang diadaptasi dari novel karangan Ernest Cline tahun 2011 ini berlatar pada tahun 2045, seorang cowok bernama Wade Watts (Tye Sheridan) menceritakan kalau keadaan mereka di saat itu sangatlah berbeda. Setelah mengalami krisis yang luar biasa, dunia berubah dengan lahirnya sebuah dunia maya bernama OASIS yang isinya adalah sebuah dunia virtual yang batasnya hanyalah imaginasi. Semua orang menghabiskan waktu mereka di OASIS.

Untuk masuk ke dunia OASIS, mereka membutuhkan sebuah perangkat yang yang dipasang di sekeliling kepala mereka (semacam VR gitu). Bisa ditambah dengan pakaian dengan sensor untuk membuat fantasinya semakin nyata.



Pencipta OASIS, James Halliday (Mark Rylance) meninggalkan pesan sebelum kematiannya. Ia menyembunyikan sebuah easter egg yang mana siapapun yang bisa mendapatkannya akan menjadi pewaris dan pengendali penuh dari OASIS. Untuk mendapatkannya, dibutuhkan tiga buah kunci yang bisa didapatkan melalui kontes tantangan yang sudah ia persiapkan. Banyak orang yang tertarik untuk mengikuti kontes itu dan mencari ketiga kunci. Tidak terkecuali Sixer, yang berisikan orang-orang yang terikat kontrak untuk menemukan easter egg Halliday dari perusahaan IOI yang dipimpin oleh Sorrento (Ben Mendelsohn).



Tantangan untuk mencari kunci yang pertama adalah balapan sampai ke garis finish. Namun menurut cerita Z (Parzival), dalam lima tahun setelah diumumkannya easter egg Halliday, belum ada satu pun orang yang pernah memenangkan tantangan pertama.

Lalu Z agak curiga mengapa tidak ada yang bisa melewati King Kong di depan garis finish. Sampai akhirnya setelah bolak-balik ke Perpustakaan Memori Halliday, ia menemukan petunjuk dan membuat dirinya menjadi orang pertama yang mencapai garis finish dan mendapatkan kunci pertama. Dalam sekejap saja, Parzival menjadi orang yang sangat terkenal di OASIS. Semua orang yang berpapasan dengannya selalu ingin berfoto, tidak terkecuali Sixer yang juga ingin berfoto untuk menyadap pembicaraannya dengan Art3mis (Olivia Cooke) di bar yang sedang membicarakan tentang tempat kunci kedua disembunyikan dan bagaimana cara mendapatkannya.


Dipimpin oleh I-Rok (T.J. Miller) yang mengawasi dari dekat pergerakan Parzival dan Art3mis, para Sixer tidak sabar menunggu arahan I-Rok dan didesak oleh Sorrento untuk menyerang dan membunuh Parzival. Namun berkat senjata yang dibeli Z, mereka berdua berhasil kabur dari kejaran Sixer saat itu. Sayangnya Parzival yang jatuh cinta pada Art3mis dan menganggap kencan hari itu adalah betulan, sudah terlanjur menyebutkan nama aslinya dan I-Rok mendengarnya.

Sixer yang dipimpin F'Nale Zandor menyebar drone untuk mencari Wade (Parzival) di dunia nyata. Tidak menunggu waktu lama, Wade pun mendapatkan pesan dari Sorrento. Ia disuruh bekerja pada IOI atau Sixer dengan imbalan yang sangat besar. Wade sempat tergoda dengan banyaknya uang yang akan dia dapatkan jika menyetujui perjanjian bersama Sorrento. Namun ia menolak tawaran itu dan berkata kalau dirinya adalah seorang solo player

Saat itu juga Z telah membuat Sorrento marah besar dan harus menerima kenyataan bahwa rumah bibinya diledakkan dan menewaskan satu-satunya keluarga yang ia miliki bersama dengan semua orang yang tinggal satu blok dengan dia. Ketika ia ingin mengirimkan pesan kepada teman-temannya, seseorang menangkap dan menculik Z ke suatu tempat. Namun ternyata orang itu adalah orang suruhan Art3mis.


Art3mis mengaku bernama asli Samantha. Di rumah Samantha, Wade akhirnya menemukan petunjuk untuk menemukan kunci kedua. Bersama dengan tiga teman lainnya, Samantha mendapatkan kunci kedua yang pertama kali. Disusul dengan Parzival dan yang lain, yang menjadikan mereka The High Five.

Melihat bahwa Parzival masih hidup, Sorrento geram. Tidak butuh waktu lama baginya menemukan kembali lokasi dimana Wade berada. Ia mengepung rumah Samantha dan menangkap semua orang. Beruntung Samantha tepat waktu untuk menyuruh Wade kabur lewat lubang fentilasi dan mengabari temannya yang lain untuk menjemput Wade. Samantha sendiri malah menyerahkan diri pada Sixer untuk menahan mereka dan memberikan waktu untuk Wade kabur. Lalu ia dibawa ke markas IOI dan dijadikan karyawan loyalitas yang harus bekerja untuk membantu Sorrento menemukan easter egg Halliday dan menguasai OASIS.


Wade dijemput oleh mobil milik Aech (Lena Waithe), sahabatnya yang ternyata adalah seorang cewek bernama Helen, Daito (Win Morisaki) yang bernama asli Toshiro, dan Sho (Philip Zhao) yang bernama asli Xo dan ternyata masih berusia belasan. Mereka kabur dari kejaran IOI.

Berkat bantuan dari Aech dan peralatannya, Z mampu berkomunikasi dengan Art3mis yang sedang diperbudak di markas IOI. Art3mis berkata kalau Sorrento sudah mengetahui lokasi dimana kunci ketiga berada. Dan saat itu Sixer sedang mencoba memecahkan tantangan kunci ketiga dan masih gagal. Namun Sorrento juga memasang semacam barrier tak tertembus level 99 pada sekitar lokasi agar tidak ada orang yang bisa masuk dari luar.


Berkat bantuan dari Z, Art3mis berhasil kabur dari ruang loyalitas IOI dan menuju ke ruangan Sorrento dan mengetahui bagaimana caranya membatalkan barrier tak tertembus itu. Sementara di OASIS, Z berusaha mengumpulkan orang-orang yang mau berjuang merebut OASIS dari Sixer. Z dan yang lain mulai bertempur melawan Sixer dibantu dengan ribuan player lain.

Sementara itu, Art3mis berhasil membatalkan barrier yang harusnya mampu bertahan 10ribu tahun. Setelah barrier hilang, Sorrento maju ke pertempuran dengan bentuk Mechagodzilla (kalo ngga salah). Daito yang baru mulai ikut pertempuran, berubah ke bentuk robot Gundam dan melawan Mechagodzilla milik Sorrento. Namun sampai kembali ke bentuk semula pun, Daito belum bisa berhasil mengalahkan Sorrento. Akhirnya Sorrento dikalahkan oleh Art3mis dan membuat dirinya tahu kalau Art3mis masih berada di markas IOI.


Segera setelah mati di pertempuran, Sorrento mencari-cari Art3mis. Dan membuat Z terpaksa menembak kepala Art3mis agar dia tidak ketahuan. Pertarungan selanjutnya Sorrento kembali dengan senjata yang mampu membunuh semua orang yang ada di OASIS termasuk dirinya sendiri. I-Rok pikir senjata itu hanya digunakan untuk mengancam Z, namun ternyata Sorrento benar-benar menggunakan senjata itu dan mereset semua player termasuk dirinya dan Z. Untuk beberapa saat OASIS benar-benar kosong. Sampai Z berjalan mendekati tantangan kunci ketiga. Ia terkejut mengapa dirinya tidak mati. Ternyata karena kepingan 25 sen pemberian sang kurator perpustakaan memori Halliday yang memberikan padanya karena kalah taruhan.

Di OASIS Z memang sendirian, tapi di dunia nyata ia dikejar oleh IOI, Sorrento dan F'Nale. Disiarkan secara langsung, Z masih berusaha untuk memecahkan misteri di tantangan kunci ketiga. Sampai akhirnya dia berhasil dan disambut oleh Anorak--Halliday dalam versi avatar di OASIS-- yang memberikan kunci ketiga dan menyuruhnya tanda tangan surat kepemilikan.

Setelah berpikir beberapa saat, Z menyadari kalau dia tidak seharusnya menandatangani perjanjian itu. Ia mengingat saat penandatangan tersebut sebetulnya adalah sebuah ujian, Halliday menyesal menandatangani penjualan saham OASIS. Setelah itu Halliday baru yakin kalau Parzival adalah orang yang tepat untuk mengendalikan OASIS. Ia mengobrol di kamar pribadi Halliday dulu dan ia diberikan easter egg yang dijanjikannya.

Setelah kembali ke dunia nyata, Z sudah ditunggu oleh beberapa orang termasuk Ogden Morrow (Simon Pegg) yang menginginkan dirinya menandatangani perjanjian untuk mengambil alih OASIS. Disitu Z berkata kalau dirinya tidak akan mengelola OASIS seorang diri. Dia mau The High Five mengelolanya bersama.


Untuk karakter favorit gue disini adalah Daito, lebih tepatnya sih Toshiro. Untuk avatarnya kita semua setuju kalo Parzival itu ganteng BANGET! Tapi untuk Toshiro sendiri itu charming banget ngga sih? Apa karena gue otaku aja gue pikir dia keren banget? XD



Huuuaaaaa sumpah ya ngga lebay loh kalo film ini bener-bener bagus banget. Mengalahkan ekspektasi gue banget. Jujur waktu ngeliat trailer nya gue agak ragu. Emang sih gue bakalan nonton film ini, tapi menurut gue film ini ngga akan jadi sebagus ini. OMG gue bener-bener ngga mungkin nonton sekali doang. Selama nonton film aja gue udah merencanakan kapan gue akan nonton lagi minggu depannya. Recomended banget deh film ini. Kalo di imdb ratingnya 8/10, gue kasih rating 10/10 buat film ini.


--D Ark R Ain Bow--
This entry was posted in

Senin, 05 Maret 2018

#HeForShe 5K Run 2018 | With IBCWE Gender Equality


Seperti semacam ketagihan, gue kalo udah mulai sesuatu yang baru dan suka, bakal dilakuin lagi dan lagi. Sebenernya buat bikin semangat untuk rajin olahraga juga sih.

Kali ini gue mengikutsertakan diri sebagai peserta (runner) dalam He For She Run yang diadakan IBCWE sebagai salah satu kegiatan yang mendukung kesetaraan gender. Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) merupakan sebuah koalisi dari sejumlah perusahaan yang berkomitmen untuk mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan dan kesetaraan gender. Misi mereka adalah mendukung kalangan bisnis agar berperan secara optimal dalam meningkatkan pemberdayaan ekonomi perempuan dan kesetaraan gender. (sumber:)



Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 04 Maret 2018 di kawasan Epicentrum, Rasuna Said.


Kalo dibandingin sama event lari sebelumnya, hasil gue yang ini lebih cepet lho (walaupun dikit banget bedanya) (MY VERY FIRST 5K RUN With DanamonRun | 2017)








--D Ark R Ain Bow--


This entry was posted in

Minggu, 18 Februari 2018

#WeLoveYouParamore !!! Paramore Tour Four Live in Jakarta | 2018



Setelah menunggu 7 tahun sejak kunjungan konser terakhir band Paramore di Indonesia, akhirnya tahun 2018 mereka kembali dengan konser di album kelimanya: After Laughter.

Konser ini berlangsung pada tanggal 16 Februari 2018 di ICE BSD.

Sempat optimis tiket akan ludes dengan cepat seperti di Filipina yang cuma butuh waktu 48 menit untuk sold out, kali ini promotor harus banyak ngadain give away untuk bikin tiket Paramore habis. Kalo menurut gue sih wajar ya. Soalnya konsernya ini bisa dibilang dadakan dan tahun ini lagi banyak banget artis dan penyanyi luar negeri yang mengadakan konser di Indonesia. Misalnya aja The Script, Fifth Harmony, The Chainsmokers, bahkan Celine Dion yang persiapannya lebih matang daripada Paramore yang udah dadakan, adanya di awal tahun pula.

Tapi gapapa. Untuk die hard fans pastinya kedatangan Paramore tahun ini menjadi hadiah tersendiri. Gue sendiri belum pernah nonton konser mereka sebelumnya. Dan ini adalah kali kedua gue nonton konser setelah sebelumnya gue menonton aksi Chrissy dkk di MY VERY FIRST CONCERT!! | Against The Current, Jakarta 2017

Pertama kalinya gue ke Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD. Ternyata tempatnya tuh luas banget. Dan lagi lokasinya ada di tengah-tengah gedung yang belum jadi gitu, jadi ngga terlalu rame orang yang bukan dari atau ke ICE.

Sekitar seminggu sebelum hari H, gue pun akhirnya dapet temen barengan. Dan sampai H-1 kita jadi berempat. Jadi lah kita janjian untuk ketemu jam 9. Lalu pada jam 11 kita tiba di ICE. Suasana penukaran tiket yang udah dibuka dari jam 10 udah lumayan rame. Walaupun masih bisa dibilang normal sih antriannya. Ngga kayak antrian UM di kampus gue. *plaak

Sekitar setengah dua belas gue udah mendapatkan tiket fisik untuk masuk ke venue nya nanti. Lalu kami berempat menunggu di barisan untuk siap-siap open gate yang masih jam 4 sore.



Sekitar jam setengah tiga gue baru engeh kalo ternyata antrian penukaran tiket yang sempet tutup karena kepotong waktu solat jumat itu belum dibuka lagi. Dan beberapa orang mulai protes ke panitia bagian ticketing-nya. Ya wajar sih, soalnya awalnya mereka bilang bakal buka lagi penukaran tiketnya jam 1. Tapi sampe jam setengah tiga pun belum dimulai juga penukaran tiketnya.

Tiba-tiba semua orang yang lagi nunggu open gate bangun dan berdiri. Lalu selang sekitar tiga menit kita semua dibolehin masuk melewati gate ke venue bagian luar. Sampe di dalem, kita langsung antri lagi untuk masuk ke venue dalem. Di sana ada stand makanan dan official merchandise Paramore.



Sambil nunggu waktu yang kayaknya berjalan lamaaa banget, kebanyakan dari kita sih terpaku sama handphone. Dan disinilah pengumuman itu kebaca sama gue. Di grup salah satu Parafam yang gue ikutin rame banget sampe gue harus mute notifikasinya biar ngga terlalu berisik. Agak males sih bacain satu-satu di saat lagi excited nunggu idola tampit kayak gini, tapi lama-lama gue kehabisan akal untuk ngabisin waktu selama nunggu open door. Dan ternyata mereka di grup lagi ngebahas postingan Hayley sang vokalis yang dia buat di facebook dan twitter.

Setelah baca, gue sama Rissa kayak ngga percaya gitu (berharap beritanya bohong sih) sampe dia bilang mungkin itu cuma prank. Lagipula orang-orang di sekitar kami masih kayak biasa aja gitu. Jadi kita pikir ya ini bukan beneran. Ngga mungkin konser nya dibatalin. Apalagi tinggal beberapa jam sebelum acaranya harusnya dimulai.

Lalu kemudian mulai lah satu per satu orang berbisik dengan orang di sebelahnya. Mereka membicarakan hal yang sama. Soal pembatalan konser karena kesehatan Hayley yang tidak memungkinkan. Gue disitu merasa yaudah kita emang ngga mungkin ketemu Paramore hari ini. Dan membatalkan konser adalah hal yang terbaik karena ini menyangkut kondisi kesehatan seseorang.

Satu per satu orang mulai pergi ninggalin venue dengan perasaan kecewa. Gue juga sebenernya ngga ngerti lagi mau ngapain stay disitu. Tapi rasanya kayak ngga rela banget ninggalin venue dimana mestinya kita kumpul untuk ketemu sama Hayley, Zac, dan Taylor sambil sing along.

Gue rada kecewa nya sih sama promotornya yang membiarkan kami pergi dari venue tanpa pemberitahuan resmi dari mereka dulu. Pihak ticketing sih udah ngirim email pembatalan konser. Tapi buat kita yang udah sampe di venue dari pagi harusnya mereka bisa bikin statement resmi pembatalan secara langsung di venue. Soalnya buat beberapa orang termasuk gue masih ngga percaya dan takut kalo kita udah terlanjut pergi dari venue malah beritanya salah. Jadi serba salah deh pokoknya.

Akhirnya setelah banyak banget yang ninggalin venue, pihak promotor menyuruh kami yang masih stay untuk masuk ke venue dalem dan mereka membuat pernyataan resmi pembatalan konser hari itu.

Sebelumnya kita dikasih lagu Paramore yang The Only Exception. Dan kami langsung nyanyi gitu aja ketika musik berputar. Rasanya sedih banget sumpah.


Pihak promotor masih akan berusaha untuk membawa Paramore kembali ke Jakarta (reschedule) konser hari ini. Gue pun berharap tiket nya ngga usah di refund. Yang penting adalah Paramore harus tetap konser di Jakarta, kapan pun itu.

Akhirnya dengan sangat terpaksa kita semua pun pulang dan berharap Hayley cepat sembuh. Karena dia sudah membatalkan konser di Jakarta dan Manila, mereka juga masih ada tour di Jepang.

Ini pertama kalinya gue menghadiri sebuah konser yang berakhir pembatalan. Ternyata rasanya sesakit ini ya. Apalagi alasan pembatalannya adalah masalah kesehatan, jadi ngga bisa marah dan malah sedih banget idola lagi berjuang untuk sembuh.

Sisi positifnya sih, gue jadi dapet temen (Rissa, Iqbal dan Aqsho) untuk dateng di konser reschedule-nya nanti. Dan tetap berharap dan semangat nunggu kabar selanjutnya untuk Tour Four di Jakarta ini!



Get well soon Hayley!! We love you <3 <3




--D Ark R Ain Bow--
This entry was posted in

Jumat, 26 Januari 2018

NEWT FOR LIFE!!! | The Death Cure: Maze Runner 2018




Halo Runners!!

Masih inget kan kisah perjuangan Thomas dkk dalam menghadapi dunia dystopia di trilogi Maze Runner??

By The Way, This Post Contain Hard SPOILER

Maze Runner: The Death Cure adalah film terakhir dari sekuel The Maze Runner sebelumnya di tahun 2014 The Maze Runner dan tahun 2015 The Maze Runner: Scorch Trial. Untungnya kali ini ngga ada part-part kayak film trilogi kebanyakan sebelumnya.


Film dimulai dengan prolog adegan pencurian gerbong kereta yang pernah dipublik sebagai teaser or trailer something like that. Jadi kan di ending Scorch Trial itu Minho (Ki Hong Lee) dibawa oleh WCKED. Jadi pencurian gerbong kereta ini dilakukan untuk mengambil kembali Minho. Ada banyak baku tembak antara Thomas dkk dengan para tentara WCKED. Namun akhirnya Thomas (Dylan O'Brien) dan yang lain berhasil mengambil sebuah gerbong kereta yang diduga ada Minho di dalamnya.


Para pejuang yang tersisa memiliki rencana kabur lewat jalur laut dengan memperbaiki sebuah kapal besar untuk menjauh dari kota dan tempat-tempat yang sudah tidak aman oleh para Crank. Dan pada saat Thomas berhasil mencuri gerbong kereta, adalah dua hari sebelum kapal siap pergi. Berlanjut, Thomas ternyata harus menelan kekecewaan karena ternyata Minho tidak ada di gerbong kereta yang berhasil dicurinya. Namun mereka berhasil menyelamatkan Aris (Jacob Lofland) dan beberapa anak lain yang menjadi tawanan WCKED.


Di tempat lain, Minho sedang menjalani serangkaian tes yang memacu adrenalinnya untuk membuat serum obat virus suar. Katanya sih, simulasi itu hampir sama efektifnya dengan percobaan maze. Jadi Minho mengalami simulasi yang sama dengan di maze, bedanya itu hanya terjadi di kepalanya saja, bukan sungguhan.

Thomas sangat frustasi. Ia tidak bisa membiarkan WCKED memiliki Minho. Namun ketika ia menjelaskan kepada yang lainnya kalau ia mau kembali mencari Minho dalam waktu seminggu, Vince (Barry Pepper) keberatan. Menurutnya sangat tidak worth it mengorbankan banyak nyawa untuk menyelamatkan satu orang saja. Dan lagi, mereka tidak bisa berada di tempat itu untuk waktu yang lama.

Namun Thomas tetap nekat untuk pergi menyelamatkan Minho meskipun itu harus dilaluinya sendirian menuju kota markas WCKED. Pada tengah malam ia berencana untuk pergi dari persembunyian, lalu tiba-tiba Newt (Thomas Brodie-Sangster) menyalakan lampu dan berkata akan ikut dengannya. Thomas sempat menolak Newt untuk ikut. Namun ternyata Newt juga bersama Frypan (Dexter Darden) yang sudah siap di dalam mobil. Lalu akhirnya mereka bertiga pun berangkat.

Mereka menelusuri jarak yang cukup jauh sampai berhenti di sebuah terowongan (yang waktu di film kedua itu banyak banget Crank-nya). Newt berkata "Aku bukannya mau negative thinking, bro. Tapi kalau aku adalah Crank, aku sudah pasti tinggal di dalam sana." --yang bikin gue ngakak.

Akhirnya mereka nekat melewati terowongan dengan perlahan. Sambil terus berharap tidak bertemu dengan para Crank. Namun tiba-tiba seorang Crank muncul di depan mobil mereka. Dan dari dalam kegelapan muncul lebih banyak Crank yang mengepung mobil mereka. Fry mengemudikan mobil dengan fokus yang kemana-mana karena panik. Akhirnya mobil pun terguling dan mereka tidak bisa melanjutkan perjalanan dengan mobil lagi. Panik. Ya! Di depan dan belakang terowongan dipenuhi Crank yang mulai menyerang. Mereka tidak punya jalan keluar. Kalau saja tidak..

Tiba-tiba sebuah mobil menabrak para Crank. Lalu dari dalam mobil Brenda (Rosa Salazar) menyuruh mereka masuk ke dalam mobil. Brenda dan Jorge (Giancarlo Esposito) datang di saat yang tepat.


Akhirnya perjalanan dilanjutkan bersama tambahan Brenda dan Jorge. Mereka berlima tiba pada sebuah tempat yang sangat ramai orang-orang yang berdemo di depan sebuah pintu dinding kota Last City. Mereka berdemo untuk diperbolehkan masuk ke dalam kota. Namun yang mereka dapatkan adalah serangan tembak dari WCKED. Newt yang merasa mereka diperhatikan orang-orang berpenutup wajah berusaha mengajak Thomas dan yang lainnya untuk pergi dari massa yang mulai kalang kabut menghindari tembakan itu. Namun terlambat, mereka disekap orang-orang berpenutup itu lalu dibawa ke suatu tempat.

Salah satu orang berpenutup wajah membuka topengnya dan menampakkan wajah yang tidak asing. Gally (Will Poulter) yang diduga sudah mati itu ternyata ada disana. Thomas sempat marah dan memukuli Gally karena ia telah membunuh Chuck (di film pertama), namun Gally meyakinkan Thomas kalau mereka memiliki tujuan yang sama. Dan menawarkan bantuan pada mereka untuk masuk ke dalam kota. Gally bilang tempat itu adalah tempat Lawrence (Walton Goggins).


Singkat cerita, akhirnya Thomas, Gally dan Newt berhasil masuk ke dalam kota. Dan berencana untuk masuk ke laboratorium (tempat Minho ditahan) dengan memanfaatkan Teresa (Kaya Scodelario). Thomas berhasil menyelamatkan para tawanan dan serum obatnya. Namun ia belum bertemu dengan Minho. Lambat laun, Newt mulai berubah menjadi Crank. Ternyata dia tidak kebal seperti Thomas, Minho dan Gally. Setelah Minho berhasil ditemukan, mereka masih harus menghadapi Janson (Aidan Gillen) untuk keluar dari kota yang mulai hancur karena serangan yang datang dari orang-orang Lawrence.


Di perjalanan, Teresa berbicara dengan alat pengeras suara kalau ternyata darah Thomas bisa menyembuhkan orang yang terkena virus. Dan Thomas juga bisa menyembuhkan Newt yang saat itu mulai kehilangan kesadarannya dan menyerang Thomas. Mereka berkelahi dan Newt memohon Thomas untuk membunuhnya. Namun karena Thomas tidak mau membunuhnya, akhirnya Newt berkelahi dengan Thomas dan menancapkan pisau di dadanya. Newt mati dan scene nya lama banget, bikin air mata ngalir deres.


Thomas kembali ke laboratorium dan menemui Ava Paige (Patricia Clarkson) kepala ilmuan di Last City. Ava berkata kalau darah Thomas bisa menyembuhkan siapapun yang terkena virus itu. Namun saat Thomas sepakat untuk memberikan darahnya asalkan teman-temannya selamat, tiba-tiba Ava tertembak peluru yang ditembakkan oleh Janson.

Janson ternyata sudah tertular virus itu dan berniat menggunakan darah Thomas untuk dirinya sendiri. Namun Thomas dan Teresa yang tidak terima dengan rencana busuk Janson melawan sampai Janson mati ditangan Crank yang dijadikan percobaan di laboratorium tersebut.

Gedung laboratorium mulai colapse perlahan dan membuat Thomas dan Teresa tidak punya jalan keluar. Akhirnya mereka terjebak di atap gedung dengan kondisi Thomas yang tertembak salah satu peluru dari Janson. Saat mereka sudah sama-sama putus asa, akhirnya mereka saling mengakui perasaannya dan bala bantuan datang!! Yeay. Teresa membantu Thomas yang terluka untuk naik ke pesawat yang dibawa Jorge. Namun ketika tiba giliran Teresa, gedung di sebelahnya tumbang dan membuat Teresa kehilangan satu-satunya kesempatan untuk melompat. Teresa jatuh ke dalam lautan api dan hilang.

Latar berganti di sebuah tepi laut. Thomas dkk sudah berhasil mencapai tempat para survival lain yang kabur dengan kapal laut. Mereka memulai dari awal kehidupan mereka.

Disitu Minho memberikan benda yang ditinggalkan Thomas, benda yang diberikan oleh Newt disaat-saat terakhirnya. Ternyata di dalam benda tersebut ada sebuah surat. Thomas membacanya dan hatinya teriris (sama kayak hati gue-Oh my Newt!!).

Jadi, ya gue sedih banget Newt mati disini. Dia adalah karakter kesukaan gue. Selain cakep, dia juga pinter, kuat, setia kawan. Tapi yah, dia bukan salah satu orang yang kebal sama virus suar itu. Tapi tetep aja kalau bisa ganti ending, maunya Newt tetep hidup!!

Well, di film ini gue lebih menikmati daripada Scorch Trial. Disini semua pertanyaan terjawab dan yah jangan ingetin lagi Newt mati. Tapi menurut gue, bagi yang mau nonton Death Cure, diharuskan dulu nonton Maze Runner sama Scorch Trial. Karena disini ngga ada karakter baru kecuali Lawrence. Jadi semuanya nyambung dan emang harus ngerti dulu cerita kedua film sebelumnya. 4/5.


Di video ini, ada scene-scene paling memorable




--D Ark R Ain Bow--

This entry was posted in

Senin, 22 Januari 2018

After Laughter | Paramore's 5th Album 2017


Sebenernya gue udah lama banget pengen bikin posting soal album terbaru nya Paramore ini. Tapi belum selesai juga dengan banyaknya kesibukan yang ada di kehidupan sehari-hari gue (ahaha lebay).

Nah, kali ini gue pun sempet-sempetin bikin post nya. Mumpung Paramore lagi euforia karena akan menggelar konser tur di Jakarta 16 Februari 2018 mendatang.


Jadi ada apa aja sih di album kelima Paramore ini??

Mereka mengambil tajuk album: After Laughter



Ngga kok ngga salah, emang di album ini mereka mengambil dominan warna pink ala-ala pastel gitu. Dan kita para fans dibawa ke dalam sebuah karya musik yang berbeda dari album-album sebelumnya. Di After Laughter, Hayley ngga terlalu banyak teriak-teriak. Tapi yang jadi daya tarik di album ini adalah, bagaimana mereka membuat lagu-lagu sedih yang dinyanyikan dengan irama yang beat bahagia dan semakin memilukan beberapa bagian liriknya kalau dipahami dalam-dalam.

Awalnya banyak banget yang berpikir 'serius nih Paramore bikin lagu kayak gini?' atau 'mereka berubah' atau 'Paramore sekarang nge-POP'

Ya gue juga sempet mikir begitu. Karena gue juga cukup mengikuti perkembangan band ini. Dari lagu-lagu mereka sebelumnya. Kayak Ignorance atau Misery Business. Tapi semakin lama didengerin, makin dalem makna yang berusaha mereka sampaikan di album mereka ini. Gue juga makin menikmati lagu-lagunya.

Setelah penantian lama, akhirnya Paramore merilis single pertama mereka di After Laughter ini. Lagu yang berjudul Hard Times ini berhasil membuat para fans melongo. Walaupun konsep video klip nya ngga beda jauh sama Still Into You yang colorful, MV lagu kali ini unik banget. Gue sih ngga begitu ngerti, tapi banyak yang bilang di album ini, Paramore mengambil tema musik ala tahun 90an.




...
Hard Times,Gonna make you wonder why you even tryHard Times,Gonna take you down and laugh when you cry
... 


Setelah berhasil sukses comeback dengan single Hard Times, mereka kembali merilis single kedua yang berjudul Told You So.




Dan pada akhirnya mereka mempublikasikan seluruh lagu di album After Laughter. Sumpah gue suka banget lagu Fake Happy, Rose-Colored Boy sama 26!!!

Ada juga satu lagu yang vocalnya bukan dinyanyikan sama Hayley! Kepo?? Check it out!






















Selamat baper ya denger lagu-lagu Paramore di album ini. Iya gue juga sama kok baper juga dengerinnya.



--D Ark R Ain Bow--

Jumat, 29 Desember 2017

PARAMORE After Laughter Tour Concert | JAKARTA 2018



Natal 2017 kali ini sangat spesial dengan adanya announcement dari official account-nya Paramore.

Dari sekian banyak jadwal konser tur album kelima mereka (After Laughter), akhirnya mereka menambahkan jadwal konser untuk Indonesia, di Jakarta pada 16 Februari 2018 mendatang.

Dalam tur kali ini, Paramore sekalian merayakan kembalinya Zac Farro nih ke band. Setelah sebelumnya dia memutuskan untuk meninggalkan Paramore di tahun 2010 bersama saudaranya. Jadi formasi Paramore saat ini adalah Hayley Williams, Taylor York, dan Zac Farro.



Dua hari setelah pengumuman, promotor konser mereka di Jakarta--Sonic Live Asia--pun mengumumkan informasi tiket dan harganya. Penjualan tiket dilakukan pada tanggal 29 Desember 2017 dengan harga 1,5jt untuk Festival A dan 1,25jt untuk Festival B. Satu hari sebelum penjualan tiket resmi, tiket early bird atau presale pun dibuka. Dengan harga 1jt untuk Festival A dan 850rb untuk Festival B, mereka hanya menjual 2.000 tiket di early bird. Jadi yang dapat ya yang beruntung udah regist di waktu mereka belum buka penjualan presale tiketnya.

Untuk cek tiket silakan klik disini



Ohya konser nya akan digelar di ICE BSD, Tanggerang Jawa Barat.

Dan diantara banyak banget orang, gue pun berhasil mendapatkan tiket early bird!!!

Setelah itu pun gue bisa bernafas lega. Tinggal nunggu info kapan penukaran tiket dan segala macemnya. Semoga aja konser Paramore tahun depan bisa berjalan dengan lancar dan mereka ngga kapok untuk balik lagi konser di Indo.

Kamis, 02 November 2017

There's A Reason - Konomi Suzuki (Soundtrack No Game No Life: Zero | 2017)


Seperti biasa, setelah memposting review ber-spoiler dari film nya (disini), gue sekarang akan membahas lagu soundtrack dari Movie Anime No Game No Life: Zero.

Main song di film ini adalah sebuah lagu dari penyanyi Konomi Suzuki dari album bertajuk Lead, judulnya There's A Reason.



Menurut gue lagu ini fit in banget sama film nya. Gini nih lagunya. Intronya itu loh, membius banget. Ditambah suaranya yang imut-imut gimanaa gitu.



Sekarang coba dengerin pas udah dimasukin ke dalam trailer nya ya.



Kalo nonton filmnya aja udah bikin baper, dengerin lagu ini juga bikin tambah baper loh. Entah kenapa ya akhir-akhir ini soundtrack kok pada bikin baper semua. Kalo di film ini sih jelas menceritakan kisah cinta tragis antara Riku-Schwi.



--D Ark R Ain Bow--

Rabu, 01 November 2017

No Game No Life: Zero | 2017


Masih pada inget duo bersaudara Sora dan Shiro kann??

Yupps bener banget

'Kouhaku--Blank'

Ngga kosong juga sih sebenernya. Dua saudara tidak sedarah Sora dan Shiro yang sudah berhasil mengembalikan kedamaian di Elkia ini sedikit sekali loh muncul di film terbarunya No Game No Life: Zero.


Film ini tayang di Indonesia mulai tanggal 25 Oktober kemarin. Dan gue langsung buru-buru nonton dong. Berhubung belum ada anime yang bertahan lama di bioskop selain Sword Art Online Ordinal Scale bulan Maret kemarin. Apalagi udah ada antrian film Fireworks, jadi harus gercep.

-----

Nah, kenapa gue bilang di film ini Sora dan Shiro cuma sedikit banget munculnya?

Karena film ini bercerita tentang sebuah sejarah Perang Abadi di Elkia 6.000 tahun sebelum era Sora dan Shiro dimulai.

Teto (Rie Kugimiya) dan Izuna (Miyuki Sawashiro) sedang bermain catur. Lebih tepatnya sih Izuna lagi menerima kekalahannya atas Teto. Lalu disitu Teto mulai cerita soal legenda yang sudah dilupakan orang-orang di Elkia namun tak bisa dilupakannya. Cerita tentang perang abadi bangsa Elkia 6.000 tahun lalu.



Dunia sedang dalam keadaan sangat memprihatinkan. Perang terjadi dimana-mana. Dan sebagai ras paling lemah, manusia hanya bisa kabur untuk bertahan hidup dari para ras lain yang saling melemparkan serangan.

Pemimpin bangsa Manusia, Riku (Yoshitsugu Matsuoka-doi juga pengisi suara Kirito) bersama dengan dua temannya sedang mengeksplor bagian dari reruntuhan yang ditinggalkan bangsa Dwarf. Tapi sayangnya salah satu dari mereka harus mati untuk menyelamatkan yang lainnya.

Di pemukiman, Corone (Yôko Hikasa) sedang mengajarkan anak-anak menulis termasuk Nonna (Yuka Iguchi), anak dari Ivan (yang mati di reruntuhan bangsa Dwarf). Nonna emosi ketika Riku kembali ke pemukiman dan mengatakan kalau ayahnya meninggal dunia, telah memicu temperamen Riku yang langsung membuatnya frustasi. Ia merasa kalau perang ini tidak bisa dihentikan dan bangsa manusia hanya bisa menghindar untuk bertahan hidup. Sejak saat itu, Riku berkelana seorang diri.

Sampailah dia pada sebuah bagian yang diyakini adalah milik bangsa Elf. Karena selain tanah lapang itu, tempat sekitarnya telah hancur berantakan. Dan disanalah pertama kalinya Riku bertemu dengan seorang ex-machina.

Seorang ex-machina berbentuk robot perempuan ini menganalisa Riku lalu menciumnya. Ia mengatakan kalau dirinya ingin mempelajari cara kerja hati manusia. Namun Riku menolak, karena ex-machina tidak pernah bekerja sendirian. Kalau salah saja menyerangnya, para ex-machina lain akan datang dan menyerbu. Tapi ex-machina itu mengatakan kalau dirinya sudah tidak terhubung lagi dengan yang lainnya, artinya dirinya merupakan seorang ex-machina yang terbuang. Dengan tantangan permainan catur, ex-machina itu berhasil membuat Riku menyanggupi permintaannya. Riku membawa ex-machina tersebut ke pemukimannya.

Sebelum mengenalkannya pada orang-orang di desa, Riku meminta ex-machina itu menyesuaikan diri dengan kepribadian yang lebih manusiawi. Dia disuruh memilih sebuah nama yang manusiawi pula agar tidak aneh karena namanya berupa deretan angka-angka ordinal. Lalu ex-machina perempuan itu pun memilih nama Schwi (Shuvi--Ai Kayano). Riku sangat terkejut ketika Shuvi mengganti cara bicaranya menjadi sesosok yang sangat kawaii menurutnya.

Singkat cerita, semenjak Shuvi ikut dengan Riku dan mengatakan bahwa dia jatuh cinta pada Riku, mereka selalu berdua kemana pun mereka pergi. Riku sekarang menjadi lebih unggul dengan segala informasi yang diberikan Shuvi mengenai perang dan bagaimana cara menghentikannya.



Sampai akhirnya Riku melamar Shuvi. Saat itu Shuvi tidak menyangka dan menyangkal kalau mereka tidak mungkin bisa bersama selamanya. Shuvi hanyalah sebuah robot yang tidak hidup dan bukanlah manusia, Shuvi tidak bisa memberinya keturunan dan semacamnya. Bahkan Shuvi mengatakan kalau dirinyalah yang menghancurkan kampung halaman Riku, bangsa manusia. Namun secara mengejutkan, Riku berkata bahwa dirinya sudah mengetahui hal itu dan memilih untuk tidak peduli dan tetap mencintai Shuvi, lalu mereka memutuskan untuk menikah di hadapan kakaknya, Corone yang kini telah ditunjuk untuk memimpin bangsa manusia.

Setelah menikah, Riku dan Shuvi melanjutkan rencana mereka. Karena peradaban manusia telah diserang dan pemukiman sudah pindah, Riku memiliki rencana untuk menjadi 'hantu' dan menipu para bangsa lain untuk saling menyerang di benua lain yang jauh dari peradaban manusia yang selamat. Namun perlahan, tubuhnya mulai rusak akibat menelan terlalu banyak asap hitam. Ia terpaksa kehilangan sebelah tangan dan wajahnya pun terluka parah. Ia juga tidak istirahat dengan cukup.

Akhirnya Shuvi menyuruhnya untuk istirahat sehari penuh sementara dirinya menjaga Riku. Riku meminta Shuvi untuk menggenggam tangannya selama dia tertidur. Shuvi melakukan yang diperintahkan Riku. Namun setelah Riku terlelap, Shuvi meninggalkannya dan meneruskan rencana mereka seorang diri dengan mengambil alih senjata milik ex-machina untuk menghancurkan matahari sesaat setelah para bangsa lain saling melemparkan senjata mereka.



Saat itu Shuvi baru saja berhasil mengambil alih 1 unit dari 9 unit yang tersisa. Ketika seorang bangsa Elf Flugel tiba-tiba datang dan menyerang dirinya. Elf Flugel bernama Jibril (Yukari Tamura) itu menyerangnya habis-habisan sampai Shuvi terluka parah dan tidak dapat melawan lagi. Akhirnya terpaksa Shuvi menghubungi ex-machina lain untuk meminta bantuan. Tapi karena dirinya sudah menjadi robot ex-machina yang terbuang, pangkalan pun tidak mau membantu. Namun Shuvi terus mengirimi mereka sinyal bantuan dan mengatakan kalau dirinya telah berhasil memahami cara kerja hati manusia. Akhirnya pemimpin pasukan ex-machina menerima permintaanya dan segera mengirimkan bala bantuan dalam waktu 251 detik. Maka dalam waktu itu, Shuvi harus bisa bertahan dari serangan Jibril sampai mereka tiba.

Akhirnya bantuan dari pangkalan ex-machina tiba dan menyerang Jibril namun sayangnya, Shuvi tidak selamat. Tubuhnya hancur dan sama sekali sudah tidak berfungsi lagi. Sedangkan Jibril tubuhnya menjadi menciut karena serangan yang dilakukannya menghabiskan terlalu banyak energinya. Belum lagi serangan balasan dari bangsa ex-machina lainnya. Tapi dia tidak mati. Dan disini gue berusaha sekuat mungkin untuk ngga nangis di bioskop (karena gue nonton sendiri dan rada malu sih kalo nangis gada temennya) gue ngerasa ngga adil aja, kenapa Shuvi mati sedangkan Jibril ngga, padahal yang bermasalah itu Jibril.

Tepat saat itu Riku terbangun dari tidurnya dan menemukan kalau Shuvi tidak ada lagi disisinya. Ia didatangi oleh sorang ex-machina lain yang membawa pesan dari mendiang Shuvi. Riku sangat sedih karena Shuvi sudah mati. Namun ex-machina itu mengatakan bahwa para bangsa ex-machina yang lainnya akan membantu Riku dalam memenangkan perang ini. Lalu Riku melanjutkan rencananya bersama Shuvi dibantu dengan bangsa ex-machina.

Nah, klimaksnya nih, semua bangsa saling melemparkan senjata. Termasuk bangsa ex-machina. Sampai muncullah, sebuah kotak yang jika seseorang berhasil mendapatkannya, maka ia yang akan menjadi pemimpin Elkia. Riku sudah mempersiapkan diri untuk mengambilnya, namun dia ternyata tidak berhasil dan yang mendapatkannya adalah Teto. Disitulah ia percaya bahwa dewa permainan itu memang ada. Bahwa selama kecil ia tidak hanya membayangkan Teto.

Riku mati. Dunia ditata ulang. Dan Teto menambahkan beberapa peraturan permainan yang telah dibuat oleh Riku.

Latar kembali ke waktu dimana Sora dan Shiro sedang berlari menghampiri Izuna. Dan menurut gue percakapan mereka (sekali lagi) made my day!

Sora: "Izuna-chan, ternyata kau disana. Kau harus berhati-hati terhadap orang-orang jahat yang akan menculikmu." *sambil berlari lalu memeluk Izuna*

Izuna: "Seperti kau misalnya?"

Shiro: *Ikut memeluk Izuna* "Atau orang seperti aku."

Dan yah, Sora dan Shiro cuma muncul di epilog film ini.



Disini keliatan banget kalo si Riku itu mirip banget sama Sora dan Shuvi mirip banget sama Shiro. Pengisi suara untuk mereka berdua pun masih sama. Dan untuk yang lain juga begitu. Jadi semuanya kayak semacam reinkarnasi aja. Kecuali Jibril yang emang itu adalah dia yang sejak 6.000 tahun.

Menurut gue, film ini cukup bagus dan entertaining. Meskipun jujur gue agak kecewa karena emang Sora dan Shiro tidak banyak ambil bagian film ini. Gue pikir mereka akan muncul seengganya Teto ngasih tau ke mereka soal sejarah ini. Tapi ternyata engga.

Untuk kualitas gambar dan animasinya oke banget. Waktu perang dan ledakan-ledakannya juga oke. Tapi lagi-lagi menurut gue perang inti saat semua bangsa saling lempar senjata itu masih kalah dengan pertarungan Shuvi-Jibril yang logikanya itu cuma kecil aja kalo dibandingin perang semua bangsa. Tapi pertarungan Shuvi-Jibril divisualkan lebih baik daripada perang antar bangsa.

Jadi, gue cukup sekali aja deh nonton film ini. Yang penting udah melepas kangen sama Sora dan Shiro. Dan kisah Riku-Shuvi tragis banget. For me, this is around 3.5/5




Jaa ne~


--D Ark R Ain Bow--

Jumat, 20 Oktober 2017

24. Midst ~~ The Little You Know The Little Chance You'll Die


Left the conviction in the middle



"Err, kita harus mulai obrolan apa ya?" ucap Diva canggung.

Keadaannya memang sangat canggung. Atmosfer diantara aku, Keenan dan Doni juga memanas. Entah Diva yang bodoh atau memang kami bertiga sangat pintar dalam menyembunyikan kebencian darinya. Aku yakin sekali Doni sedang berusaha mengingat siapa Keenan. Dia terdiam lama sekali dengan raut wajah kebingungan. Aku tahu Doni dan Keenan tidak sering bertemu sebelum ini. Bagi Doni pun, kehadiran Keenan mungkin hanya sebagian kecil pemeran figuran yang melintas dalam kehidupannya. Tapi kurasa setelah hari ini, hal itu akan berubah.

"Kurasa aku harus ke mobilku. Aku meninggalkan beberapa cemilan disana." Ucap Doni tiba-tiba.

"Benarkah sayang? Bukannya kita sudah memakan semuanya di perjalanan kita kesini tadi?" ucap Diva.

"Aku harus memeriksanya." ucap Doni sambil beranjak dari tempat duduknya.

Doni terus berjalan keluar rumah tanpa menghiraukan tiga pasang mata yang terus memperhatikannya. Ia tampak begitu gugup, namun tampak begitu berusaha keras agar kami tidak menyadarinya. Aku tahu apa yang akan dilakukannya kira-kira. Dia akan memeriksa apakah mobilnya tidak ditempelkan gps dan alat sadap. Dan kemungkinan juga dia akan menaruh kedua benda itu ke mobil yang dibawa Keenan. Aku tahu betul jalan pikiran orang-orang seperti Doni.

Tidak menunggu lama, Doni kembali dari luar. Dia tidak membawa satu pun cemilan yang dikatakan sebelumnya. "Kau benar sayang. Ternyata sudah kita habiskan semuanya. Hahaha." ucap Doni ketika bergabung lagi bersama kami yang kini sedang menatap televisi untuk menghilangkan kesunyian.

"Kau selalu saja tidak percaya padaku." ucap Diva.

"Tapi aku mempercayakan masa depanku padamu Diva." ucap Doni sambil merangkul Diva dengan lembut.

Tanpa sadar, aku dan Keenan sama-sama sudah tidak memperhatikan layar televisi lagi. Kami memperhatikan keakraban Diva dan Doni di depan kami.

"Hey guys, I think you both dating each others too. Didn't you flirting to each other or something?" ucap Doni pada kami. Dia memang tidak seperti merasa terganggu karena kami memperhatikan mereka. Dia lebih seperti meledek kami berdua.

Diva tertawa. "Padahal kalian yang lebih lama pacaran. Kenapa kalian begitu kaku?" tambah Diva.

Aku merasa ada sesuatu yang normalnya harus kulakukan dengan Keenan saat ini. Dan yang menjadi standarnya adalah kedua pasangan baru ini. Tapi aku benar-benar tidak ingin melakukannya.

"Kau benar-benar tidak romantis, Keenan." ucap Diva.

'menurutku dia sangat romantis ketika kami bersama-sama mengeluarkan isi perut seseorang.' batinku. Tapi sial, aku cemburu melihat Diva sangat dekat dengan Doni. Rasanya aku ingin sekali membunuh Doni dan menjadikannya tujuh bagian untuk diedarkan ke ketujuh benua di dunia.

"Kapan kalian tepatnya mulai pacaran?" tanya Doni tiba-tiba.

"Sejak SMP! Luar biasa kan sayang!" Diva yang menjawabnya.

"SMP? Kalian satu sekolah ketika SMP?" tanya Doni lagi.

"Ya! Saat itu Keenan adalah kakak kelas kami. Reputasi Sher langsung melonjak tinggi ketika seisi sekolah tahu kalau dia berpacaran dengan kakak kelas." ucap Diva.

"Kau tahu banyak soal sahabatmu ya Diva." ucap Doni.

"Tentu saja. Sher adalah penyelamatku. Aku tahu segala hal tentangnya karena kami ini satu jiwa." ucap Diva. "Tapi ada satu hal yang tidak pernah kutahu, Sher."

"Apa itu?" tanyaku akhirnya seakan baru menyadari aku bisa bergabung dengan percakapan mereka.

"Cerita detail bagaimana kau dan Keenan bisa pacaran. Waktu itu kan aku sedang ada di rumah sakit. Tiba-tiba setelah aku kembali ke sekolah, sudah ada orang yang menunggumu setiap pulang sekolah." ucap Diva. "Kau hanya bilang kalau kalian bertemu saat terjadi insiden mati listrik yang mengagetkan satu cewek kelas kita sampai pingsan."

DEG. Jantungku berdetak keras satu kali. Kita harus menghindari topik pembicaraan ini. Ini akan sangat berbahaya kalau sampai Doni menyadari sesuatu dari memori saat itu.

"Kami berdesakan di barisan saat itu. Dan tanpa sengaja aku menabrak Sheerin sampai jatuh. Jadi kurasa itulah takdir kami. Dipertemukan oleh sebuah tabrakan." ucap Keenan mengejutkanku.

"Oh manis sekali. Kau tidak pernah mau ceritakan bagian itu padaku, Sher." ucap Diva.

"Harusnya kenangan itu hanya untukku sendiri, Diva. Itu adalah saat Keenan masih sangat manis." ucapku meyakinkan cerita bualan yang Keenan buat.

"Hehe, maaf kawan." ucap Diva.

"Oh tidak. Sepertinya kita harus pulang sekarang Diva. Aku kan sudah janji mau mengantar mamaku belanja." Ucap Doni tiba-tiba.

'oh come on Doni. Alasan mengantar ibu belanja itu sudah klise.' batinku.

"Benarkah? Kalau begitu kita tidak boleh terlambat." ucap Diva seraya bangun dari duduknya. "Aku pulang sekarang ya Sher. Jangan lupa kau harus masuk kuliah besok. Kalau tidak aku akan menyeretmu ke kelas."

Lalu mereka berdua pulang.

"Menurutmu dia ingat kejadian itu?" tanyaku pada Keenan ketika sudah kupastikan Diva dan Doni jauh dari rumahku.

"Bukan hanya ingat. Bahkan dia sadar kalau kita tidak bertabrakan di barisan." jawab Keenan tenang.


***

--Doni's POV--

"Kapan kalian tepatnya mulai pacaran?" tanyaku.

"Sejak SMP! Luar biasa kan sayang!" Diva yang menjawabnya.

"SMP? Kalian satu sekolah ketika SMP?" tanyaku lagi.

"Ya! Saat itu Keenan adalah kakak kelas kami. Reputasi Sher langsung melonjak tinggi ketika seisi sekolah tahu kalau dia berpacaran dengan kakak kelas." ucap Diva.

"Kau tahu banyak soal sahabatmu ya Diva." ucapku. Tapi dia sama sekali tidak menyadari bahwa aku juga satu sekolah SMP dengannya. Aku satu angkatan dengan Keenan.

"Tentu saja. Sher adalah penyelamatku. Aku tahu segala hal tentangnya karena kami ini satu jiwa." ucap Diva. "Tapi ada satu hal yang tidak pernah kutahu, Sher."

"Apa itu?" tanya Sheerin buru-buru seakan takut orang lain akan mengajukan pertanyaan itu sebelum dia.

"Cerita detail bagaimana kau dan Keenan bisa pacaran. Waktu itu kan aku sedang ada di rumah sakit. Tiba-tiba setelah aku kembali ke sekolah, sudah ada orang yang menunggumu setiap pulang sekolah." ucap Diva. "Kau hanya bilang kalau kalian bertemu saat terjadi insiden mati listrik yang mengagetkan satu cewek kelas kita sampai pingsan."

Diva benar-benar tidak tahu yang sebenarnya terjadi. Dia bahkan tidak tahu salah saatu teman sekelasnya keluar dari sekolah setelah insiden yang 'katanya' mati listrik itu.

Kukira dua monster ini akan terkena skak mat atas apa yang diucapkan Diva. Tapi mereka begitu licik. Bahkan bisa mengarang cerita dalam waktu sepersekian detik saja.

"Kami berdesakan di barisan saat itu. Dan tanpa sengaja aku menabrak Sheerin sampai jatuh. Jadi kurasa itulah takdir kami. Dipertemukan oleh sebuah tabrakan." ucap Keenan tiba-tiba.

"Oh manis sekali. Kau tidak pernah mau ceritakan bagian itu padaku, Sher." ucap Diva.

"Harusnya kenangan itu hanya untukku sendiri, Diva. Itu adalah saat Keenan masih sangat manis." ucap Sheerin.

"Hehe, maaf kawan." ucap Diva.

Aku sudah tidak tahan berada disini saat ini. Aku harus memikirkan cara lain untuk membalas mereka. Saat ini aku harus menjauh dari mereka secepatnya. Aku tahu mereka menyadari kalau aku tahu keadaan sebenarnya. Bahwa mereka lah yang memotong jemari mantan pacarku dulu. 

"Oh tidak. Sepertinya kita harus pulang sekarang Diva. Aku kan sudah janji mau mengantar mamaku belanja." Ucapku tiba-tiba.

"Benarkah? Kalau begitu kita tidak boleh terlambat." ucap Diva seraya bangun dari duduknya. "Aku pulang sekarang ya Sher. Jangan lupa kau harus masuk kuliah besok. Kalau tidak aku akan menyeretmu ke kelas."

Lalu kami berdua pulang.

Setelah menjauh sekitar tiga pulluh meter dari gerbang rumah Sheerin. Diva angkat bicara. 

"Puas sekarang?" ucap Diva tiba-tiba dengan nada agak kesal.

"Apanya?" tanyaku kebingungan.

"Kau membuatkku berbohong di hadapan sahabatku satu-satunya, sayang. Dan kau lihat kan? Sheerin dan bahkan Keenan itu sama seperti manusia normal lainnya. Dia bahkan bercerita soal bagaiamana mereka bertemu dan kakaknya akan menikah sebentar lagi." jelasnya.

"Kau benar-benar tidak bisa melihat sahabatmu dari sisi lainnya ya?" ucapku kesal.

"Tentu saja. Dia kan sahabatku." ucap Diva.

"Apa kau percaya kalau aku juga satu sekolah SMP yang sama dengan kalian betiga?" ucapku.

"Ya. Dan apa kau percaya kalau aku tahu hubunganmu dengan Irene?" ucap Diva yang sontak saja mengagetkanku. Irene adalah mantan pacarku yang satu kelas dengannya. Dia yang jemarinya dipotong oleh Sheerin.

"Dari mana kau tahu itu?" tanyaku.

"Aku tahu Irene pindah sekolah setelah katanya kau mencoba memutuskan hubungan dengannya. Sampai-sampai dia gila dan memotong jari-jari tangannya di kelas olahraga." ucap Diva dengan nada seperti sedang membicarakan kalau lalat itu jorok.

Kontan saja aku menghentikan mobilku. "Dari mana kau mendengar gosip seperti itu?" tanyaku naik darah.

"Apa itu penting?" ucap Diva. "Kau bilang kau tidak pernah pacaran sebelum denganku kan? Itu menguatkan alasanmu saat berniat meninggalkan Irene. Kau tidak benar-benar menyukainya. Karena kau lah Irene memotong jemarinya."

"Bukan aku. Tapi Sheerin." Ucapku walaupun aku tahu kalau Diva akan lebih mempercayai Sheerin.

"Sayang, berhentilah mencurigai Sheerin. Ayo kita hidup normal saja. Sheerin itu ngga seperti yang kamu pikirkan selama ini." ucap Diva, nadanya melembut.

Sheerin. Sudah kau jadikan apa cewek sebaik Diva? Mengapa kau seperti punya sebuah boneka tangan yang selalu mengikuti arah gerakmu?

Aku akan mengumpulkan bukti dan memastikan kalau kau tidak akan mencapai usia tiga puluh.