Jumat, 01 September 2017

#19YearsLater Epilog Harry Potter 7 with Indo Harry Potter


Hayoo siapa yang belom baca buku Harry Potter And The Deathly Hollows?? Buku yang diterbitkan dalam bahasa Indonesia pada tahun 2008 ini pastinya sudah menjadi koleksi pribadi yang paling disayang deh. Belum lagi karena emosi yang dibikin melow sama JK Rowling sepanjang membaca halaman demi halaman, juga karena ini adalah seri terakhir Harry Potter yang kita kenal dari kecil ini.


**Lalu tahun 2017 terbitlah Cursed Child**

Ngga jadi berakhir dong ya??

Intinya tahun ini adalah tahunnya Epilog di HP7 berlangsung. Yaitu dimana Generasi Harry dkk mengantarkan anak-anak mereka ke sekolah sihir Hogwarts. Sebetulnya sih lebih ke generasinya Albus Severus (anak dari Harry-Ginny). Karena saat itu dia baru masuk tahun pertama dan sedang galau kalau misalkan dia bakal masuk asrama Slytherin keluarganya akan gimana (cerita lebih lengkapnya silakan baca sendiri bukunya).

Nah, kali ini komunitas Indo Harry Potter mengadakan event berupa foto-foto dan petrificus totalus challenge (semacam manekin challenge gitu) dalam rangka epilog 19 tahun setelah Hogwarts battle.

Acara ini diadakan di Museum Transportasi Taman Mini Indonesia Indah. Jadi konsepnya kayak berasa di King's Cross gitu. Ada lokomotif dan peron. Dan murid-murid berseragam Hogwarts yang siap-siap berangkat ke sekolah.



Acara ini diadakan pada tanggal 27 Agustus 2017. Sedangkan untuk posting foto dan video-nya direncanakan akan dilakukan tepat pada tanggal 1 September 2017. Dan kira-kira begini lah hasil selfie dan wefie yang kami dapatkan.
















Selain foto-foto, ada juga games puzzle. Dan kali ini Gryffindor menang!! Yeay!!



Gimana?? Seru kan?? Iya dong. Seru banget!! Pokoknya nyesel deh kalo ngga ikutan.

~nox

--D Ark R Ain Bow--


This entry was posted in

Rabu, 30 Agustus 2017

22. Guerrilla ~~ The Little You Know The Little Chance You'll Die



Aku tidak takut pada musuhku. Karena aku percaya ada yang lebih berbahaya daripadanya.


Weekend berlalu sangat cepat. Entah terkadang aku merasa waktu berputar sangat cepat, kadang sangat lambat. Mungkin karena hal-hal yang terjadi di hidupku selalu berbeda setiap harinya. Bukan hanya seorang mahasiswi yang kerjanya kuliah dan nongkrong menghabiskan uang orangtua, banyak hal seru yang biasanya aku lakukan. Dan lebih lagi karena aku tidak punya orangtua untuk kumintai uang.

Selama akhir pekan kemarin, Diva sama sekali tidak menghubungiku. Untung saja Keenan menghiburku dengan adanya Marleen. Tapi tetap saja ketika aku tiba di rumahku yang kosong, pikiranku selalu kembali pada Diva.

Banyak orang yang berpikir mungkin aku sudah jatuh cinta padanya. Aku pun tak mengerti perasaan jenis apa yang kurasakan untuk sahabatku itu. Kadang aku merasa terlalu memonopoli kehidupannya. Dan dia membiarkanku melakukan itu sampai Doni datang dan memisahkan kami berdua.

Aku kembali melihat ke layar ponselku. Sudah sekitar 36 pesan yang kukirim ke ponsel Diva dan 54 kali missedcall-ku terabaikan. Aku mulai kesal dengannya. Tapi aku tidak bisa begitu saja menemuinya. Bagaimana kalau ternyata disana ada Doni? Habislah aku jika tanpa persiapan apapun.

Tubuhku terasa sangat berat. Kurasa aku kurang olahraga belakangan ini. Kekuatanku terus menurun. Kalau begini terus, Mr. dan Mrs. Killian tidak akan pernah mengadopsiku sebagai tim mereka.

Aku berbaring di kamarku. Kembali ke tempat tidur yang keras dan dingin. Pikiranku sangat random kali ini. Dan aku masih harus memikirkan pernikahan Candice yang sebentar lagi. Tiga hari dari hari ini ia dan calon suaminya akan tiba di rumahku. Aku harus menyiapkan kejutan untuknya. Dan tentu saja membantu persiapan acara pernikahan mereka.

"Baiklah, aku akan mulai beres-beres rumah." Ucapku pada diriku sendiri.

***

--Doni's POV--

"Sayang, Sheerin udah banyak banget spam handphone aku loh. Aku diemin aja nih? Nanti kalo ketemu dia di kampus aku mesti ngomong apa?" Ucap Diva di perjalanan kami menuju kampus.

"Tenang aja. Hari ini dia ngga akan ngampus. Jadi nanti siang kita ke rumahnya." Jawabku.

"Masa sih? Kamu tau dari mana?" Tanya Diva.

"Intuisi?" Ucapku singkat.

Jalanan hari ini lancar sekali. Sepertinya agak aneh karena ini masih hari Senin. Tapi aku tidak terlalu memikirkan jalanan yang sepi ini. Otakku kembali sibuk mengurusi masalah Sheerin dan rahasia kecilnya. Tapi aku yakin dia tidak akan masuk kuliah. Dia habis bersenang-senang bersama pacarnya kan?

***

"Yups selesai juga. Sheerin sangat luar biasa dalam hal membersihkan masalah." Ucapku memuji diri sendiri. Kurasa aku memang  pantas mendapat pujian itu. Membersihkan sebuah rumah 3 lantai dalam waktu 2 jam bukanlah hal yang mudah dan menyenangkan bagi sebagian orang. Kemungkinan besar mereka menyewa orang lain untuk membersihkan rumah mereka. Padahal kan kalau orang lain yang membersihkannya, bisa jadi rahasia dan barang-barang koleksi pribadi mereka tersentuh tangan-tangan tidak profesional.

Ting tong

"Seperti suara bel." Ucapku sambil mengipaskan sebuah majalah lama di depan wajahku.

Ting tong

"Hei itu memang suara bel rumahku. Siapa yang membunyikannya? Keenan kan tidak perlu bunyikan bel untuk masuk ke rumah. Apa orang-orang kompleks lagi? Tapi kan buah-buah dan makanan masih banyak. Atau?"

Aku segera mungkin menuju ke pintu utama rumahku. Gerbangnya memang tak pernah kukunci, tapi untuk beberapa hal seperti membersihkan rumah, aku selalu mengunci pintu utama rumahku. Untuk berjaga-jaga agar tidak ada yang mengganggu saat aku menelaah kembali barang-barang penuh nostalgia milikku.

Aku mengintip lewat lubang kunci.

Sial, ini kan pintu model baru. Lubangnya bahkan tidak bisa kupakai untuk membuat kunci duplikat sederhana. Dan aku tidak pernah sempat membuat lubang intip karena sudah lama sekali rumah ini tidak kehadiran tamu.

Aku membuka pintu perlahan. Memang aku bukan tipe orang yang gampang panik dan takut. Tapi kali ini aku merasa harus sedikit waspada pada apapun yang ada di balik pintu. Wajahku panas, lalu..

Ada seseorang yang menubrukku. Dia mendekapku dalam pelukannya erat sekali. Sampai aku tidak sempat menarik nafas.

"Sayaaang, maaf aku ngga sempat hubungin kamu. Handphone-ku tertinggal di Doni dan aku mabuk semalam. Kamu kenapa ngga kuliah?" Diva memborbardirku dengan kalimat khawatirnya yang biasa. Walaupun aku merasa ada sesuatu di nada suaranya. Aku tahu dia tidak mabuk semalam, sebab kalau ya, dia tidak akan seceria ini. Dan aku tahu ponselnya tidak tertinggal di Doni, karena aku melacak gps ponselnya berada di kawasan rumahnya. Kenapa dia bohong padaku?

Lalu dia melepaskan pelukannya.

Aku mulai bisa bernafas lagi. Namun tersekat lagi ketika kulihat Diva tidak datang seorang diri. Apa yang dilakukannya disini?!

Laki-laki itu menatapku dengan tatapan santai dan tanpa emosi. Namun aku tahu betul di dalam hatinya tersimpan begitu dalam kebencian. Dan sekarang dia sudah tahu tempatku tinggal. Baiklah Sheerin, tetap tenang. Yang penting dia tidak  tahu kediaman keluarga Killians.

Aku menyunggingkan senyuman di bibirku. "Silakan masuk kalian." Ucapku mempersilakan mereka masuk ke dalam rumah.

"Kalian datang tepat waktu loh. Aku baru selesai beres-beres rumah." Ucapku.

"Jadi kamu ngga masuk kuliah karena bersih-bersih rumah?" Tanya Diva.

"Begitulah, Candice akan pulang dua hari lagi. Jadi aku harus siap-siap kan?" Ucapku. "Sebentar, aku ambilkan kalian minum dulu."

"Ngga usah Sher, tadi sebelum kesini aku sama Doni mampir beli kopi dulu. Nih." Diva menyodorkan segelas es kopi padaku.

'Dia ngga sebodoh dulu rupanya.' Ucapku dalam hati. Tidak menerima makanan atau minuman dari musuh itu adalah salah satu hal baik yang harus dilakukan setiap orang.

Lalu kami bertiga duduk bersama di ruang tamu. Aku baru ingat. Mereka belum kuberitahu soal Candice yang akan menikah sebentar lagi. Atau apakah aman kalau aku mengundang mereka berdua? Tapi pasti akan janggal kalau tidak diundang kan?

"Candice mau pulang?" Tanya Diva.

"Ya. Bersama calon suaminya." Jawabku.

Raut wajah Diva berubah terkejut. Tapi tetap senang. "Candice akan menikah?" Tanyanya.

"Ya, minggu depan." Jawabku.

Kini wajah Diva menjadi bersemangat sekali. "Lihat sayang, bukan cuma kita yang akan berbahagia." Ucap Diva pada Doni.

'Berbahagia'? Pikirku dalam hati. "Maksud kamu, Va?" Tanyaku.

Diva tersenyum sambil melambaikan tangan kirinya. Menunjukkan jemarinya yang panjang dan pada salah satu jarinya kulihat sesuatu yang tidak kulihat sebelumnya. Sebuah cincin berwarna perak bermata berlian sederhana terpasang di jari manis-nya.

"Doni melamarku." Ucap Diva senang.

'Apaaa??!!!!' Ucapku dalam hati.

"Jadi kamu mengambil Diva milikku?" Ucapku pada Doni dengan emosi berapi-api.

Diva tertawa. Dia pikir aku hanya bercanda berkata demikian. "Sheerin, setiap burung pasti akan terbang pada akhirnya." Ucapnya ceria.

"Tapi kamu bukan burung, Diva. Kamu ngga bisa tinggalin aku." Ucapku. Aku tahu ini adalah reaksi yang diharapkan Doni. Tapi mengetahui Diva telah menerima lamarannya, aku menjadi sulit mengendalikan emosiku.

"Sher, kamu ngomong apa sih. Aku ngga akan tinggalin kamu. Kita kan tetap sahabat. Sampai aku dan Doni menikah, sampai kamu dan Keenan menikah, sampai kita punya anak pun kita tetap sahabat, Sher." Ucap Diva.

'Aku harus tenang.' gumamku dalam hati sambil menstabilkan detak jantungku.

Aku tersenyum pada mereka berdua. "Ahahaha maaf aku hanya kaget sekali tadi. Kalian sangat cepat mengambil langkah. Aku dan Keenan saja belum terpikirkan sampai kesana." ucapku seraya tertawa kecil.

"Keenan harus belajar dariku kalau begitu." Ucap Doni dengan senyum palsu tampak jelas di wajahnya.

Aku membalas senyum palsunya. "Ahaha, ya kamu sangat agresif ternyata." Balasku. Yang kumaksud 'agresif' di kalimatku adalah bukan berarti dia benar-benar ingin menikahi Diva, tapi dia benar-benar ingin membalas dendam padaku dengan menggunakan satu-satunya sahabat yang kupunya.

Aku kembali menoleh ke Diva. "Selamat untuk kalian berdua kalau begitu. Dan jangan lupa datang ke acara Candice ya." Ucapku.

"Tentu." Jawab Diva berseri-seri.

Kami terdiam beberapa saat untuk meminum kopi kami. Aku hampir bisa mengetahui rencana yang sedang dijalankan Doni. Tapi kenapa sampai melibatkan perasaan Diva? Harusnya urusan ini hanya antara aku dan dia kan?

Aku memutar-mutar gelas kopi dalam genggamanku. Diva sedang mengecek handphone-nya sementara Doni memperhatikan gerakkanku. Aku tahu dia sedang menimbang langkah selanjutnya yang harus ia ambil. Tiba-tiba terdengar suara klakson dari luar rumah. Klakson mobil yang tidak kukenal. Siapa lagi yang bertamu ke rumahku?




আPrevious: Clink and Scream


আNext: The Brighter Dark




Kamis, 10 Agustus 2017

#GJUI23 Gelar Jepang Universitas Indonesia ke-23, 2017



Konnichiwa Mina-san!!

Gelar Jepang Universitas Indonesia kembali lagii!! Calling all of otakus and weaboos around Depok. Festival kebudayaan Jepang kali ini mengambil tema 'Japan In Harmony' dengan menggabungkan unsur kebudayaan, pendidikan dan seni.



Btw tahun ini adalah tahun pertama gue menghadiri acara GJUI. Karena keterbatasan waktu dan informasi, makanya yang sebelumnya gue selalu ketinggalan. Duh.

Ada banyak banget lomba dan workshop yang diadain untuk meramaikan acara ini. Diantaranya ada lomba cosplay, karaoke, komik, dance cover, ada juga seminar nail art, seiyuu, beauty class dan masih banyak banget yang lainnya.

Gue dateng di Day 2 GJUI di Pusat Studi Jepang UI sekitar jam setengah 5 sore. Dan itu setengah jam sebelum acara hari itu tutup. Akhirnya gue cuma muter-muter liat panitia dan penjual merchandise beberes.

Oleh-oleh dari Late Coming GJUI23 Day 2

Besoknya, gue dateng lagi ke GJUI Day 3 yang diadakan di Boulevard UI jam 3 sore (acaranya dari pagi btw). Sebenernya sih gue agak nyesel juga dateng jam segitu. Selain antriannya yang ngga nahan, ngga puas juga kalo gak ngikutin acaranya dari pagi. Tapi ya apa boleh buat ye gak. Yang penting bisa dateng dan liat Yumi perform.

Di hari ketiga, acaranya makin banyak dan seru-seru. Kebanyakan perform dari guest star sih. Jadi dibanjiri band dan penyanyi Anisong gitu.

Gue sempet menyaksikan perform dari band-band dan penyanyi di bawah ini:

Hydra~ 69-II (ViViD cover)


Henohenomoheji - Peace Sign (Kenshi Yonezu/OST Boku no Hero Academia)


YUMI ~and Tanaka band - Rising Hope ( LiSA cover )


REDSHiFT

Sebenernya gue ada disana sampe acara selesai. Tapi karena perform yang gue tunggu cuma sampe Redshift, jadi sisanya gue mulai menjauh dari area stage (karena sudah mulai haus juga sih XD).

Ini pas Enka Girls perform










Hasil berburu Day 3
Well, menurut gue panitia GJUI sudah melaksanakan tugasnya dengan sangat baik. Acaranya bisa dibilang sukses besar. Dan antusias semua orang yang dateng di acara ini juga ngga bisa dianggap biasa. Mereka semua luar biasa. Keren deh pokoknya. Gue ngga nyesel sama sekali ikut acara ini. Dan semoga di tahun berikutnya tambah keren lagi.

Sekian.

Jaa ne~

--D Ark R Ain Bow--



Senin, 31 Juli 2017

#HappeeBirthdaeHarry With Indo Harry Potter, 2017



First of all,
Happy Birthday J.K Rowling!
Happy Birthday Harry Potter!
Happy Birthday Neville Longbottom!

Sebetulnya sih mereka bday nya tanggal 31 Juli, tapi berhubung pada tanggal tersebut jatuh pada hari Senin, maka perayaan HBH (Happy Birthday Harry) oleh komunitas kesayangan kita Indo Harry Potter dilaksanakan pada 30 Juli 2017 kemarin.


Acara ini bertempat di Warunk Upnormal Tebet. Ruang privat lantai 3 yang menurut gue konsepnya sesuai banget sama acara Harry Potter. Lighting nya temaram-temaram gitu dengan empat meja yang mewakili asrama-asrama Hogwarts yang bikin kita berasa ada di Great Hall Hogwarts beneran.

Yang spesial banget dari gathering IHP kali ini adalah dengan kedatangan dua orang tamu yang luar biasa penting dalam kelahiran buku Harry Potter versi Indonesia cetakan terbarunya. Yaitu sang Editor buku Harry Potter Dini Pandia dan sang Ilustrator cover terbaru buku Harry Potter versi Indonesia Nicholas Filbert Chandrawienata.



Yang sedikit menyebalkan, (as usual) acara ngaret cukup lama. Pertama, mulainya molor sekitar setengah jam. Kedua, tim Gryffindor lama banget nyelesaiin game puzzle (gue termasuk anak tim Gryffindor btw XD-susah banget loh puzzlenya). Dan itu bikin beberapa games harus ditiadakan.

Puzzle anak Gryffindor yang katanya 'susah' banget ini XD


Tapi kita mendengarkan Sang editor dan Sang Ilustrator bercerita gimana seru nya proses cetak ulang Buku Harry Potter yang ditujukan untuk para pembaca generasi baru ini. Gimana repotnya dapet Approval dari pihak di Inggris, dan ide-ide untuk akan nampilin apa di cover baru.

Intinya sih, konsep dari cover baru buku ini itu terdapat di Beasts-nya. Jadi yang jadi center gambarnya adalah para Beasts yang muncul di setiap bukunya. Tapi yang bikin 'repot' menurut mereka berdua adalah, beasts yang ditampilkan tidak boleh memberi kesan Spoiler. Nah loh.

Setelah itu ada Live Drawing dari Nick Filbert. Dan hasilnya bagus parah. Ngga bohong deh kalo hasil gambar langsung nya aja udah bisa dibikin buat cover buku Harry Potter yang lain XD.



Pokoknya acara HBH ini bisa dibilang sukses deh. Rasa excited dari awal acara sampe akhir dan pulang ke rumah itu masih berasa. Dan buat gue pribadi, ketemu sama editor dan ilustrator dari buku tercinta itu sesuatu yang ngga bisa dilakuin tiap hari. (walaupun jujur gue belum beli buku cetakan barunya, hehe). Tapi setelah ini gue rasanya pengen buru-buru ke Gramed dan borong semua bukunya. Eh ngga deng, miris liat isi dompet satu-satu aja belinya.

Akhirnya, pokoknya kalo acara yang bersangkutan sama dunia sihir Harry Potter buat gue menarik dan seru deh. Suasana dimana kita bebas berekspresi mengenai sesuatu yang disukai dan semua orang di ruangan itu juga suka tuh bener-bener WAAH. See ya next time!



~Nox

--D Ark R Ain Bow--
This entry was posted in

Jumat, 14 Juli 2017

What if you had a Tsundere girlfriend?


Pernah bayangin ngga sih kalo kalian punya seorang pacar yang sifatnya tsundere banget (btw pacar beneran yang gue maksud ya, bukan 2D).



Sebelumnya, apa sih Tsundere itu??


Tsundere (ツンデレ?) adalah salah satu bentuk proses pengembangan karakter Jepang yang menggambarkan perubahan sikap seseorang yang awalnya dingin dan bahkan kasar terhadap orang lain sebelum perlahan-lahan menunjukkan sisi hangat kepadanya. Kata ini berasal dari kata tsun tsun (ツンツン?) yang berarti membuang muka dengan sebal, dingin dan serba acuh.Ditambah dere dere (デレデレ?) yang berarti menjadi penuh kasih sayang atau sedang jatuh cinta.[1] Selain itu, kata ini juga dipakai untuk menggambarkan seseorang yang "biasanya menunjukkan sikap dingin, namun di depan orang yang disukainya, sikap tersebut berubah menjadi penuh kasih sayang. Sungguh terasa perbedaan sikap ini." Bagi yang pernah merasakan sikap Tsundere ini, tentu saja merasa sedih, karena kerap menjadi bingung. (wikipedia)

Gak gampang sih buat tahu seseorang itu Tsundere atau ngga. Menurut gue pribadi untuk tahu apakah pacar kalian Tsundere itu butuh pihak ketiga biar pandangannya lebih objektif. Karena sifat Tsundere cenderung bertolak belakang antara sifat yang ditunjukin ke orang yang mereka suka dengan sifat asli orang itu.


Tsundere sendiri tidak berarti selalu cewek ya. Ada juga loh cowok yang bersifat Tsundere. Justru malah kalau di dunia nyata kebanyakan yang Tsundere itu cowok. Yang cuek nya minta ampun tapi so sweet nya juga minta ampun.


Pertama banget kita kenal sama cewek Tsundere dia biasanya kasar banget sama kita. Entah dari sikap maupun omongannya. Seakan-akan dia bener-bener benci sama kita dan bahkan ngga mau kenal kita.



Tapi begitu dia nyerah di depan orang yang disukanya, sifatnya langsung berubah drastis. Walaupun masih berkata kasar atau gengsi, cewek Tsundere bakal nunjukkin dirinya kalau dia suka sama seseorang. Dan hal itu lucu banget karena biasanya sifatnya jadi awkward dan terbalik banget sama sifat dia kesehariannya. Dan hal itu akan terjadi kalau posisinya sudah sangat terdesak keadaan. Karena cewek Tsundere punya cara unik sendiri untuk mengungkapkan perasaannya.

Juga, orang yang sifatnya Tsundere biasanya sangat setia lho sama pasangannya. Jadi walaupun mereka sering kasar sama pasangannya, mereka bukan orang yang mudah berpindah hati gitu <3



Jadi, kira-kira cewek /cowok kalian termasuk orang yang sifatnya Tsundere ngga nih?


--D Ark R Ain Bow--

Kamis, 22 Juni 2017

Transformers (The Last Knight) | 2017 Bumblebee's Death!!



Yo Transformers Lovers, gimana nih menurut kalian film ke-5 seri ini?? Yang belom nonton, monggo silakan sebelum baca post ini nonton dulu. Gue sangat merekomendasikan film ini buat akhir pekan loh. Eh akhir pekan ini lebaran Idul Fitri ya? Yaudah setelah lebaran aja hihihi.

Di awal film, bagi mereka yang baru banget nonton Transformers (dan ngga nonton film-film sebelumnya) pasti akan mikir kalau ini adalah salah satu film Colosal model 300.


Kalo di post gue sebelumnya Transformers (Age of Extinction) | 2014 gue sempet menyebutkan agak kecewa karena durasi yang over dan tidak menampilkan Sam Witwicky (Shia LaBeouf) sama sekali dan mengubah ceritanya ke alur yang baru, di film ini Sam muncul guys!!!

Di bingkai foto doang tapi..

Jadi ceritanya,

Singkat aja sih gue kali ini mau ngasih spoiler yang penting-penting aja. Karena terlalu memperhatikan film dan efek visualnya yang luar biasa keren, mata gue termanjakan dengan gambar-gambar yang bikin susah fokus ke hal lain.

1. Cade Yeager dan anaknya hidup terpisah. Anaknya sedang kuliah di luar negeri sementara Cade menjadi buronan pemerintah karena masih berpihak pada para autobots yang sudah tidak diterima oleh pemerintah.

2. Dengan perginya Optimus Prime (ke luar angkasa untuk mencari penciptanya), para autobots di bumi hidup di bawah tanah karena pemerintah merasa mereka sudah tidak membutuhkan autobots lagi.

3. Seorang kakek (Sir Edmund Burton) dari organisasi keturunan Witwiccan mempunyai robot yang sangat pintar dan kuat dan masih mempercayai para autobots dan juga legenda tentang Penyihir Merlin dan Raja Arthur.

4. Vivian Wembley adalah keturunan terakhir Merlin yang ternyata adalah Heroine dalam film kali ini.

5. Masa lalu Bumblebee terkungkap. Ternyata dia adalah salah satu tentara yang berperan dalam perang dengan manusia ratusan tahun lalu.

6. Izabella mencoba memperbaiki pita suara Bumblebee dengan spare parts yang didapat dari robot lain.

7. Optimus Prime akhirnya bertemu dengan penciptanya yaitu Quintessa.

8. Bumi ternyata unicron, musuh dari cybertron.

9. Kolonel Lennox dan tentaranya kembali ke pihak Cade dan para autobots.

10. And last, di perkelahian antara Bumblebee dan Optimus Prime itu Bumblebee TIDAK mati. Jadi setelah bertemu Quintessa, Optimus (Nemesis) Prime dicuci otaknya (bisa dilihat dari matanya yang berubah menjadi warna ungu) dan berusaha membawa cybertron ke bumi untuk direkonstruksi ulang. Tapi setelah perkelahiannya dengan Bumblebee dan para Knights Robot lain, pikirannya kembali normal.



Ohya untuk 'The Last Knight' di judul film Transformers kali ini adalah Cade Yeager. Keuntungannya apa aja sih jadi The Last Knight? Di awal film, Cade dikasih kayak semacam senjata gitu sama robot tua yang sekarat. Dan ternyata yang dikasih itu adalah cikal bakal Pedang Legendaris Excalibur yang ngga bisa dilepasin dari tubuhnya. Ternyata dengan ngasih senjata itu, si robot tadi telah memilih Cade sebagai Knight terakhir.

Gue sangat menikmati setiap detik selama menonton film ini. Walaupun menurut gue durasi film ini sedikit terlalu lama, tapi selama mata dan telinga kita dimanjakan sedemikian hebat, ngga ada masalah tuh. Bahkan gue ngga cukup sekali aja nih nonton film ini. Buat gue pribadi sih menurut gue film ini 3/5.


--D Ark R Ain Bow--

This entry was posted in

Senin, 19 Juni 2017

21. Clink and Scream ~~ The Little You Know The Little Chance You'll Die


WARNING!
PART INI MENGANDUNG KONTEN GORE RINGAN.
KALIAN BOLEH SKIP PART INI KALAU TIDAK KUAT MEMBAYANGKANNYA.
TIDAK APA-APA, AKU TIDAK BERMAKSUD MEMBUAT KALIAN MERINDING ATAU MUNTAH.
JIKA KUAT SILAKAN BACA.
TERIMA KASIH.

----------------------------------------------------------------------------------------------



Marleen mulai menggerakkan jemarinya. Lalu kelopak matanya membuka dan menampakkan bola mata yang berwarna biru berkilau. Bola mata itu berputar pelan dalam rongganya. Kurasa kepalanya sedikit pusing. Aku tahu sensasinya saat kau diberikan racun palsied (racun lumpuh total) lalu kau diberikan penawarnya. Rasanya seperti dipaksa untuk tidur lalu saat sedang lelap-lelapnya dibangunkan dengan paksa pula.

Marleen masih berusaha mengambil kembali kesadarannya. Dia belum berkata apa-apa. Suasana di ruangan itu  menjadi sangat sunyi. Namun tiba-tiba pintu terdengar membuka disusul suara langkah kaki yang mendekat. Aku  menahan nafas seakan itu akan menimbulkan suara yang sangat gaduh dan merusak kesunyian ini.

Suara langkah kaki berhenti tepat di belakangku. Ada sesuatu yang menyentuh pundakku. Rasanya dingin sekali.

“Bersenang-senang tanpaku?” Ucap suara seseorang yang memegang pundakku.

Keenan menengok ke arah datangnya suara. “Sawbonera.” Ucapnya.

“Sawbonera?” Gumamku penuh tanya sambil menoleh ke belakang.

“Sher, kenalkan dia kakakku.” Ucap Keenan.

Aku menjabat tangan cowok berkulit nyaris transparan itu. Kulitnya sedingin pandangan matanya. Aku memberikan senyuman ragu, takut salah melakukan sesuatu.

“Hei jangan se-kaku itu. Aku bukan es balok kok.” Ucap cowok yang dipanggil Sawbonera dengan nada yang tidak sedingin raut wajahnya. Sungguh kombinasi yang sangat sulit.

Aku memberanikan diri menatap mata kakaknya Keenan.

“Aku Sheerin. Apa namamu selalu se-keren itu?” Ucapku mencoba sesantai mungkin.

“Kau bisa panggil aku Ed disini. Tapi jangan sekalipun panggil begitu di luar rumah ini kalau kau tidak mau mengucapkan selamat tinggal pada organ tubuhmu.” Ucap Sawbonera.

“Ya itu lebih baik. Namamu membuatku lapar.” Ucapku yang sejak Keenan memanggil nama kakaknya tadi selalu terpikir Carbonara.

Ed meninggalkan belakang tubuhku dan berjalan ke arah tubuh Marleen yang kini sudah bisa merintih. “Kau yakin bisa melakukannya sendirian, Jack?” Tanyanya.

“Kupikir kau tidak ada di rumah. Lagi pula Grace yang kali ini akan menanganinya. Semacam ujian kecil.” Ucap Keenan.

“Baiklah, lakukan sebisa kalian. Aku akan memperhatikan dan membereskan sisanya.” Ucap Ed yang kini mengambil kursi dan duduk di sudut ruangan.

Selama aku berpacaran dengan Keenan, hanya Grace-lah saudara kandungnya yang kukenal. Walaupun Keenan memberitahuku bahwa dia memiliki 6 saudara kandung, aku belum pernah bertemu dengan lima yang lainnya. Dan saat ini aku bertemu salah satu kakaknya disaat kami akan melakukan pembedahan. Kira-kira orang seperti apa Ed itu?

Aku menahan semua pertanyaan dalam kepalaku dan kembali ke fokus pembedahan Marleen.

Karena tujuan utama dari pembedahan kali ini adalah untuk Grace. Aku hanya akan membantu menyusun organ dalam si gadis ke dalam kotak. Aku mengeluarkan kotak-kotak kaca dengan berbagai ukuran dari dalam sebuah koper kayu. Dalam satu koper ini nantinya akan berisi organ dalam yang akan dijual di rumah-rumah sakit (tentunya dengan transaksi rahasia) dengan harga tinggi. Untuk tulang dan daging, biasanya orang tua Keenan menjualnya ke pasar gelap khusus para kanibal, dengan harga sekitar seratus kali lipat dari harga daging sapi. Tergantung pada identitas daging tersebut. Biasanya orang-orang penting akan berharga lebih tinggi.

Grace mengambil pisau kecil dari meja lalu mendekati tubuh Marleen.

"Pastikan kau jangan langsung membunuhnya, sayang." Ucap Ed dari sudut dengan nada penuh kasih.

"Yap." Gumam Grace yang kini menaiki bangku kecil untuk melihat wajah Marleen yang lebih tinggi darinya.

Grace meneliti tiap senti kulit wajah wanita di depannya.

Kulihat Marleen mulai mendapatkan fokus pandangannya. Dan pemandangan pertama setelah tersadar dari palsied adalah wajah seorang gadis kecil yang menatapnya dengan tatapan siap memangsa.

"Siapa kamu adik kecil?" Ucap Marleen yang kesadarannya belum penuh.

"Your deadly angel." Jawab Grace dengan raut wajah datar.

Marleen mencoba menggerakkan tangannya. Namun saat itu ia menyadari bahwa tidak ada satupun bagian tubuh yang bisa digerakkannya selain bernafas, berkedip dan berbicara. Ia mulai dapat menangkap bayangan sosok Keenan dan aku dalam bola matanya.

"Hey kalian siapa? Kenapa saya ada disini? Apa yang kalian lakukan?" Marleen berkata sambil meronta-ronta. Raut wajahnya berubah panik.

Aku mendekati tubuh Marleen. "Hai Marleen, aku Sheerin. Aku dan pacarku juga adiknya akan memisahkan organ tubuhmu. Mohon kerjasamanya ya." Ucapku sesantai mungkin lalu tersenyum.

"Kau gila! Kalian semua gila! Ini pasti mimpi!" Marleen mulai berteriak.

Sementara tanpa disadari, Grace sudah mendapatkan daun telinga sebelah kanan milik Marleen. Darah mengalir segar dari lubang yang tadinya terdapat daun telinga dengan sebuah anting-anting berwarna perak yang manis.

Marleen menjerit sampai sepertinya tenggorokkannya akan keluar ke mulutnya.

"Pilihan yang unik untuk memulai, Grace." Ucap Ed dari sudut.

Grace menoleh ke arah kakaknya seraya menyunggingkan senyum polosnya yang biasa. Lalu ia menuruni bangku kecil nya dan meletakkan daun telinga Marleen di sebuah baki kaca. Kemudian kembali menghadapi Marleen.

"KALIAN GILA!!!" Marleen kembali berteriak ketika Grace berhasil melepaskan daun telinga yang satunya.

Sekarang sisi kanan dan kiri kepala Marleen menjadi aneh tanpa adanya daun telinga.

"Kak Kee, kau bisa bantu aku untuk membelah bagian perutnya? Aku sepertinya agak kesulitan." Ucap Grace.

"Tentu." Ucap Keenan seraya mengambil sebuah pisau dan mendekati tubuh Marleen.

Perlahan, Keenan menempelkan mata pisau ke kulit Marleen dan menyebabkan Marleen mengeluarkan banyak sekali darahnya. Setiap kali Keenan menggerakkan pisaunya diatas kulit Marleen, ia menjerit luar biasa sampai sepertinya gendang telingaku mau pecah.

"HENTIKAAAANN!!! BUNUH SAJA SAYA!! TOLONG!! JANGAN SIKSA LAGI-" Marleen terus meronta.

Kini Keenan telah berhasil melubangi daerah dada sampai ke pusarnya. Menampilkan organ dalam tubuh Marleen yang saling bertumpuk dan berdenyut seirama.

Grace kembali mengambil alih. Tapi lalu ia mundur kembali.

"Ada apa Grace?" Tanyaku.

"Sepertinya aku ngga yakin." Ucap Grace. "Aku takut membunuhnya. Dia sangat berbeda dengan serangga-serangga itu."

Ed dari sudut bangkit dari tempat duduknya. Lalu ia mendekati Grace dan mengambil alih pisau yang dipegangnya.

Tanpa berkata apa-apa lagi, diiringi dengan jerit kesakitan dari mulut Marleen, Ed mengeluarkan satu per satu organ tubuhnya. Ia melakukannya sangat cepat. Sampai-sampai aku hampir berpikir dia sedang membedah ayam, bukan manusia.

Sampai terakhir ia mengeluarkan jantung Marleen dari rongga dadanya dan memasukkannya ke alat khusus dengan hati-hati. Jantung itu berhenti berdetak beberapa detik sebelum akhirnya berdenyut lagi di dalam sebuah kotak kaca.

Marleen kini sudah tidak bernyawa. Matanya terbuka dengan raut wajah menahan sakit yang sangat lucu menurutku. Kurasa sebelumnya dia tidak pernah tergores selain oleh kertas baru. Makanya reaksinya sangat bagus tadi.

Pembedahan kali ini selesai. Setelah mencongkel mata Marleen, Ed memberikan sisanya pada Keenan. Untuk menguliti dan memotong-motong bagian tubuh seperti kaki dan tangan. Aku hanya membantu membersihkan darah yang berceceran di lantai. Dan kini aku tahu satu hal mengenai Ed. Dia adalah ahli bedah dalam keluarga ini.

***


আPrevious: Propose

আNext: Guerrilla


Kamis, 15 Juni 2017

The Mummy | 2017 is it Better than the '99 Version?



Sebetulnya gue udah niat banget ngga nonton film ini karena judge awal gue film ini akan bagus hanya karena ada Tom Cruise di dalamnya. Tapi akhirnya gue pun nonton film ini juga untuk mengisi weekend karena kurang tertarik sama film yang lainnya.

Tapi setelah gue beli tiket dan mulai nonton, ternyata film nya ngga terlalu buruk juga sih. Setidaknya mematahkan penilaian pertama gue tentang film ini yang bisa dibilang negatif.

Ngga bisa dipungkiri lah ya kalo tiap orang (mungkin) selama menonton film ini akan terus membayangkan dan membandingkannya dengan film The Mummy sebelumnya di tahun 1999 (yang menurut gue legend banget). Gue pun begitu. Selama film diputar gue terus membayangkan wajah trio tokoh utama di The Mummy '99.

Intro film menurut gue terlalu panjang karena menampilkan past dan present day sekaligus. Masih tetap mengandalkan tiga orang tokoh utama, film ini menampilkan Tom Cruise sebagai Nick Morton, seorang tentara angkatan darat yang sedang mengintai wilayah musuh di Irak. Bersama dengan Jake Johnson sebagai Chris Vail mereka mengintai wilayah dari informasi yang didapatkan Nick dari secarik kertas dan peta. Singkat cerita, mereka kalah jumlah dari musuh dan Vail terpaksa memanggil bantuan udara. Area tersebut dijatuhi bom dan membuat tanah berpasir runtuh dan menampilkan sebuah makam.

Jenny Halsey (Annabelle Wallis) marah karena petanya dicuri Nick. Namun tidak bisa menyembunyikan senangnya pula karena ternyata di lokasi yang sudah ditandainya benar-benar terdapat makam mesir kuno. Akhirnya untuk menebus kesalahannya, Nick dan Vail ikut masuk ke dalam makam bersama Jenny.

Jenny belum mau pergi dari makam (yang ternyata adalah sebuah penjara) sebelum ia tahu apa dan siapa yang ada disana, bahkan setelah Vail digigit oleh laba-laba yang tiba-tiba muncul dari sela-sela gua. Akhirnya Nick menembak tali rantai yang mengelilingi penjara dan membuat sebuah peti mumi muncul dari danau yang berisi air raksa. Saat itu tiba-tiba Nick mendapatkan vision mengenai mesir jaman dulu dan seorang gadis bernama Ahmanet (Sofia Boutella). Ia telah ditandai sebagai 'orang yang terpilih'.

Saat di pesawat perjalanan, Vail menjadi aneh. Ia berusaha membuka peti mumi dengan pisaunya dan membunuh salah satu rekannya ketika mencoba menghentikannya. Terpaksa Nick menembaknya dan membunuh Vail karena ia berusaha membunuh semua orang.

Tiba-tiba mesin pesawat mati dan datang segerombolan burung gagak yang menyerang pesawat sampai jatuh. Semua orang di pesawat itu mati kecuali Jenny yang pada detik terakhir diberikan parasut oleh Nick. Namun saat akan mengidentifikasi korban, Jenny dan para dokter menemukan bahwa Nick masih hidup dan tanpa terdapat luka sedikitpun.

Di tempat terjatuhnya kapal, peti mumi yang ditemukan Nick terbuka dan saat dilihat oleh petugas, ternyata mumi tersebut bangun dan menghisap semua orang. Nick yang tidak ingat apa yang terjadi tiba-tiba saja menjadi tahu mengenai sejarah bangsa mesir dan putri mereka yang bernama Ahmanet. Ia mengajak Jenny untuk menuju ke lokasi jatuhnya kapal. Namun yang ditemukannya adalah mumi Ahmanet yang berusaha untuk membunuhnya dan menyelesaikan ritual pemanggilan setan nya yang terhenti 3.000 tahun yang lalu.

Mereka berhasil kabur dari Ahmanet karena ternyata di senjatanya tidak terdapat batu yang menjadi syarat utama ritual tersebut. Ahmanet marah dan mencoba menemukan batu tersebut untuk menyelesaikan ritual. Saat Nick dikejar oleh Ahmanet di hutan, untung saja beberapa orang datang menolong dan menangkap Ahmanet. Orang-orang tersebut adalah utusan Dr. Henry Jekyll (Russell Crowe) atasan Jenny. Mereka membawa Ahmanet dan Nick ke markasnya dan ternyata berniat untuk menyelesaikan ritual tersebut.

Henry menunjukkan sisi jahatnya lalu Nick dan Jenny berniat untuk menemukan dan menghancurkan batu tersebut. Namun saat itu Ahmanet telah berhasil kabur dari tahanannya dan menuju ke lokasi batu tersebut. Ia memanggil para prajuritnya dan kembali mencari Nick. 

Ahmanet membunuh Jenny di depan Nick dan berharap Nick akan menjalani ritualnya untuk menghapuskan rasa sakit kehilangan Jenny. Namun Nick tidak mau. Ia tetap akan menghancurkan batu tersebut. Lalu Ahmanet berkata kalau dia mau bergabung dengan Dewa Set (dewa kematian mesir kuno) dia akan bisa menghidupkan kembali Jenny. Saat itu Nick bingung, namun akhirnya ia menusuk dirinya sendiri dengan senjata itu dan membangkitkan Dewa Set ke dalam dirinya. Ahmanet kegirangan. Tapi endingnya tidaklah seperti yang dia inginkan. Nick memiliki keinginan sendiri dan saat itu ia menghisap kehidupan yang ada dalam tubuh Ahmanet dan kembali menjadikannya mumi.

Setelah mengalahkan Ahmanet, Nick menghidupkan kembali Jenny dan kabur setelah mengucapkan selamat tinggal. Kini ia harus hidup sebagai monster yang bertubuh manusia.

Di epilog, Nick bersama Vail (yang telah dihidupkan kembali) kembali ke adegan di awal film. Mereka mencari petualangan baru.



Katanya ini bakal jadi trilogy ya?

Oke deh karena udah terlanjur nonton yang pertama, gue rasa gue akan nonton sekuel selanjutnya begitu tayang nanti.

Menurut gue sih film ini cukup menghibur. Tokoh-tokohnya mencoba keras untuk terlihat lucu dari dialog yang mereka sampaikan dan adegan demi adegan. Tapi menurut gue actionnya  masih kurang. Klimaks nya ngga dapet dan terkesan kayak 'ngga ada bahaya apa-apa'. Karena apa yang terjadi ngga mempengaruhi masyarakat secara langsung. Ada sih adegan Ahmanet bawa badai pasir ke jalanan kota London, tapi disitu bukannya serem malah keliatan ngga alami. Ngga ada yang teriak masa masyarakat sekitarnya. Jadi yang kena efek dari mumi itu cuma orang-orang yang berhadapan langsung sama penggalian dan penemuan penjara di Irak itu. Tapi mungkin tujuan Ahmanet bangkit kembali itu emang cuma untuk menyelesaikan ritualnya, jadi dia ngga ada tujuan untuk menguasai dunia dan yang lainnya (baik banget ya) tapi terus buat apa dong ya dia nyelesaiin ritualnya. Dulu kan tuh dia bikin ritual begitu buat jadi ratu mesir selanjutnya ya. Nah sekarang kan udah ngga ada ya kerajaannya. Menurut gue pertanyaan gue ini agak absurd, tapi gue rasa emang gue ngga bener-bener masuk ke dalam ceritanya hahaha.

But I do really appreciate this movie. Like I said before, I will watch the other next sequel (even though I still love the '99 version much better than this one). Waiting for that.

For me this is 3/5.


--D Ark R Ain Bow--
This entry was posted in

Selasa, 13 Juni 2017

In Our Bones World Tour by Against The Current | Jakarta Indonesia

Pertama kali ke Indonesia, band beranggotakan tiga orang kece-kece ini konser bersama dengan Alex Goot pada Agustus 2014 lalu (disini Sparks Project Feat Alex Goot & Against The Current)

Dan tahun ini, mereka kembali ke Jakarta dengan World Tour album pertama mereka setelah bergabung di naungan Fuel By Ramen.



Untuk info lengkap World Tour mereka, lihat disini

Chrissy Costanza, Daniel Gow, dan William Ferri akan hadir di MS Hall Jakarta pada 17 September 2017. Untuk penjualan tiketnya dibuka pada 12 Juni 2017 pukul 10.00 WIB.

Gue sebenernya mau nulis post ini sebelum tanggal penjualan tiketnya. Tapi apa daya karena gue ikutan 'ticket war' jadi detik-detik terakhir gue terus pantengin web tiket online untuk langsung beli. Tiketnya cuma dijual di Kiostix dan The Point Of Sale Gue mau beli di TPOS, sempet lemot karena kayaknya banyak juga yang buka. Tapi akhirnya gue pun dapetin online tiket presale nya di Kiostix. YEAAAYY!! Pada hari yang sama di jam 13.00 gue liat di web nya TPOS katanya sih presale pertama udah ludes. Tapi ngecek di IG nya katanya presale kedua akan segera diumumkan kapan available nya.

Setelah sukses dengan 2 EP (Infinity dan Gravity), di World Tour bertajuk 'In Our Bones' ini diambil dari album pertama mereka. 

Check di bawah ini buat lihat lagu-lagu yang ada di album In Our Bones mereka. Sekalian hafalin buat nyanyi bareng di konser mereka nanti. Hihi.
























Hayo gimana nih? Udah siap buat bertemu dengan mereka September nanti?? Sampai ketemu disana yaa!!


--D Ark R Ain Bow--

Minggu, 11 Juni 2017

#bukberIHP 2017 | Hogwartians Reunion On Harry Potter's Hijriyah Birthday


Hola Potterheads semuaa

Buat Hogwartians wilayah Jakarta, hari ini Minggu, 11 Juni 2017 komunitas tercinta kita mengadakan bukber a.ka buka puasa bersama nih.

Walaupun jadwal ngaret dari schedule awal, kami pun akhirnya berkumpul di Cafe Whatsap Tebet sekitar setengah 6 sore.



Acara dimulai dengan sambutan dan beberapa pengumuman lalu perkenalan singkat anggota yang hadir. Sebelumnya kita juga dikasih beberapa merchandise dan nametag nama sesuai dengan asrama.

Setelah buka puasa dan solat maghrib, acara dilanjutkan ke sonorus beberapa bagian cerita dari buku Harry Potter 1 yang dibacakan dalam bahasa Indonesia, bahasa Arab dan bahasa Inggris.

Lalu games!!

Ada beberapa games. Pertama yaitu games switch and flick. Jadi kita dikasih tahu mantera sama Paman a.ka Kak Hadi lalu menuliskannya di udara dengan wand. Nah anggota asrama yang lain menebak mantera apa itu. Permainan ini dimenangkan oleh Gryffindor.

Games selanjutnya yaitu Petrificus Totalus. Jadi tiap asrama memilih satu orang untuk duel satu lawan satu saling menyerang dengan mantera Petrificus Totalus diiringi musik. Lalu setelah musik berhenti, orang yang terkena mantera tersebut berarti kalah. Permainan ini dimenangkan oleh Slytherin.

Games selanjutnya yaitu duel mantera. Jadi Paman menyebutkan sebuah huruf. Lalu asrama yang ditunjuk akan menyebutkan mantera dengan awalan huruf tersebut. Jika dalam 3 hitungan Paman asrama itu belum menyebutkan manteranya, maka asrama itu gugur dalam permainan. Permainan ini dimenangkan oleh Ravenclaw.

Games asrama terakhir yaitu spelling spell. Jadi Paman menyebutkan sebuah mantera ke pada suatu asrama. Lalu asrama yang ditunjuk harus spelling a.ka mengeja mantera tersebut. Kalau asrama itu salah mengeja, maka ia gagal mendapatkan poin. Dalam permainan ini Gryffindor unggul.

Secara keseluruhan poin yang didapatkan keempat asrama adalah:
Hufflepuff 130
Slytherin 140
Gryffindor 170
Ravenclaw 180

Maka pemenang house cup kali ini adalah Ravenclaw.

Kak Ayya sempat protes pada judges karena Gryffindor unggul dalam beberapa games. Tapi setelah dijelaskan, ternyata Ravenclaw unggul pada games yang mendapatkan poin lebih banyak. Maka dari itu, Gryffindor harus merelakan house cup dibawa pulang oleh Ravenclaw.

Ohya btw gue Gryffindor ya. Dan sesuai karakternya, asrama kita tadi itu paling rame. Hahaha



Setelah menentukan pemenang house cup, kami pun foto-foto. Harusnya sih ada games satu lagi. Tapi karena kak Ratri harus pulang duluan, jadi kita skip ke foto-foto dulu.

Setelah itu, games individu untuk memperebutkan doorprize yang dipersembahkan oleh Toko Kelontong Sihir.
Games nya seperti yang pernah diadakan waktu acara Harry Potter Book Night (gue ngga ikut acara ini secara langsung, cuma mantengin ig live nya IHP waktu itu). Jadi kita dikasih kuis dan harus menuliskannya di notes HP dengan spelling dan tulisan yang tidak boleh salah sedikitpun. Siapa yang menang 3 kali dalam kuis ini akan mendapatkan doorprize-nya. Dan lagi-lagi Ravenclaw sepertinya minun felix felicis hari ini. Karena anak Ravenclaw lagi yang menang. Selamat ya buat Ravenclaw.

Setelah itu, acara penutup sambutan dan kita pulang ke rumah masing-masing.

Gue baru pertama kali ikutan gathering sama komunitas Indo Harry Potter (ini Nonbar Fantastic Beasts and Where To Find Them (with Indo Harry Potter ngga termasuk gathering ya). Tapi udah berasa kenal lamaa banget sama mereka. Pokoknya suasananya hangat deh.

Ngga nyesel banget ikut acara bukber yang seru banget ini. 

Salam sihiir.

NOX

--D Ark R Ain Bow--

This entry was posted in